Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Provinsi Sulawesi Utara adalah kabupaten/kota dengan nama terpanjang di Indonesia. Namanya diambil dari tiga pulau utama yang ada di kabupaten tersebut.
Ibu kota kabupaten ini berada di Ondong. Wilayah ini berbatasan langsung dengan perairan laut yang menjadi jalur penting di bagian utara Sulawesi.
Kabupaten dengan Nama Terpanjang di Indonesia
Melansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, kabupaten ini tercatat sebagai nama kabupaten atau kota paling panjang di seluruh Indonesia. Ada 32 karakter termasuk spasi dan 29 huruf.
Nama ini sebetulnya merupakan gabungan dari tiga nama pulau besar di wilayah tersebut, yakni Pulau Siau, Pulau Tagulandang, dan Pulau Biaro. Penggabungan ini dilakukan untuk merepresentasikan identitas serta kesatuan masyarakat di ketiga pulau utama itu.
Dalam keseharian maupun administrasi pemerintahan, daerah ini lebih populer disebut dengan Kabupaten Sitaro. Penggunaan singkatan itu dianggap mempermudah penyebutan tanpa menghilangkan makna historis dari tiga wilayah utamanya.
Sejarah dan Profil Singkat Kabupaten Sitaro
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro resmi terbentuk sebagai daerah otonom dari hasil pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pembentukan daerah ini disahkan melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007 yang diterbitkan pada 2 Januari 2007.
Uniknya, kabupaten ini berdiri otonom berkat perjuangan masyarakat dan tokoh publik setempat. Proses pengusulannya didorong oleh panitia pembentukan kabupaten yang diketuai oleh Drs. Jason Denti Sagune.
Akhirnya, setelah lika-liku panjang, pemerintah meresmikan Kabupaten Sitaro pada 23 Mei 2007. Saat itu juga, Idrus Mokodompit dilantik sebagai Pejabat Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang pertama.
Kawan GNFI, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Sitaro memiliki total luas wilayah daratan mencapai 218,22 kilometer persegi. Luas daratan ini terbagi ke dalam pulau-pulau yang tersebar di kawasan perairan Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, wilayah kabupaten ini memiliki 44 pulau, baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Pulau terluas berada di kawasan Siau Timur, sementara kecamatan dengan jumlah pulau terbanyak adalah Siau Timur Selatan dan Biaro.
Untuk menunjang tata kelola pemerintahan, kabupaten ini terbagi menjadi 10 kecamatan, 10 kelurahan, dan 83 desa. Sebagian besar pemukiman penduduk atau desa di Sitaro terletak di wilayah pesisir pantai serta kawasan lereng perbukitan.
Lebih lanjut, melansir dari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dalam Angka 2026 terbitan BPS, jumlah penduduk di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tercatat sebanyak 72.989 jiwa. Sebaran penduduk terkonsentrasi paling banyak di Kecamatan Siau Timur, sedangkan Kecamatan Siau Tengah memiliki jumlah penduduk paling sedikit.
Mayoritas masyarakat menggantungkan mata pencaharian utamanya pada sektor primer. Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi tulang punggung utama perekonomian warga di kepulauan ini.
Komoditas perkebunan yang menjadi andalan masyarakat antara lain tanaman kelapa, pala, dan cengkih. Selain itu, dikarenakan kabupaten ini merupakan kepulauan, banyak di antara masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan.
Berada di Kawasan Cincin Api Pasifik
Kawan GNFI, ada yang unik dari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Usut punya usut, ternyata wilayah kabupaten ini terletak di jalur gunung api aktif atau Cincin Api Pasifik.
Di Pulau Siau ada Gunung Karangetang yang dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Gunung ini tercatat telah mengalami puluhan kali erupsi sepanjang sejarah yang pernah dicatat.
Mengutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), letusan gunung ini tercatat pertama kali di tahun 1675. Gunung Karangetang juga tercatat pernah erupsi di tahun 1941, 1962, 1965, 1976, 1997, 2010, dan 2019.
Di bulan Juli 2026, Gunung Karangetang kembali aktif. BNPB mencatat ada puluhan gempa yang terjadi selama periode 1-11 Juli.
Selain Karangetang, terdapat Gunung Ruang yang berlokasi di Pulau Tagulandang dan sama-sama memiliki riwayat letusan aktif. Aktivitas vulkanik kedua gunung berapi ini ikut membentuk kesuburan tanah di wilayah sekitar kepulauan.


