legenda petri idjo di danau laut tawar cerita rakyat dari aceh - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Petri Idjo di Danau Laut Tawar, Cerita Rakyat dari Aceh

Legenda Petri Idjo di Danau Laut Tawar, Cerita Rakyat dari Aceh
images info

Legenda Petri Idjo di Danau Laut Tawar, Cerita Rakyat dari Aceh | Magnific AI


Legenda Petri Idjo di Danau Laut Tawar adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Aceh. Legenda ini berkisah tentang seorang gadis yang menyadari akan menikahi kakak kandungnya sendiri.

Karena tidak bisa menerima kenyataan, sang gadis tersebut kemudian menghilang di Danau Laut Tawar dan menjadi penunggu di sana. Bagaimana kisah dari legenda Petri Idjo dalam cerita rakyat tersebut?

Legenda Petri Idjo di Danau Laut Tawar, Cerita Rakyat dari Aceh

Dinukil GNFI dari buku Maini Trisna Jayawati, dkk., yang berjudul Cerita Rakyat dan Objek Pariwisata di Indonesia: Teks dan Analisis Latar, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga di sebuah desa di Tanah Gayo. Keluarga tersebut memiliki dua orang anak.

Anak tertua merupakan laki-laki yang berusia tiga tahun. Sementara itu, anak bungsunya merupakan perempuan yang masih berusia satu tahun.

baca juga

Ketika itu, kedua orang tuanya memberikan cincin kepada anak-anak mereka. Cincin ini digunakan agar mereka tetap bisa saling mengenal saat dewasa nanti walau sudah hidup jauh terpisah.

Tidak lama sejak saat itu, kedua orang tua anak ini meninggal dunia. Mereka pun menjadi anak yatim piatu sejak momen tersebut.

Akhirnya kedua anak ini dirawat oleh kakek dan nenek mereka. Oleh kakeknya, cucu laki-lakinya disuruh untuk menuntut ilmu ke kampung lain.

Sementara itu, sang adik akan tinggal di rumah kakek dan neneknya. Anak laki-laki itu pun memenuhi perkataan dari kakeknya tersebut.

Berangkatlah anak laki-laki tersebut menjalankan perintah kakeknya. Dia pun berpisah dengan sang adik sejak usia belia.

Seiring berjalannya waktu, kedua anak ini pun mulai tumbuh dewasa. Anak perempuan yang dulunya gadis belia tumbuh menjadi wanita yang cantik rupawan.

Sayangnya ketika dirinya beranjak dewasa, kakek dan neneknya meninggal dunia. Kini dia hanya hidup sebatang kara di kampung tersebut.

Di kampung seberang, sang kakak pun tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan rupawan. Karena merasa ilmunya sudah cukup, sang kakak memutuskan untuk pergi dari sana menyebarkan ilmu agama yang dia dapatkan.

baca juga

Sang kakak pun pamit kepada gurunya. Setelah itu, dia mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya.

Pada suatu hari, sampailah sang kakak di kampung di tepi Danau Lau Kawar. Karena meninggalkan kampung halamannya sejak kecil, sang kakak tidak terlalu ingat dengan daerah asalnya itu.

Dia pun memutuskan untuk tinggal di masjid yang ada di kampung tersebut. Pada saat waktu Subuh tiba, sang kakak mengumandangkan suara azan di sana.

Hal ini tentu menarik perhatian masyarakat sekitar. Akhirnya masyarakat mendatangi masjid tersebut dan menuntut ilmu agama padanya.

Masyarakat menerima dengan baik kehadiran pemuda tersebut. Sebagai balasan, mereka berniat untuk menjodohkannya dengan seorang gadis cantik di kampung tersebut.

Sang kakak pun berjumpa dengan gadis yang dimaksud tersebut. Masyarakat berkata jika gadis itu sudah yatim piatu sejak lama.

Sebenarnya gadis itu adalah sang adik yang sudah berpisah dengan dirinya sejak lama. Namun keduanya tidak saling mengenal karena tidak pernah berjumpa sejak kecil dulunya.

Ternyata benih cinta tumbuh dalam diri kedua sejoli tersebut. Pesta pernikahan pun mulai dirancang oleh masyarakat untuk mereka.

baca juga

Pada malam sebelum menikah, pemuda itu menitipkan cincin yang dia pakai pada gadis tersebut. Begitu menerima cincin itu, muncul rasa sesak di dalam dada gadis tersebut.

Dirinya sadar jika calon suaminya ternyata adalah kakak kandungnya sendiri. Karena tidak sanggup menerima keadaan, gadis itu kemudian lari ke arah danau dan menghilang di sana.

Konon sang gadis diyakini menjelma menjadi Petri Idjo dan masih berada di Danau Laut Tawar hingga saat ini.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.