Talenta pesepak bola diaspora Indonesia tidak hanya tersebar di Eropa, tetapi juga di Amerika. Salah satunya adalah Ethan Kohler.
Ethan Kohler adalah pesepak bola berkewarganegaraan Amerika Serikat yang bermain bagi klub New England Revolution. Sekilas, mungkin tidak ada yang menyangka bahwa ia punya darah Indonesia, namun demikianlah kenyataannya.
Darah Indonesia Ethan mengalir dari pihak ibunya, di mana neneknya diketahui berasal dari Bali. Sementara itu, dari pihak ayahnya, ia punya darah Jerman.
Soal sepak bola, Ethan lebih dekat dengan Jerman ketimbang Indonesia. Ia pernah menimba ilmu di klub Werder Bremen dan SC Verl. Awalnya, ia terlebih dahulu bermain di AS bersama akademi San Jose Earthquakes dan Oakland Roots. Kemudian, pada Juli 2023, petualangannya bersama Werder Bremen dimulai.
Saat baru bergabung dengan Werder Bremen, Kohler merumput di tim U-19. Ia berada di sana pada musim 2023โ2024, lalu ke Werder Bremen II pada musim berikutnya. Saat menghuni tim lapis kedua Die Werderaner, ia sempat dipinjamkan ke SC Verl selama setengah musim, lalu kembali ke Werder Bremen II.
Masa peminjamannya dari Werder Bremen II ke SC Verl habis pada akhir tahun 2025, Kohler tak lanjut bermain di klub beken Jerman itu. Ia memutuskan kembali ke AS untuk menerima pinangan dari New England Revolution.
Jadilah, pemain berposisi bek tengah itu berseragam New England Revolution hingga sekarang. Meski usianya masih terbilang muda, yakni 21 tahun, ia sudah sering dipercaya untuk mengisi pos lini belakang The Revs. Di kompetisi Major League Soccer (MLS) 2026, ia telah mencatatkan 27 penampilan di mana ia hampir selalu menjadi starter.

Ethan Kohler Berkewarganegaraan AS, tetapi Berjiwa Indonesia
Kohler memang warga negara AS. Akan tetapi, bukan berarti ia melupakan Indonesia sebagai tanah asal leluhurnya. Siapa sangka, ia ternyata pernah beberapa kali pergi ke Indonesia dan cukup dekat dengan kultur dan tradisi Indonesia.
Soal makanan misalnya. Lidahnya sangat akrab dengan makanan Indonesia. Ia bahkan bisa memasak nasi goreng sendiri berkat diajari oleh sang nenek.
โNenek mengajari saya caranya memasak makanan Indonesia. Saya akan menghubungi dia jika saya memasak sekarang,โ ujar Kohler dalam sebuah wawancara dengan Revolution Soccer pada Mei 2026 lalu.
Bagi Kohler, keluarga termasuk sang nenek memang sangat penting. Inisial nama-nama anggota keluarganya bahkan tertulis dalam tato di lengannya. Ia pun punya gelang Tridatu, aksesori tradisional Bali yang dipercaya bisa memberikan perlindungan spiritual kepada pemakainya.
Lagi-lagi, ada peran besar sang nenek di situ. Dari nenek, Kohler belajar tentang nilai-nilai keagamaan.
โPunya budaya yang terikat dengan kita adalah hal yang sangat penting, begitu pula dengan punya orang tua yang luar biasa, baik, dan jujur. Itulah tempat di mana saya punya hubungan,โ katanya.
Banyak pula orang Indonesia yang mengenal Kohler. Serunya, mereka kerap memberinya pesan dukungan melalui media sosial.
โSaya mendapat dukungan dari orang-orang Indonesia lewat media sosial. Saya dan anggota keluarga saya mencintai sepak bola juga, jadi saya didukung mereka,โ lanjut Kohler.
โMereka menonton pertandingan-pertandingan saya dan saya merasa sangat bangga bisa membanggakan mereka dan nenek,โ pungkasnya.
ย


