kereta logistik banyuwangijakarta sapi dan cabai naik rel - News | Good News From Indonesia 2026

Kereta Logistik Banyuwangi–Jakarta: Sapi dan Cabai Naik Rel

Kereta Logistik Banyuwangi–Jakarta: Sapi dan Cabai Naik Rel
images info

Kereta api dengan kontainer KALOG melintas di Stasiun Prabumulih, Sumatera Selatan. Foto: Akira Dheviant Jheyaresa/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).


KAI Logistik siap mengangkut sapi dan cabai, serta hasil pertanian lainnya untuk menjelajah negeri. Dulu sapi biasanya diangkut dengan kereta khusus ternak, tetapi kini gerbong dan peron khusus ternak sudah tidak tersedia lagi. Pengiriman ternak antarkota di Pulau Jawa pun lebih banyak mengandalkan transportasi darat.

Kereta api khusus ternak pernah beroperasi di tahun 1960-an sampai awal 2000-an. Akan tetapi, setelah itu angkutannya sudah tidak beroperasi lagi. Namun, kabarnya akhir September 2026 KAI Logistik siap menghidupkannya lagi.

Ternak dan Hasil Tani yang Siap Berkelana

Mulai akhir September 2026 kereta api logistik khusus hasil pertanian dan ternak siap beroperasi. Dengan tujuan Banyuwangi–Jakarta, kini pilihan distribusi hasil panen melalui jalur kereta api kembali terbuka. Titik muatnya dimulai dari Stasiun Argopuro dan Kalisetail, dan berakhir di Jakarta Gudang.

KAI Logistik menyediakan gerbong yang dimodifikasi dari kontainer untuk memuat ternak dan hasil panen, seperti sapi, buah, dan sayur. Menurut Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, sebagaimana disampaikan Pemkab Banyuwangi, KAI Logistik berencana menyediakan 20 gerbong untuk mengangkut ternak dan hasil pertanian dalam satu kali berangkat.

Layanan kereta api logistik ini direncanakan dapat membantu efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman maksimal 26 jam, mengingat hasil pertanian dan ternak yang tidak tahan lama di perjalanan. Pada layanan ini KAI Logistik berkolaborasi dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) sebagai mitra.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif rencana layanan ini. Menurutnya dengan adanya layanan ini, hasil pertanian dan peternakan Banyuwangi jadi memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

baca juga

Apa Artinya untuk Petani dan Peternak Banyuwangi?

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2025, struktur perekonomian di Banyuwangi masih didominasi oleh hasil pertanian, kehutanan dan perikanan.

Berdasarkan data BPS, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 26,28 persen terhadap struktur perekonomian Banyuwangi pada 2025 yang diukur melalui PDRB. Karena itu, distribusi hasil pertanian dan peternakan menjadi bagian penting bagi perekonomian Banyuwangi.

Adanya layanan kereta api logistik ini membuka pilihan baru untuk pendistribusian hasil panen dan ternak. Bogantara sendiri nantinya akan menangai penjemputan, packing, pemuatan, hingga distribusi ke konsumen di Jakarta. Akan tetapi, pertanyaannya, apakah layanan ini akan mudah diakses oleh petani kecil?

KAI Logistik memperkirakan waktu pengiriman maksimal 26 jam, sementara moda darat disebut menghadapi dinamika kondisi jalan yang dapat memengaruhi waktu tempuh.

Menurut Broer Rizal yang dilansir pada portal banyuwangikab (12/09/2026), durasi yang lebih singkat diharapkan membuat sapi lebih minim stres selama perjalanan dengan biaya yang tetap kompetitif.

Broer Rizal juga menyatakan bahwa Banyuwangi dipilih menjadi titik awal distribusi karena memiliki banyak komoditas, salah satunya sapi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, populasi sapi potong mencapai 82.462 ekor dengan produksi daging sebesar 3.738.311 kg di tahun 2025.

Pada dasarnya, manfaat ini dapat dirasakan petani ketika ternak dan hasil panen sampai pada tujuan dengan kondisi yang baik. Selain itu, mudahnya akses untuk petani dan peternak kecil juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan saat realisasi layanan ini.

baca juga

Catatan Kecil, 26 Jam untuk yang Mudah Layu dan Lelah

Ternak dan hasil panen memang dua hal yang butuh perhatian ekstra dalam pemasarannya. Ternak rentan terhadap stres jika kondisinya tidak stabil, begitu pula hasil panen yang rentan layu. Buah dan sayur segar yang sudah dipanen memiliki umur simpan yang pendek dan pendistribusian secara massal memungkinkan adanya risiko kehilangan pangan/food loss.

Berdasarkan Ihsan dan Derosya (2024), beberapa strategi untuk mengurangi risiko kehilangan pangan (food loss) antara lain memperhatikan kemasan dan ruang penyimpanan hasil panen. Penyesuaian suhu penyimpanan dapat membantu memperpanjang masa simpan, sementara kemasan berventilasi dapat mendukung proses pendinginan.

Beberapa kondisi lainnya yang dapat memengaruhi masa simpan sayur dan buah segar, di antaranya ada kelembapan, gas pematangan seperti O2 atau CO2 yang dapat mempercepat pembusukan, serta standar sistem ritel yang digunakan dalam proses packing dan distribusi.

Pada hewan ternak seperti sapi juga bisa mengalami penurunan bobot loh, Kawan. Hewan ternak yang melalui distribusi antar kota memang memerlukan penanganan untuk mengurangi stres. Stres yang terjadi pada ternak inilah yang dapat memengaruhi kondisi fisik ternak, termasuk penurunan bobot.

Pada penelitian yang dilakukan Anton, dkk (2016), kepadatan ternak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama pengiriman. Semakin sempit ruang geraknya, maka akan memungkinkan peningkatan stres pada sapi.

Selain itu, perlakuan selama pengiriman juga perlu diperhatikan. Perubahan suhu dan kelembapan udara serta gangguan fisik yang memengaruhi kondisi psikis sapi dapat berdampak pada bobot setelah perjalanan. Contohnya, penanganan ternak yang kasar seperti memelintir ekor atau mencambuk badan saat mengelompokkan ternak.

Hadirnya rencana layanan Kereta Api Logistik ini membuka pilihan baru untuk distribusi hasil pertanian dan peternakan dari Banyuwangi. Namun, keberhasilannya nanti tidak hanya bergantung pada waktu tempuh, tetapi juga pada bagaimana komoditas ditangani sejak dari petani hingga tiba di konsumen.

Untuk mengukur kesuksesannya kita juga perlu memerhatikan petani dan peternak kecil yang ingin ikut memanfaatkan layanan ini. Barangkali itu yang paling dibutuhkan agar manfaat layanan ini benar-benar sampai ke pelaku usaha di tingkat hulu. 

Kalau menurut Kawan, apa yang paling dibutuhkan petani dan peternak agar bisa ikut merasakan manfaat layanan kereta api logistik ini?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.