ada misi mencegah kebun sawit ilegal bupati siak turun tangan tanam pohon di lahan bekas karhutla - News | Good News From Indonesia 2026

Ada Misi Mencegah Kebun Sawit Ilegal, Bupati Siak Turun Tangan Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla

Ada Misi Mencegah Kebun Sawit Ilegal, Bupati Siak Turun Tangan Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla
images info

Salah satu pohon yang ditanam Bupati Siak Afni Zulkifli diberi nama Pohon Jenderal Herry.


Empat setengah hektare lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, Riau, tidak dibiarkan percuma. Malahan, ada upaya penanaman kembali agar lahan kembali hijau.

Bukan cuma itu, penanaman pohon rupanya juga merupakan usaha preventif agar lahan tidak beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Lokasi yang ditanami merupakan lahan milik kawasan BUMD Siak yang sebelumnya terbakar.

"Biasanya setelah Karhutla, lahan yang sudah terbakar berubah menjadi kebun sawit. Jadi karena ini kawasan BUMD, kami langsung melakukan penanaman bersama," kata Afni.

baca juga

Yang menarik, usaha ini tidak hanya dilakukan masyarakat. Bupati Siak, Afni Zulkifli malah yang terjun langsung menanam pulai dan petai bersama TNI, Polri, organisasi masyarakat, Pramuka, dan sejumlah unsur lainnya pada Jumat (9/10/2026).

Sebagai informasi, pulai (Alstonia scholaris) merupakan pohon berkayu yang dapat tumbuh tinggi. Batangnya tegak dengan kulit batang berwarna abu-abu keputihan, sementara daunnya berbentuk lonjong dan tumbuh berkelompok pada satu ruas. Pohon ini cukup umum ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, petai (Parkia speciosa) merupakan pohon buah yang dapat tumbuh tinggi dengan tajuk yang cukup lebar. Ciri yang paling mudah dikenali adalah buahnya yang berbentuk polong panjang dan berisi biji berwarna hijau. Biji petai dikenal sebagai bahan makanan dan biasa disantap sebagai lalapan atau diolah dalam berbagai masakan.

Siak, Salah Satu Daerah yang Rentan Kebakaran Lahan

Sepanjang 2026, Siak berhadapan dengan ancaman karhutla yang tak bisa dianggap enteng.

baca juga

Hingga 29 Juni 2026, BPBD Kabupaten Siak mencatat 254 hotspot dan 45 fire spot. Dari 14 kecamatan yang ada, 11 di antaranya masuk wilayah rawan karhutla.

Nah, masalahnya, Siak punya hamparan lahan gambut dan kawasan perkebunan yang membuat stakeholders harus melakukan upaya pencegahan lebih ekstra sebelum api telanjur membesar. Petugas pun rutin berpatroli, memantau hotspot, dan memverifikasi titik panas bersama Masyarakat Peduli Api, pemerintah kampung, serta pihak kecamatan.

Sebab, kalau api sudah merambat ke gambut, urusannya bisa lebih panjang. Material organik di bawah permukaan tanah memungkinkan api terus membara meski kobaran di atasnya sudah padam.

Oleh karena itu, petugas tak bisa langsung angkat kaki setelah api di permukaan terlihat mati. Area terdampak masih perlu didinginkan dan diperiksa untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

baca juga

Gambaran peliknya terlihat dalam kebakaran sekitar 30 hektare di kawasan Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, pada akhir Agustus hingga awal September. Tim gabungan membutuhkan waktu tujuh hari untuk memadamkan api sekaligus mendinginkan area terdampak.

Kebakaran di Dayun bukan satu-satunya persoalan.

Hingga 10 September 2026, BPBD Siak mencatat luas karhutla di kabupaten tersebut mencapai 273,423 hektare. Dari jumlah itu, 111,33 hektare berada di kawasan hutan, sedangkan sisanya merupakan lahan masyarakat.

Pada 13 September, Siak sempat dinyatakan zero firespot setelah sejumlah kebakaran berhasil ditangani. Secara lebih luas, pada 27 September BPBD Riau juga melaporkan tidak ada lagi titik karhutla aktif di provinsi tersebut.

baca juga

Meski demikian, operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan untuk membasahi lahan, terutama gambut, agar tidak mudah terbakar ketika kembali kering. Upaya menjaga lahan agar tak kembali terbakar juga perlu dibarengi dengan pemulihan kawasan yang telanjur rusak.

Satu Pohon Diberi Nama Jenderal Herry

Pada saat penanaman pohon, ada salah satu pohon yang bernama "Pohon Jenderal Herry". Nama yang disematkan pada pohon yang ditanam Afni itu diberikan sebagai penghargaan kepada Komjen Pol Herry Heryawan. Dulunya ia adalah Kapolda Riau yang kemudian dipercaya menjadi Kabaharkam Polri.

"Saya berikan nama ini Jenderal Herry. Saya ingin pohon ini betul-betul dijaga dengan baik, bukan hanya asal tanam, tetapi betul-betul tumbuh," ujarnya.

Kawan, penanaman pohon pada 9 Oktober bukan pertama kalinya dilakukan oleh pemkab. Sebelumnya, Pemkab Siak menanam 5.050 bibit pohon di sepanjang sekitar 15 kilometer ruas Mempura-Dayun pada Juli 2026.

baca juga

Bibit yang ditanam terdiri atas pohon pelindung seperti trembesi dan angsana serta tanaman buah lokal seperti mangga, matoa, dan manggis.

Saat itu, Afni juga menekankan bahwa keberhasilan penghijauan tidak cukup dihitung dari jumlah bibit yang masuk ke tanah, tetapi dari kesediaan masyarakat merawatnya hingga tumbuh. Oleh karena itu, kesuksesan upaya menghijaukan lahan merupakan tanggung jawab bersama.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.