peran indonesia di balik perjuangan panjang timor leste masuk asean - News | Good News From Indonesia 2026

Peran Indonesia di Balik Perjuangan Panjang Timor Leste Masuk ASEAN

Peran Indonesia di Balik Perjuangan Panjang Timor Leste Masuk ASEAN
images info

KTT ASEAN di Malaysia pada 26 Oktober 2025. | ASEAN


Bagi Timor Leste, bergabung dengan ASEAN adalah sebuah perjalanan panjang. Dalam perjalanan itu, ada peran Indonesia.

Timor Leste resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada momen Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Malaysia pada 26 Oktober 2025. Ini sekaligus mengakhiri penantian Timor Leste selama 14 tahun lamanya untuk bisa menjadi bagian dari ASEAN.

"Sejak kami merdeka, kami berpikir masuk ASEAN ini seperti dulu negara lain masuk. Otomatis masuk karena ada di lokasi geografis," ujar Konselor Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia, Domingos Savio, saat mengunjungi redaksi GNFI di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Sebagai organisasi yang menghimpun negara-negara Asia Tenggara, sudah tentu anggotanya wajib berada di sana. Hanya saja, itu bukan satu-satunya persyaratan. Ada pula sederet kewajiban lain yang juga harus dipenuhi, mulai dari membuka kedutaan besar di setiap negara anggota, mengikuti seluruh konferensi, hingga patuh terhadap setiap kesepakatan.

Timor Leste sudah berkeinginan menjadi anggota ASEAN sejak merdeka pada 2002 dan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota sejak 2011. Sebelum menjadi anggota pada 2025, negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia itu terlebih dahulu memperoleh prinsip kesepakatan dan status pengamat (observer) dalam KTT di Phnom Penh pada 2022.

Sejak awal, Indonesia sudah mendukung agar Timor Leste menjadi anggota ASEAN. Akan tetapi, beberapa negara menolak karena menganggap Timor Leste belum siap, terutama secara ekonomi. Ada kekhawatiran keberadaan Timor Leste justru akan membebani ASEAN.

"Ketika kami masuk, kami jadi observer, jadi guest of the chair bertahun-tahun. Di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia push agar Timor Leste masuk, tapi ASEAN bilang harus apply," lanjut Savio.

Sebagai diplomat, Savio terjun langsung memperjuangkan Timor Leste agar diterima ASEAN. Ia mengaku berkali-kali mendapat pertanyaan soal kesiapan negaranya menjadi anggota.

"Jawaban saya selalu begini: Kami siap bergabung kemarin. Bukan besok, juga bukan tahun depan, apalagi 10 tahun lagi, tapi kemarin," katanya seraya tertawa.

Konselor Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia, Domingos Savio

baca juga

Menjawab Keraguan soal SDM Timor Leste

Salah satu aspek yang paling disorot negara-negara ASEAN dari Timor Leste adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki negara tersebut. Itu pula yang dulu sempat menghambat langkah Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN.

Pada 2016, Timor Leste sudah memenuhi syarat memiliki kedutaan di 10 negara anggota ASEAN. Pada tahun yang sama, sebuah kajian yang dilakukan untuk aksesi keanggotaan ASEAN menilai Timor Leste kekurangan SDM untuk mengembangkan negaranya. Hasil studi inilah yang menimbulkan keraguan anggota ASEAN untuk menerima Timor Leste.

Menurut Savio, Timor Leste sesungguhnya serius dalam mengembangkan SDM-nya. Ia menyebut Timor Leste punya ribuan dokter yang dididik di Kuba, plus banyak warga Timor Leste yang bersekolah di berbagai negara.

"Misalnya kita kirim orang ke Australia untuk sekolah, Selandia Baru, China, Vietnam, Jepang, Korea Selatan. Jadi ribuan orang lulus dari berbagai negara, ini orang tidak tahu," katanya lagi.

Lagi-lagi, Indonesia punya peran dalam upaya Timor Leste untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Dari sekian banyak negara yang jadi tujuan Timor Leste untuk menyekolahkan warganya, Indonesia adalah salah satunya.

"Lulusan dari Australia ada 500 orang, Anda bisa cek ke Kedubes Australia. Selandia Baru hampir 500 orang. Brasil hampir 500 orang. Portugal ribuan. Lulusan Indonesia itu tidak bisa dihitung," pungkas Savio.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.