Tidak ada yang benar-benar siap untuk sebuah perpisahan, termasuk anak-anak Wellrise School Bandar Lampung yang selama empat minggu terakhir telah belajar bersama dengan Lumisea sebagai Exchange Participant dari AIESEC in UNILA. Bukan dengan pidato panjang atau seremoni formal, melainkan dengan sesuatu yang jauh lebih personal, seperti presentasi solusi lingkungan hasil pemikiran mereka sendiri, dan selembar kertas berisi pesan yang ditulis langsung oleh tangan-tangan kecil untuk Lumisea.
Jika pada minggu-minggu sebelumnya sorotan utama selalu tertuju pada bagaimana Lumise mengajar dan memandu diskusi, maka di Class Visit Week 4 ini, panggung sepenuhnya milik para siswa. Sesi terakhir ini dirancang bukan untuk menyampaikan materi baru, melainkan untuk memberi ruang bagi siswa membuktikan apa yang sebenarnya telah mereka serap selama proyek berlangsung.
Kelas dibuka dengan melanjutkan sekaligus menuntaskan presentasi Kampanye Lingkungan yang sebelumnya telah didiskusikan secara berkelompok. Berbeda dari sesi mendengarkan biasa, kali ini para siswa tampil sebagai pembicara.
Mereka mempresentasikan solusi-solusi yang telah mereka rancang sendiri untuk masalah lingkungan di sekitar mereka, mulai dari cara mengurangi sampah plastik di sekolah hingga ide-ide sederhana untuk menghemat listrik di rumah. Bukan solusi hasil hafalan, melainkan hasil diskusi kelompok yang benar-benar mereka pikirkan dan perdebatkan bersama teman-temannya.
Dari presentasi tersebut, sesi berlanjut ke momen refleksi. Para siswa diajak mengingat kembali perjalanan belajar mereka sejak Week 1, saat pertama kali mengenal konsep Climate Change, hingga Week 3, saat mereka mulai memahami langkah nyata lewat 3Rs (Reduce, Reuse, Recycle). Momen refleksi ini menjadi pengingat bahwa empat minggu bukanlah waktu yang singkat untuk membangun kesadaran lingkungan, tapi cukup untuk menanamkan kebiasaan baik yang bisa mereka bawa jauh melampaui program ini selesai.
Sesi kemudian ditutup dengan kegiatan apresiasi dan refleksi yang penuh kehangatan, sebagai bentuk perayaan atas apa yang telah dipelajari dan dicapai bersama. Ucapan terima kasih dan apresiasi juga secara khusus disampaikan kepada seluruh kelas dan siswa yang telah menjadi bagian aktif dari program ini selama empat minggu.
Momen paling berkesan datang ketika para siswa diberikan selembar kertas untuk menuliskan pesan sederhana atau kata-kata motivasi kepada Lumisea. Tidak ada instruksi rumit, hanya ajakan untuk menuliskan apa yang ada di hati mereka. Hasilnya, selembar kertas itu berubah menjadi semacam surat cinta kecil, penuh coretan tulisan tangan anak-anak yang mungkin belum sempurna ejaannya, namun tulus dari hati mereka.
Sesi farewell ini juga diisi dengan sesi bermain bersama sebagai bentuk perpisahan yang hangat antara Lumisea dan murid-murid Wellrise School Bandar Lampung, sekaligus mengabadikan momen tersebut melalui foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Antusiasme siswa yang menjadi ciri khas program ini sejak minggu-minggu awal, ternyata tidak pudar hingga sesi terakhir. "Anak-anaknya benar-benar aktif dan terlihat antusias begitu melihat EP datang. Mereka bukan tipe yang diam saja saat ditanya, mereka justru punya banyak hal untuk dibicarakan dan dipelajari. Rasa percaya diri mereka itu yang paling terasa," ujar Taza, salah satu tim yang terlibat dalam sesi ini.
Kesan yang sama juga dirasakan oleh Lumisea. "Anak-anaknya excited banget begitu melihat saya datang. Ada yang ngobrol dengan lancar dan benar-benar paham topik yang sedang dibahas, itu luar biasa untuk usia mereka. Guru-gurunya juga sangat terbuka dan selalu membantu ketika saya butuh bantuan di lapangan," katanya.
Jika Week 3 membuktikan bahwa aksi nyata untuk lingkungan bisa dimulai dari langkah sesederhana 3Rs, maka Week 4 membuktikan sesuatu yang lebih dalam, bahwa perubahan itu benar-benar telah tertanam, bukan sekadar diajarkan. Presentasi yang mereka bawakan sendiri, solusi yang mereka rancang sendiri, hingga surat kecil yang mereka tulis sendiri, semuanya menjadi bukti bahwa empat minggu bersama AIESEC in UNILA telah meninggalkan jejak yang jauh lebih besar dari sekadar materi pelajaran.
Class Visit di Wellrise School Bandar Lampung resmi berakhir pada Week 4 ini, namun bagi AIESEC in UNILA, ini bukan akhir dari cerita. Ini adalah bukti bahwa satu program kecil, jika dijalankan dengan konsisten dan penuh hati, mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan yang nyata pada generasi yang akan mewarisi bumi ini di masa depan.


