dari tambak sidoarjo rumput laut didorong jadi penggerak ekonomi pesisir - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Tambak Sidoarjo, Rumput Laut Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Dari Tambak Sidoarjo, Rumput Laut Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
images info

Dok. derekkeats (Wikimedia)


Tambak pesisir Sidoarjo tidak hanya digunakan untuk budi daya ikan bandeng. Di sejumlah kawasan, masyarakat juga mengembangkan rumput laut jenisΒ Gracilaria sebagai sumber penghasilan.

Budidaya tersebut berkembang di lahan tambak yang sebelumnya kurang termanfaatkan setelah perubahan lingkungan akibat semburan lumpur Lapindo pada 2006. Rumput laut dan bandeng kemudian dibudidayakan secara bersamaan di sejumlah tambak.

Apa yang dilakukan masyarakat ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir dapat kembali dimanfaatkan melalui komoditas yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Bagi masyarakat Tlocor, budi daya rumput laut menjadi salah satu sumber penghidupan.

Potensi tersebut dibahas dalam kunjungan UNDP dan AIS Forum ke Sidoarjo pada 17 hingga 18 September 2026. Namun, nilai penting dari pengembangan rumput laut bukan hanya terletak pada hasil panen, melainkan juga pada peluang membangun rantai usaha dari tambak hingga produk olahan.

Β 

Indonesia Masih Menjual Banyak Rumput Laut Mentah

Indonesia termasuk salah satu produsen rumput laut tropis terbesar di dunia. Indonesia juga menyumbang sekitar 69 persen ekspor rumput laut global pada 2025.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kapasitas produksi Indonesia. Namun, rumput laut yang dipanen masih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah.

Nilai ekonomi yang lebih besar dapat diperoleh melalui pengolahan, teknologi, peningkatan kualitas, serta penguatan akses pasar. Produk rumput laut dapat dikembangkan untuk kebutuhan pangan, bahan industri, dan berbagai produk turunan lain.

Peningkatan nilai tambah juga dapat membuka pekerjaan di wilayah pesisir. Pembudidaya tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen, tetapi dapat terhubung dengan kegiatan pengeringan, pembersihan, pengepresan, pengolahan, dan pemasaran.

Β 

Sidoarjo Mengembangkan Rumput Laut dan Bandeng

Di lokasi budi daya Tlocor, masyarakat mengembangkan Gracilaria di tambak bersama ikan bandeng. Pola tersebut membuat satu kawasan dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas.

Tambak yang telah direhabilitasi digunakan kembali untuk kegiatan produksi. Pembudidaya juga melakukan pengeringan rumput laut sebelum hasilnya masuk ke tahap berikutnya.

Pengelolaan air menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kondisi tambak perlu dijaga agar sesuai bagi rumput laut dan bandeng.

Kegiatan budi daya kemudian terhubung dengan Koperasi Agar Makmur Sentosa. Koperasi berperan dalam pengelolaan pascapanen dan pemasaran.

Fasilitas bersama yang tersedia digunakan untuk mengeringkan, membersihkan, dan mengepres rumput laut. Fasilitas tersebut membantu pembudidaya menangani hasil panen sebelum dipasarkan.

Β 

Koperasi Memperkuat Rantai Nilai

Rumput laut melewati beberapa tahap sebelum sampai kepada konsumen. Tahap itu mencakup penyiapan tambak, budi daya, panen, pengeringan, pembersihan, pengepresan, penjualan, dan pemasaran.

Setiap tahap memengaruhi kualitas dan harga produk. Karena itu, pembenahan tidak cukup dilakukan di area tambak saja.

Ketua Koperasi Agar Makmur Sentosa Hery Sudarmono menjelaskan peran koperasi dalam mengelola pascapanen dan pemasaran rumput laut.

Koperasi juga dapat menjadi tempat bagi pembudidaya untuk menggunakan peralatan bersama. Pengelolaan tersebut membantu mengurangi beban biaya peralatan yang harus ditanggung setiap pembudidaya secara sendiri-sendiri.

Meski begitu, pengembangan rumput laut masih menghadapi sejumlah kendala. Produktivitas, infrastruktur, teknologi, keterampilan, pembiayaan, dan akses pasar menjadi beberapa persoalan yang perlu ditangani.

Β 

Rumput Laut Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Biru

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella mengatakan Indonesia memiliki sumber daya kelautan, masyarakat, pengetahuan, dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan industri rumput laut.

β€œPeluangnya adalah beralih dari pemimpin dalam volume menjadi pemimpin dalam nilai, dengan memobilisasi investasi dan inovasi untuk menciptakan produk bernilai lebih tinggi, pekerjaan yang lebih baik, dan pendapatan yang lebih tinggi,” ujar Sara.

Peningkatan nilai tidak hanya berarti menjual lebih banyak rumput laut. Nilai tersebut juga berkaitan dengan kemampuan mengolah bahan baku, memperbaiki mutu, mengembangkan produk, dan memperluas pasar.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan ekonomi biru perlu memperhatikan keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

β€œBagi Indonesia, laut bukan hanya sumber peluang ekonomi, tetapi juga bagian penting dari identitas, ketahanan pangan, dan mata pencaharian jutaan orang,” ujar Arif.

Pengembangan rumput laut di Sidoarjo menjadi contoh pemanfaatan tambak yang menggabungkan produksi, pengelolaan pascapanen, koperasi, dan pemasaran. Komoditas Gracilaria dibudidayakan bersama bandeng di tambak Tlocor dan dikelola melalui fasilitas pascapanen Koperasi Agar Makmur Sentosa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.