Panggung musik rock di Tanah Air kembali bersiap menyambut salah satu gelaran akbar internasional paling dinantikan. Kehadiran kembali Guns N' Roses di Jakarta pada November 2026 dipastikan akan menghadirkan suguhan yang jauh lebih berkesan bagi para penikmat musik lintas generasi.
Bukan sekadar konser biasa, panggung megah tersebut diramaikan oleh kehadiran maestro-maestro musik lokal sebagai opening act. Salah satu nama besar yang paling disorot untuk memanaskan panggung adalah Ian Antono, gitaris legendaris yang namanya sudah tidak asing lagi di kancah musik rock Indonesia.
Perjalanan Panjang Ian Antono, dari Drummer Remaja hingga Legenda Rock
Lahir di Malang pada 29 Oktober 1950, pemilik nama lengkap Jusuf Antono Djojo ini mengawali langkah seninya bukan sebagai gitaris. Perjalanan kariernya dimulai sebagai seorang drummer di band garage rock remaja bernama Quinta Peace pada tahun 1965.
Setelah sempat bergabung dengan beberapa kelompok musik lain dan hijrah ke Jakarta, minatnya beralih ke instrumen gitar setelah mendengarkan karya-karya dari The Shadows. Keputusan tersebut membawanya resmi bergabung dengan band rock God Bless pada tahun 1974 untuk menggantikan posisi Ludwig Lemans.
Bersama God Bless, namanya melambung tinggi sebagai motor penggerak musik rock di Indonesia. Tidak hanya itu, ia juga sempat mendirikan band Gong 2000 pada tahun 1989 sebelum akhirnya kembali memperkuat barisan God Bless melalui album Apa Kabar pada tahun 1997.
Peran Strategis di Konser Guns N' Roses Jakarta 2026
Rencana penampilan Guns N' Roses di Stadion Madya Gelora Bung Karno / Indonesia Arena pada 21 November 2026 mendatang dipromotori oleh Rajawali Indonesia. Konser akbar dalam rangkaian tur dunia ini terasa istimewa karena mengusung konsep kolaborasi bertajuk "9 Dewa Gitar".
Jajaran maestro gitaris Indonesia seperti Ian Antono, Eet Sjahranie, John Paul Ivan, Dewa Budjana, Totok Tewel, Edi Kemput, Pay Burman, Azis MS, hingga Rhoma Irama bakal dirangkul dalam satu panggung kolaborasi. Penampilan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap perjalanan sejarah musik rock dan gitaris legendaris di Indonesia.
Dalam sesi pembuka berdurasi sekitar 45 hingga 50 menit tersebut, para penonton disuguhkan aksi individu dari setiap gitaris sebelum akhirnya melakukan jamming bersama. Kehadiran musisi pendukung serta deretan vokalis cadas dipastikan mampu membakar semangat Kawan GNFI sebelum aksi utama Axl Rose dan Slash dimulai.
Karya Gemilang dan Kontribusi bagi Musik Indonesia
Dedikasi tinggi yang diberikan selama lebih dari empat dekade telah membuahkan berbagai prestasi gemilang di industri hiburan. Lebih dari 250 lagu ciptaan telah lahir dari tangan dinginnya, termasuk karya-karya abadi seperti "Rumah Kita", "Syair Kehidupan", dan "Panggung Sandiwara".
Selain sukses bersama God Bless dan Gong 2000, perannya sebagai seorang arranger dan produser juga diandalkan oleh banyak musisi papan atas. Sentuhan musiknya terbukti sukses melahirkan album-album hit dari Nicky Astria, Iwan Fals, Chrisye, hingga Anggun C. Sasmi.
Berbagai penghargaan bergengsi seperti BASF Award, HDX Award, hingga Diamond Achievement Award pada tahun 1995 pernah disematkan atas prestasi tingginya. Melalui panggung megah di akhir tahun 2026 nanti, karya dan eksistensi sang legenda dipastikan akan kembali menginspirasi generasi muda Indonesia.


