ada patung raja ali haji di turkmenistan tokoh nusantara yang dihormati dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Ada Patung Raja Ali Haji di Turkmenistan: Tokoh Nusantara yang Dihormati Dunia

Ada Patung Raja Ali Haji di Turkmenistan: Tokoh Nusantara yang Dihormati Dunia
images info

Patung Raja Ali Haji di Turkmenistan | turkmenistan.gov.tm


Nun jauh di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, ada patung pahlawan Indonesia yang termasyhur. Sosok yang diabadikan itu adalah seorang pahlawan literatur asal Nusantara, Raja Ali Haji.

Bagi sebagian orang, mungkin namanya masih asing. Namun, Raja Ali Haji sejatinya adalah sosok di balik karya sastra yang sangat terkenal di Indonesia, Gurindam Dua Belas.

Monumen Raja Ali Haji di Turkmenistan ini sangat istimewa. Bagaimana tidak, patung ini berdiri di sebuah tempat yang berjarak sekitar 6.600 kilometer dari tanah kelahirannya di Kepulauan Riau.

Hal ini membuktikan bagaimana kontribusi Raja Ali Haji di bidang literatur sangat dihargai di dunia internasional.

Berdiri di Taman Magtymguly Pyragy Bersama Tokoh Dunia

Patung Raja Ali Haji ditempatkan di Kompleks Taman Budaya Magtymguly Pyragy, sebuah kawasan terbuka hijau seluas 41 hektare di kaki Pegunungan Kopetdag, pinggiran selatan Ashgabat.

Melansir dari situs resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, monumen berbahan perunggu murni dan memiliki tinggi sekitar 3,5 meter.Di bagian tumpuan patung, terpahat identitas lengkap beserta keterangan yang menguraikan jasanya sebagai sejarawan, teolog, dan ahli tata bahasa.

Menariknya, sosok Raja Ali Haji berdiri berdampingan dengan 23 patung pahlawan sastra, penyair, dan pemikir ternama dunia lainnya dari beragam era peradaban.

Di taman tersebut, pengunjung dapat menjumpai figur-figur legendaris seperti William Shakespeare dari Inggris, Dante Alighieri dari Italia, hingga Johann Wolfgang von Goethe dari Jerman. Hadir pula monumen sastrawan besar lainnya, mulai dari Rabindranath Tagore asal India, Yasunari Kawabata dari Jepang, hingga pujangga klasik Tiongkok, Du Fu.

baca juga

Seluruh 24 patung tokoh dunia setinggi 3,5 meter ini mengitari monumen sentral di taman tersebut, yakni patung kolosal Magtymguly Pyragy yang berdiri menjulang setinggi 60 meter.

Kawan GNFI, mengutip dari situs resmi Pemerintah Turkmenistan, taman budaya megah ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov pada 17 Mei 2024 lalu.

Pembangunannya digagas oleh Pemimpin Nasional Rakyat Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedov, bertepatan dengan momentum peringatan 300 tahun hari lahir Magtymguly Pyragy.

Magtymguly Pyragy merupakan tokoh sufi, penyair nasional. Ia juga dikenal sebagai filsuf terkemuka yang menjadi sosok paling berpengaruh dalam sejarah sastra Turkmenistan.

Melalui kompleks ini, Turkmenistan ingin menyampaikan pesan perdamaian universal sekaligus komitmen diplomasi untuk menghormati pahlawan kebudayaan dari berbagai negara sahabat. Pemerintah setempat melakukan kurasi khusus terhadap pemikir dan sastrawan mancanegara yang dinilai telah memberikan sumbangsih abadi bagi peradaban dunia.

Raja Ali Haji terpilih mewakili dunia Melayu dan Nusantara berkat jasanya meletakkan fondasi tata bahasa serta melahirkan karya-karya sastra yang bernilai tinggi.

Mengenal Sosok Raja Ali Haji dan Warisan Abadinya

Lahir sekitar tahun 1808 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Raja Ali Haji dikenal luas sebagai ulama, sejarawan, dan sastrawan terkemuka abad ke-19. Ia adalah bangsawan keturunan Bugis dan Melayu, sekaligus cucu dari pahlawan ternama Yang Dipertuan Muda IV Kesultanan Lingga-Riau, Raja Haji Fisabilillah.

Salah satu warisan monumentalnya adalah penyusunan buku Pedoman Bahasa dan Kitab Pengetahuan Bahasa, yang tercatat sebagai kamus ekabahasa pertama di Nusantara. Standar tata bahasa Melayu baku yang dirumuskannya itulah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal bahasa persatuan, bahasa Indonesia, pada Kongres Pemuda 1928.

Di bidang sastra, ia melahirkan karya klasik Gurindam Dua Belas pada 1846 yang memuat tuntunan moral serta etika hidup bermasyarakat. Karya tersebut menjadi pembaru arus kesusastraan pada zamannya dan terus dipelajari hingga sekarang.

Atas dedikasi besarnya dalam memajukan bahasa dan literasi, pemerintah Republik Indonesia menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Raja Ali Haji pada 5 November 2004.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.