Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali menggaungkan kampanye Baca Tanpa Batas (BTB), sebuah inisiatif penggalangan dukungan publik untuk membantu lebih dari 5.000 anak Papua. Fokus aksi ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembagian paket penunjang literasi dalam bentuk alat tulis sekolah, selimut, dan paket peralatan bekal sekolah.
WVI sendiri sudah mendampingi lebih dari empat tahun pendampingan, dan mendorong peningkatan akses literasi melalui berbagai program dan aktivitas. Penelitian WVI pada 2025 di wilayah Biak, Sentani, Sarmi, dan Pegunungan Tengah, Papua menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa kelas tiga sekolah dasar hanya 32 persen sebelum mendapatkan intervensi pendidikan yang lebih komprehensif.
Padahal, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sekolah, guru, atau buku pelajaran. Tersedianya kebutuhan dasar pendukung juga menjadi aspek yang penting agar anak-anak bisa belajar dengan baik. Bisa juga kamu tambahkan berbagai program dan aktivitas itu apa. Demi mewujudkan misi itu Baca Tanpa Batas menghadirkan berbagai bentuk dukungan untuk membantu permasalahan edukasi ini, seperti mengadakan motor pustaka, membangun rumah baca, sudut baca, dan perpustakaan digital, serta membagikan buku-buku cerita anak, bersama dengan masyarakat yang turut mendukung kampanye ini.

"Di sejumlah daerah Indonesia termasuk di wilayah Papua, kebutuhan penunjang sekolah seringkali diabaikan karena menjadi beban biaya bagi banyak keluarga yang terbatas secara ekonomi. Padahal, aspek tersebut juga penting untuk menunjang kenyamanan dan membangun rasa giat belajar pada anak. Melalui kampanye Baca Tanpa Batas yang sudah hadir sejak 2023, kami ingin mengajak masyarakat mendukung menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak Papua," kata Angelina Theodora selaku National Director WVI.
Semua anak memiliki hak dasar untuk mengenyam pendidikan yang layak agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, termasuk anak Papua. Namun, tantangan pendidikan di Papua, selain berkaitan dengan akses dasar terhadap fasilitas pendidikan, juga mencakup dalam akses alat-alat pendukung lingkungan belajar yang memadai. Banyak keluarga di komunitas rentan juga berjuang memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarga sehingga kebutuhan peralatan pendukung pendidikan seringkali terabaikan.
Mama Siska sebagai penerima manfaat WVI dari Sentani memiliki pengalaman saat melakukan pendampingan terhadap cucunya. Ia berusaha sekreatif mungkin dalam memberi pendampingan meskipun berada di situsasi serba terbatas.

"Cucu saya, Tina suka membaca walaupun hanya pendek-pendek saja. Saya suka mendampinginya membaca supaya Tina bisa baca sebelum masuk SD. Untuk membantu anak-anak tertarik membaca/belajar, saya juga menempelkan gambar-gambar seperti pohon dan hewan atau membuat kerajinan tangan sederhana dari kertas. Dengan kondisi desa saya yang jauh dari kota, sangat sulit untuk mendapatkan akses peralatan sekolah seperti paket alat tulis (buku tulis, pensil, pena, dan lain-lain). Kami sangat terbantu jika ada bantuan paket literasi ini agar anak-anak jadi semangat untuk belajar," kata Mama Siska.
Kampanye Baca Tanpa Batas kembali hadir untuk mengajak masyarakat luas memberi dukungan kepada anak-anak Papua agar tetap semangat belajar dan bercita-cita. Kontribusi sekecil apa pun dapat membantu menciptakan ruang yang lebih aman, nyaman, dan mendukung bagi anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.


