volunteer terpilih siap jaga ruang di lima wilayah jakarta - News | Good News From Indonesia 2026

5 Volunteer Terpilih Siap Jaga Ruang di Lima Wilayah Jakarta

5 Volunteer Terpilih Siap Jaga Ruang di Lima Wilayah Jakarta
images info

Briefing relawan Gerak Jaga Ruang melalui Zoom sebelum turun melakukan observasi KTR di transportasi publik. Ilustrasi Adipatra Kenaro


Ada ruang publik yang setiap hari kita gunakan bersama, tetapi belum tentu kita perhatikan bagaimana aturan di dalamnya benar-benar berjalan. Dari kegelisahan sederhana itu, Gerak Jaga Ruang hadir.

Gerak Jaga Ruang merupakan program dari Kelompok 10 Dalam kegiatan SOStainable Hub: Connect Series 2026 yang didukung Save Our Surroundings (SOS).

Program yang digawangi Nalita sebagai mentor, bersama Naufal Nawaf, Natalia Debora, dan Adipatra Kenaro Wicaksana ini menggabungkan observasi publik, intervensi lapangan, dan kampanye media untuk melihat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada layanan Mikrotrans/JakLingko.

Bukan sekadar mencari apakah masih ada orang yang merokok atau menggunakan vape di dalam armada, Gerak Jaga Ruang ingin melihat bagaimana KTR benar-benar hadir dalam perjalanan sehari-hari.

baca juga

Mulai dari keberadaan signage, perilaku pengguna, respons pengemudi, hingga praktik baik yang mungkin sudah berjalan. Pengamatan dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta: Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Pusat.

Langkah pertama Gerak Jaga Ruang dimulai dari sebuah pertemuan sederhana pada Senin, 14 September 2026. Tepat pukul 17.00 WIB, 5 volunteer terpilih mengikuti briefing sebagai bekal sebelum turun langsung mengamati penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada layanan Mikrotrans/JakLingko di lima wilayah DKI Jakarta.

Kelima volunteer tersebut adalah Nurul, Fayaza, Tane, Latifah, dan Floren. Mereka dipilih untuk mengambil bagian dalam sebuah intervensi publik yang tidak hanya ingin melihat apakah aturan KTR berjalan, tetapi juga memahami pengalaman nyata pelanggan, pengemudi, dan pengelola layanan.

Briefing ini bukan sekadar pengarahan teknis. Pertemuan menjadi ruang untuk menyamakan cara pandang: bagaimana melihat kondisi di dalam transportasi publik, apa yang perlu dicatat, hingga bagaimana menyampaikan temuan tanpa menghakimi.

baca juga

Kelima volunteer nantinya akan menjalankan peran sebagai public observer. Mereka akan mengamati perjalanan secara natural, mencatat kondisi signage KTR, melihat ada atau tidaknya aktivitas merokok maupun penggunaan vape, serta memperhatikan respons ketika terjadi pelanggaran.

Ada satu prinsip yang ditekankan dalam briefing observasi bukan tentang mencari kesalahan, melainkan menangkap apa yang benar-benar terjadi di ruang publik.

Karena itu, volunteer tidak diarahkan untuk memancing pelanggaran, menegur penumpang, ataupun melakukan konfrontasi. Setiap temuan perlu dicatat berdasarkan fakta dan dilaporkan sesuai instrumen yang telah disiapkan.

Dari Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Pusat Jakarta, mereka akan membawa satu misi yang sama: melihat lebih dekat bagaimana KTR hadir dalam keseharian pengguna transportasi publik.

baca juga

Observasi tersebut nantinya menjadi bagian dari proses analisis, sekaligus dapat menjadi dasar untuk edukasi, penguatan visual reminder KTR, apresiasi terhadap praktik baik, hingga penyusunan report dan produk komunikasi lainnya.

Gerak Jaga Ruang sendiri mengusung pendekatan Observe – Educate – Appreciate. Artinya, setelah melihat kondisi di lapangan, program dapat menghadirkan intervensi edukatif seperti KTR reminder sticker pada titik yang membutuhkan penguatan, sekaligus memberikan apresiasi kepada pengemudi atau pengelola yang telah berkontribusi menjaga lingkungan perjalanan bebas rokok.

Bukan Sekadar Mencari Pelanggaran

Briefing sore itu tidak hanya berisi pembagian rute dan penjelasan teknis. Para volunteer diajak memahami bahwa tugas mereka bukan menjadi petugas penegak aturan, melainkan mengamati ruang publik dari dekat.

Mereka akan memperhatikan berbagai hal, mulai dari keberadaan dan keterlihatan tanda larangan merokok, kondisi signage, aktivitas merokok atau penggunaan vape, hingga respons pengemudi apabila ditemukan pelanggaran.

baca juga

Pendekatan ini penting karena implementasi KTR tidak berhenti pada ada atau tidaknya aturan. Program ingin melihat bagaimana aturan tersebut dipahami, diterapkan, diawasi, dan dirasakan oleh pelanggan dalam pengalaman perjalanan sehari-hari.

Karena itu, para volunteer dibekali prinsip observasi yang natural dan non-konfrontatif. Mereka tidak diarahkan untuk memancing seseorang melakukan pelanggaran, menegur penumpang, membuat keributan, maupun mengambil tindakan sendiri atas nama program. Setiap temuan harus dicatat berdasarkan fakta, bukan asumsi.

5 Wilayah, Satu Cara Melihat

Sebelum perjalanan dimulai, volunteer akan mencatat informasi dasar perjalanan, seperti waktu, lokasi naik, rute, titik tujuan, kondisi awal kendaraan, hingga dokumentasi signage KTR. Selama perjalanan, mereka kemudian melakukan pengamatan terhadap kondisi kendaraan dan perilaku yang terlihat secara natural.

Alur tersebut dirangkum dalam empat langkah sederhana, Observe. Note. Document. Report. Melihat apa yang terjadi, mencatat fakta dan situasi, mendokumentasikan hal yang relevan, lalu melaporkan temuan sesuai instrumen yang telah disiapkan.

baca juga

Menariknya, perjalanan tidak hanya akan berfokus pada ketika ditemukan pelanggaran. Jika sebuah armada atau titik layanan justru mampu menjalankan KTR dengan baik, kondisi tersebut juga menjadi temuan penting.

Sebab, Gerak Jaga Ruang tidak hanya ingin menemukan gap, tetapi juga mencari good practice, apa yang membuat suatu armada atau titik layanan mampu menjaga penerapan KTR dengan baik dan apakah praktik tersebut dapat direplikasi di tempat lain.

Dengan pendekatan Observe – Educate – Appreciate, Gerak Jaga Ruang ingin mendorong perubahan yang tidak berhenti pada dokumentasi masalah, tetapi juga menghadirkan penguatan dan apresiasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Untuk itu, briefing hari ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan persiapan. Ini adalah titik awal bagi lima volunteer untuk membawa perhatian publik lebih dekat ke ruang yang setiap hari digunakan bersama.

baca juga

Selamat kepada Nurul, Fayaza, Tane, Latifah, dan Floren!

Terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari Gerak Jaga Ruang. Lima volunteer akan bergerak di lima wilayah Jakarta. Ada yang akan menemukan persoalan, ada yang mungkin menemukan praktik baik, dan semuanya akan membawa cerita dari perjalanan masing-masing.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.