Indonesia Women’s League (IWL) 2026 menandai babak baru sepak bola putri di negeri ini. Maklum saja, sudah sekian lama kompetisi putri mengalami kekosongan.
IWL 2026 dibuka dengan laga antara Garudayaksa Women menghadapi Persita Women di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026. Dalam laga tersebut, Persita Women mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Garudayaksa Women lewat gol dramatis dari Diana Anisa di penghujung laga.
Semangat dan antusiasme tinggi terpancar dari lapangan. Bagi pemain, ini bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah tentang kerinduan yang akhirnya terbayar. Bagaimana tidak, sudah lama para pemain menantikan panggung yang bisa menjadi tempat tampilnya aksi-aksi terbaik mereka.
Hal itu misalnya diakui oleh pemain Garudayaksa Women, Ellen Tria Ferlika. Timnya memang menelan kekalahan, namun ia tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya melihat roda kompetisi sepak bola putri bergulir lagi.
“Cukup antusias ya, semua pemain pastinya menunggu-nunggu hadirnya liga ini,” ujar Ellen.
Bagi Ellen dan mungkin pemain-pemain lainnya, IWL adalah tempat mereka untuk menaruh impian membela timnas Indonesia. Secara terang-terangan, Ellen mengaku IWL memang dianggap sebagai ajang pembuktian diri bahwa seorang pemain layak mengenakan seragam dengan lambang Garuda di dada.
“Pertandingan berjalan cukup panas. Semua pemain ingin memberikan yang terbaik dan berjuang membuktikan kualitas diri agar bisa bersaing masuk ke tim nasional,” kata Ellen.
Terakhir kali Indonesia memiliki kompetisi sepak bola putri profesional adalah pada 2019. Kala itu, PSSI menggelar Liga 1 Putri yang melibatkan 10 tim. Pada akhir musim, Persib Putri keluar sebagai juara.
Sementara itu di IWL 2026, ada enam tim yang bersaing di mana pertandingan dijadwalkan digelar pada Oktober 2026 hingga Januari 2027 sebelum memasuki bulan Ramadan. Pada musim perdana ini, seluruh pertandingan dipusatkan di wilayah Jabodetabek demi efisiensi operasional.
Sistem turnamen menggunakan format triple round-robin pada fase reguler, yang berarti setiap tim akan saling bertanding sebanyak tiga kali. Setelah melewati fase reguler dengan total 15 pertandingan per klub, empat tim teratas di klasemen akan melaju ke babak gugur. Mereka akan bertanding di babak semifinal hingga final untuk memperebutkan gelar juara.

PSSI Menyambut Baik IWL
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyambut baik bergulirnya IWL. PSSI yakin kualitas sepak bola putri Indonesia akan semakin meningkat dan mampu bersaing di level internasional dengan adanya kompetisi resmi.
"Kita lihat pembukaan tadi berjalan bagus, kita berikan yang terbaik, tidak ada perbedaan dengan lelaki dan perempuan. Pembukaan yang saya rasa sangat-sangat optimistis. Mudah-mudahan pertandingannya berjalan baik," kata Ketum PSSI, Erick Thohir.
Erick menegaskan tidak ada perbedaan antara sepak bola lelaki dan wanita. Ia juga menyampaikan kompetisi ini wadah penting untuk menambah jam terbang para pemain dan menargetkan agar IWL mampu melahirkan banyak pemain berkualitas untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional hingga Piala Dunia.
"Menariknya, dua pertandingan awal telah memperlihatkan banyak talenta baru dari kelompok usia U-17 hingga senior yang sebelumnya tidak terpantau kini mulai bermunculan," ujarnya.
Tak hanya bagi pemain, IWL juga memberikan hiburan tambahan kepada masyarakat. Terbukti, di Stadion Madya terlihat sejumlah suporter memadati tribune untuk mendukung klub kesayangannya.
"Masyarakat yang selama ini menantikan kompetisi sepak bola wanita kini diundang untuk hadir langsung ke stadion guna membuktikan dukungannya secara nyata kepada klub dan para pemain timnas yang tersebar di berbagai klub," pungkas Erick.


