tak harus ikut terbawa suasana cara menjaga diri di tengah tekanan sekitar - News | Good News From Indonesia 2026

Tak Harus Ikut Terbawa Suasana: Cara Menjaga Diri di Tengah Tekanan Sekitar

Tak Harus Ikut Terbawa Suasana: Cara Menjaga Diri di Tengah Tekanan Sekitar
images info

Pixabay


Tidak selamanya kita berada di tempat yang sesuai dengan harapan. Ada kalanya seseorang harus menjalani hari di tengah suasana yang penuh keluhan, konflik, tekanan, atau kebiasaan yang sebenarnya tidak ingin ia ikuti.

Suasana tersebut dapat terjadi di tempat kerja, lingkungan pertemanan, keluarga, bahkan ruang digital yang setiap hari kita kunjungi.

Awalnya mungkin terasa biasa saja. Namun, ketika berlangsung terus-menerus, suasana sekitar dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan merespons sesuatu.

Kebiasaan mengeluh bisa terasa wajar, membicarakan orang lain menjadi hiburan, sementara melihat segala sesuatu dari sisi buruk perlahan dianggap sebagai hal yang normal.ย Padahal, berada di tengah suasana seperti itu bukan berarti kita harus ikut terbawa.

baca juga

Maka dari itu, menjaga diri merupakan hal penting dalam merespon peristiwa tertentu. Menjaga diri bukan berarti menjauh dari semua orang atau berpura-pura bahwa masalah tidak ada.ย Justru, kita perlu belajar mengenali apa yang bisa dikendalikan, bagaimana merespons tekanan, dan pengaruh seperti apa yang ingin kita izinkan masuk ke dalam kehidupan kita.

Salah satu hal yang sering menguras energi adalah keinginan untuk menanggapi segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

Ketika seseorang mengeluh, kita merasa harus ikut mengeluh. Ketika orang lain membicarakan seseorang, kita terdorong untuk ikut berkomentar. Ketika suasana menjadi penuh konflik, kita merasa perlu mengambil bagian di dalamnya.

Padahal, tidak semua hal membutuhkan respons.ย Ada situasi yang memang perlu diselesaikan, tetapi ada pula hal-hal yang lebih baik dilewati. Kemampuan membedakan keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga diri.

baca juga

Melansir dari Today News, stres merupakan respons alami terhadap tuntutan situasi tertentu, namun stres yang terus berlanjut dapat mempengaruhi kesehatan & kesejahteraan seseorang.

Artinya, kita mungkin tidak selalu bisa mengatur apa yang terjadi di sekitar, tetapi masih memiliki ruang untuk menentukan bagaimana kita menyikapinya.

Terkadang, memilih diam bukan berarti kalah. Tidak ikut memperpanjang perdebatan bukan berarti tidak peduli. Bisa jadi, itu merupakan cara sederhana untuk menjaga ketenangan diri. Ada anggapan bahwa menjadi pribadi yang positif berarti harus selalu ramah, menerima semua orang, dan berada di tengah banyak orang. Padahal, menjaga kesehatan diri juga membutuhkan batasan.

Batasan tersebut dapat terlihat sederhana. Misalnya, tidak ikut dalam percakapan yang menjatuhkan orang lain, menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsip pribadi, atau mengambil waktu untuk beristirahat ketika pikiran mulai terasa penuh.

baca juga

Batasan juga bukan berarti memutus hubungan dengan semua orang yang memiliki pandangan berbeda. Kita tetap bisa menghargai orang lain tanpa harus mengikuti semua kebiasaan mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan mengatakan โ€œtidakโ€ pada sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai diri dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Sesuatu yang dilakukan berulang kali dapat terasa normal, meskipun sebenarnya tidak selalu baik. Misalnya, lingkungan yang terbiasa mengeluh mungkin membuat kita merasa bahwa mengeluh adalah satu-satunya cara menghadapi masalah. Lingkungan yang gemar meremehkan pencapaian orang lain juga dapat membuat kita tanpa sadar melakukan hal yang sama.

Di sinilah pentingnya sesekali bertanya kepada diri sendiri: โ€œApakah ini memang sesuai dengan nilai yang ingin saya pegang?โ€ Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu kita membedakan antara menyesuaikan diri dan kehilangan jati diri.

baca juga

Menjadi bagian dari kelompok memang penting, tetapi menjadi bagian dari kelompok tidak harus membuat seseorang meninggalkan prinsip pribadinya.

Menjaga diri bukan hanya soal mengurangi pengaruh yang kurang baik. Kita juga perlu secara aktif mencari pengaruh yang membantu kita berkembang. Bisa melalui teman yang mampu memberikan sudut pandang sehat, keluarga yang memberikan dukungan, komunitas yang memiliki kegiatan positif, atau aktivitas sederhana seperti membaca, berolahraga, belajar keterampilan baru, dan menghabiskan waktu di luar rutinitas.

American Psychological Association (APA) menyebut hubungan sosial yang suportif sebagai salah satu sumber yang dapat membantu seseorang menghadapi kesulitan dan membangun ketahanan psikologis. Karena itu, kita tidak harus memiliki banyak teman untuk merasa didukung. Terkadang, beberapa orang yang benar-benar bisa dipercaya sudah cukup menjadi tempat untuk berbagi cerita dan mendapatkan perspektif baru.

Menjaga Pikiran Tetap Positif Bukan Berarti Menyangkal Masalah

Ada satu hal yang perlu diluruskan ketika berbicara tentang hidup positif. Ini bukan berarti selalu bahagia.

baca juga

Seseorang tetap boleh merasa kecewa, marah, lelah, sedih, atau frustrasi. Mengakui emosi tersebut justru lebih sehat daripada berpura-pura semuanya baik-baik saja. Hidup positif lebih tepat dipahami sebagai kemampuan untuk tetap mencari cara yang sehat dalam menghadapi keadaan, bukan memaksa diri melihat segala sesuatu sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Ketika menghadapi masalah, misalnya, kita tidak harus mengatakan, โ€œTidak apa-apa, semuanya pasti baik.โ€ Kita bisa mengakui bahwa situasinya memang berat sambil kemudian bertanya, โ€œApa yang masih bisa saya lakukan dari keadaan ini?โ€ย Cara berpikir seperti itu membuat kita tidak terjebak pada masalah, tetapi juga tidak mengabaikan kenyataan.

Pada akhirnya, kehidupan tidak selalu memberi kita kesempatan untuk memilih lingkungan yang ideal. Ada pekerjaan yang tetap harus dijalani, keluarga yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan, atau situasi sosial yang memang berada di luar kendali.

Namun, kita masih bisa memilih bagaimana ingin menjalani semuanya. Kita bisa memilih untuk tidak ikut bergosip meskipun orang lain melakukannya. Kita bisa memilih tetap menghargai orang lain ketika suasana sedang panas.

baca juga

Kita bisa memilih mengambil jeda ketika pikiran mulai penuh. Dan kita bisa memilih untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik tanpa harus menunggu keadaan di sekitar berubah terlebih dahulu.

Tetap positif bukan berarti menutup mata terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan. Justru, menjadi positif berarti cukup sadar untuk mengetahui mana yang perlu dihadapi, mana yang perlu dilepaskan, dan mana yang tidak perlu dibawa pulang ke dalam pikiran.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.