Tahukah Kawan GNFI bahwa Indonesia masuk ke salah satu jajaran negara penghasil rumput laut di dunia?ย Berdasarkan laporan resmi FAO (Seaweed Production Analysis, 2026), Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara produsen rumput laut terbesar global setelah Tiongkok.
Nah,ย dengan lebih dari 17.000 pulau, kira-kira wilayah mana saja yang menjadi daerah penghasil rumput laut di Indonesia? Berapa banyak yang dihasilkan?
Mari simak artikel ini hingga tuntas untuk mengetahui jumlah produksi, sebaran daerah penghasil terbanyak, serta seberapa besar potensi ekonomi komoditas ini bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Deretan Negara yang Menjadi Penghasil Rumput Laut Terbesar di Dunia, Indonesia Ranking 2!
Berdasarkan laporan Seaweed Production Analysis yang dirilis FAO pada tahun 2026, total produksi alga global (mencakup komoditas rumput laut) diperkirakan mencapai 37,8 juta ton pada tahun 2022.
Pada tahun 2021, kawasan Asia disebut menyumbang 99,5% dari total volume produksi rumput laut dunia dengan angka sekitar 35 juta ton. Tiongkok memimpin sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 61%, disusul oleh Indonesia di peringkat kedua yang menyumbang sebesar 26% dari total produksi rumput laut dunia.
Secara rinci pada tahun 2021, FAO melaporkan bahwa Tiongkok menghasilkan 21,6 juta ton rumput laut, Indonesia 9,1 juta ton, Korea Selatan 1,85 juta ton, dan Filipina 1,34 juta ton.
Hasil ini menetapkan posisi Indonesia di posisi nomor 2 sebagai negara penghasil rumput laut terbesar di dunia.
Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara, Daerah Penghasil Rumput Laut di Indonesia

Sebaran Daerah Penghasil Rumput Laut di Indonesia, Sulawesi Selatan Terbanyak dengan 4,4 Juta Ton! | Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Sebaran daerah penghasil rumput laut di Indonesia sangat luas, mulai dari perairan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Berdasarkan data FAO,ย produksi rumput laut Indonesia tercatat mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, dengan lebih dari 4 juta ton disumbang langsung oleh Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara itu, data resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa produksi pada periode JanuariโSeptember 2025 telah menyentuh angka 8,2 juta ton, atau setara dengan 94,97% dari target tahunan sebesar 8,63 juta ton.
Berdasarkan data dari KKP (2025), Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan produksi terbesar yang mencapai hampir 4,4 juta ton (4.396.470 ton), disusul oleh Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 1,1 juta ton (1.145.731 ton), Kalimantan Utara sebanyak 832 ribu ton (832.361 ton), Jawa Timur 782 ribu ton (782.866 ton), dan Sulawesi Tengah 415 ribu ton (415.846 ton).
Rumput Laut Indonesia Diekspor atau Diolah di Dalam Negeri?

Indonesia Ranking 2 Negara Penghasil Rumput Laut Terbesar Dunia, Produk Mentahnya Diekspor atau Diolah di Dalam Negeri? | Unsplash @Rohit Kumar
Setelah dipanen, bentuk pemanfaatan komoditas ini terbagi antara pasar ekspor dan serapan domestik. Berdasarkan laporan FAO (2026), ekspor rumput laut Indonesia didominasi oleh bentuk mentah kering serta produk olahan seperti agar-agar konsumsi.
Data dari BRIN juga mengungkap hal serupa. Menurut mereka, 65,69% produk rumput laut di Indonesia banyak diekspor dalam bentuk kering atau mentah, 30,71% karagenan, dan sejumlah 3,60% dalam bentuk agar-agar.
Laporan lebih lanjut FAO menyebut pada periode JanuariโSeptember 2025, volume ekspor Indonesia turun menjadi 147.320 ton atau berkurang 7,9% dibanding periode yang sama tahun 2024 (160.020 ton).
Meski demikian, Indonesia disebut tetap memegang sekitar 67% dari total ekspor dunia. China tetap menjadi tujuan utama ekspor rumput laut Indonesia dengan porsi 88% pada tahun 2025. Namun, volume impornya juga disinggung turun tipis dari 135.200 ton menjadi 130.060 ton.
Di sisi lain, sebagian hasil panen juga mulai diserap olehย industri pengolahan rumput laut di dalam negeri, di mana para pelaku UMKM lokal turut mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Misalnya seperti dodol rumput laut yang dihasilkan komunitas perempuan di Kepulauan Seribu.
Potensi Rumput Laut bagi Perekonomian Indonesia

Indonesia Ranking 2 sebagai Negara Produsen Rumput Laut Dunia, Ini Potensi Rumput Laut bagi Perekonomian Warga! | Unsplash @Jeanne Pelegrin
Sebagai salah satukomoditas unggulan perikanan Indonesia, potensi rumput laut Indonesia menawarkan peluang ekonomi yang luas dari hulu hingga hilir. Sektor ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan utama bagi pembudidaya pesisir dan penyedia bahan baku industri, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kecil pelaku UMKM.
Dalam salah satu publikasi resminya,ย KKP menerangkan rumput laut biasanya dijemur selama satu hingga dua minggu sebelum dipasarkan. Jenis putih umumnya dipakai untuk konsumsi pangan, sementara jenis cokelat untuk nonpangan seperti kosmetik dan farmasi.
Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, kelompok ibu-ibu UMKM mengolah rumput laut menjadi dodol. Produk ini diklaim tidak memakai pengawet buatan karena kandungan gula alaminya bertindak sebagai pengawet alami. Kegiatan ini disebut tidak hanya sebatas menambah penghasilan bagi para wanita, tetapi juga memberikan ruang produktif bagi mereka.
Meski demikian, tantangan soal harga rumput laut Indonesia di pasar dunia jelas masih menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah. Berdasarkan laporan FAO (2026), nilai ekspor per kilogram (unit value) Indonesia berada di angka USD 0,98 per kg.
Nilai ini masih tertinggal sangat jauh dibandingkan Korea Selatan yang harga rumput lautnya mencapai USD 17,98 per kg dan Tiongkok yang berada di kisaran USD 8,65 per kg.
Upaya Pemerintah Memaksimalkan Potensi Rumput Laut Nasional
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot sektor ini. Salah satu langkahnya terwujud melalui program Smart Fisheries Village (SFV) di Pulau Kongsi, Kepulauan Seribu.
Program ini berusaha mengintegrasikan pelatihan, teknologi, dan pendampingan usaha dan berharap bisa membantu mengembangkan produk rumput laut menjadi komoditas yang lebih bernilai tinggi, tidak hanya sebatas dipasarkan sebagai bahan mentah.
Selain itu, penguatan standar kualitas juga dilakukan melalui Bimbingan Teknis Cara Budidaya Ikan yang Baik (Bimtek CBIB) untuk komoditas rumput laut yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Kupang pada 10โ11 Juni 2026.
Program ini sendiri berfokus memberi edukasi tahapan budi daya rumput laut yang mencakup aspek keselamatan kerja, pengelolaan limbah, hingga perlindungan lingkungan.
Dapatkan wawasan inspiratif seputar kekayaan Nusantara dan perkembangan ekonomi nasional dengan mengunjungi berbagai rubrik artikel menarik lainnya di Good News From Indonesia (GNFI)!
ย


