Kawan yang mengikuti perkembangan sepak bola Eropa mungkin mendengar nama Petteri Pennanen jadi pembicaraan belakangan ini. Ia adalah eks pemain yang pernah merumput di Indonesia bersama Tira Persikabo beberapa tahun silam dan kini bermain di Eropa dan berkesempatan tampil di kompetisi tingkat benua.
Nama Pennanen banyak dibicarakan lantaran gol indahnya saat membela klubnya, KuPS, menghadapi Trabzonspor di ajang Conference League, Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam laga tersebut, Pennanen mencetak gol indah langsung dari sepak pojok ke gawang Trabzonspor yang dikawal Andrรฉ Onana. Tak ayal, aksinya itu pun mencuri perhatian publik.
Gol fenomenal Pennanen tercipta saat ia mengeksekusi sepak pojok dengan tendangan yang membuat bola melengkung tajam ke arah gawang. Bola dengan arah yang tak biasa itu tidak mampu diantisipasi oleh Onana dengan sempurna lantaran kiper Manchester United itu berada dalam posisi yang salah sehingga bola meluncur mulus ke dalam gawang tanpa hambatan.
Gol seperti demikian dikenal dengan nama golย olimpico. Di Indonesia, gol serupa juga pernah terjadi. Misalnya tiga tahun silam saat PSIS Semarang mengalahkan Arema FC 2-0 dalam laga pekan ketujuh Liga 1 2023โ2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu, 9 Agustus 2023. Kala itu, Septian David Maulana mencetak gol olimpico yang turut membawa PSIS menang 2-0.
Kembali ke laga KuPS vs Trabzonspor, golย olimpico Pennanen ternyata tidak mampu membawa timnya menang. Klub asal Finlandia itu pada akhirnya harus menelan kekalahan 2-4.

Petteri Pennanen Melangkah dari Tira Persikabo ke Kompetisi Eropa
Pennanen membela Tira Persikabo pada musim 2020 silam. Saat itu, ia bergabung pada bulan Januari untuk ikut berlaga di Liga 1. Akan tetapi, pandemi Covid-19 datang melanda hingga membuat perjalanannya di Indonesia hanya berlangsung singkat. Pada bulan Juli, ia pun memutuskan hengkang.
Saat meninggalkan Tira Persikabo, Pennanen hanya tampil tiga kali bersama Laskar Padjadjaran. Berdasarkan catatanย Flashscore, tidak ada gol maupun assist yang dicatatkannya untuk Tira Persikabo.
Setelah meninggalkan Tira Persikabo, Pennanen bergabung dengan KuPS. Baginya, klub tersebut sebetulnya tidak asing. Ia diketahui pernah dua kali memperkuat KuPS, yakni pada 2007โ2009 dan 2015โ2019.
Pennanen memang cuma sebentar di Indonesia. Akan tetapi, ia tampaknya punya kesan tersendiri terhadap sepak bola negeri ini. Menurutnya, Liga 1 adalah kompetisi yang permainannya sungguh keras. Ini berbeda dengan apa yang ditemukannya di luar lapangan di mana ia menilai orang Indonesia ramah-ramah.
"Liga 1 keras! Para pemain di sini benar-benar bertarung melakukan apa pun agar bisa menang. Bahkan kalau bisa berdarah, ya sampai berdarah. Ini sungguh berbeda dengan saat hidup normal, di luar lapangan mereka ramah-ramah," ujarnya dalam suatu wawancara dengan media Finlandia,ย Yle, pada tahun 2020.
"Saya pikir mereka tidak bisa marah, karena kenyataannya mereka sangat ramah dan kalem di luar lapangan. Tapi saat di lapangan, hal yang terjadi adalah sebaliknya," pungkasnya.
ย
ยย
ย


