legenda 4 datuk yang menggemparkan kerajaan johor cerita rakyat dari jambi - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda 4 Datuk yang Menggemparkan Kerajaan Johor, Cerita Rakyat dari Jambi

Legenda 4 Datuk yang Menggemparkan Kerajaan Johor, Cerita Rakyat dari Jambi
images info

Legenda 4 Datuk yang Menggemparkan Kerajaan Johor, Cerita Rakyat dari Jambi | Magnific AI


Ada sebuah cerita rakyat dari Jambi yang berkisah tentang 4 orang datuk, yakni Datuk Beremban Besi, Datuk Dubalang Suridiraja, Datuk Panglima Anggun, dan Datuk Poyang Pekak. Menurut legendanya, keempat datuk ini sempat membuat gempar Kerajaan Johor dulunya.

Bagaimana kisah lengkap dari keempat datuk tersebut?

Legenda 4 Datuk yang Menggemparkan Kerajaan Johor, Cerita Rakyat dari Jambi

Dinukil GNFI dari buku Parasian Simamora yang berjudul Cerita Rakyat Daerah Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, alkisah pada zaman dahulu berdiri sebuah kerajaan di Jambi. Seperti halnya kerajaan lain, negeri ini dipimpin oleh seorang raja.

Kerajaan tersebut berada di tepi Sungai Batang Hari. Setiap hari penduduk di kerajaan tersebut menggunakan perahu sebagai alat transportasi mereka.

Posisi kerajaan yang strategis membuat negeri tersebut juga bersahabat dengan kerajaan lainnya. Bahkan negeri tersebut juga bersahabat dengan kerajaan-kerajaan Melayu lain yang ada di negeri seberang.

Kerajaan Johor menjadi salah satu kerajaan yang bersahabat dekat dengan mereka. Hubungan hangat antara kedua kerajaan ini sudah terjalin sejak lama.

Namun hubungan hangat ini sempat terganggu karena suatu kejadian. Raja Johor tiba-tiba menikahi putri dari raja di Kerajaan Jambi tersebut yang tidak mengikuti ketentuan adat.

baca juga

Momen ini dianggap sebagai bentuk penghinaan oleh Raja Jambi. Alhasil Raja Jambi berniat untuk memberikan pelajaran bagi Kerajaan Johor.

Raja Jambi kemudian memanggil seorang panglima yang terkenal dengan kemampuannya dari daerah Bungin Petar. Panglima tersebut bernama Datuk Beremban Besi.

Mendapatkan panggilan dari sang raja, Datuk Beremban Besi pun bergegas menuju istana. Begitu tiba di sana, Datuk Beremban Besi mendengarkan permintaan sang raja dengan seksama.

Datuk Beremban Besi pun bersedia untuk mengemban tugas penting tersebut. Namun dia meminta izin untuk mengajak tiga temannya untuk ikut membantu dalam perjuangan itu.

Raja Jambi menerima permintaan Datuk Beremban Besi. Sang panglima kemudian memanggil tiga datuk yang juga dikenal dengan kekuatannya, yakni Datuk Dubalang Suridiraja, Datuk Panglima Anggun, dan Datuk Poyang Pekak.

Ketiga datuk ini pun memenuhi permintaan Datuk Beremban Besi. Sebelum berangkat ke Kerajaan Johor, mereka mengirim mata-mata ke sana terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan di negeri yang akan mereka tuju.

Dari informasi yang didapatkan dari mata-mata, Kerajaan Johor ternyata memiliki benteng pertahanan yang kokoh. Selain itu, para penjaga selalu bersiap menjaga negeri tersebut dari serangan luar.

Keempat datuk ini kemudian mulai menyusun strategi. Datuk Panglima Anggun pun menyampaikan sebuah ide.

Dia berkata jika mereka mesti membawa sebuah meriam. Nantinya meriam itu akan menembakkan Datuk Poyang Pekak ke dalam benteng dan membukakan pintu untuk mereka.

Ketiga datuk lain sepakat dengan ide tersebut. Akhirnya mereka mempersiapkan semua keperluan untuk pergi ke Kerajaan Johor.

Kerasnya lautan mereka lalui bersama. Tidak butuh waktu lama, keempat datuk ini sampai di luar Kerajaan Johor.

Sesuai rencana, mereka pun menembakkan Datuk Poyang Pekak ke dalam benteng. Sementara itu, ketiga datuk lainnya menunggu di luar benteng.

Rencana mereka berjalan lancar. Berkat kelihaiannya, Datuk Poyang Pekak berhasil membuka pintu benteng untuk ketiga datuk lainnya.

Namun pertempuran langsung pecah saat itu juga. Keempat datuk ini dengan gagah berani mengalahkan para prajurit yang menghadang mereka.

baca juga

Banyak prajurit dari Kerajaan Johor yang gugur dalam pertarungan itu. Setelah dirasa cukup memberikan pelajaran, keempat datuk ini mengambil beberapa harta rampasan perang dan kembali meninggalkan Kerajaan Johor.

Tujuan awal mereka memang hanya untuk memberikan pelajaran agar kerajaan tersebut tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari. Oleh sebab itu, keempat datuk ini tidak perlu menaklukkan kerajaan tersebut.

Keempat datuk ini kemudian menghadap Raja Jambi begitu kembali ke daerah asalnya. Mereka pun menyerahkan semua harta rampasan perang yang didapatkan.

Raja Jambi tertegun dengan kekuatan serta kemurahan hati mereka. Sebagai bentuk rasa terima kasih, keempat datuk tersebut kemudian diberikan semua harta rampasan perang yang berhasil mereka dapatkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.