Chika Kirana Shafiqah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Program Studi Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan pelatihan kreativitas melalui kegiatan pelatihan Kerajinan Kawat Bulu dan Branding Produk Kreatif bersama Ibu-Ibu PKK di Dusun Kepuh Kelurahan Kepuharjo pada 28 dan 30 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai Upaya mendorong pemberdayaan perempuan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-5 dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat yang juga mendukung SDGs ke-8. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat produk kerajinan saja, tetapi juga dilengkapi dengan sosialisasi terkait pengenalan branding produk dan pemasaran dari produk yang dihasilkan sebelumnya agar memiliki nilai tambah yang dapat membantu menambah nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan dan alat yang digunakan dan modal yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan kawat bulu. Mahasiswa KKN memberikan contoh terlebih dahulu secara langsung mengenai cara membentuk kawat bulu menjadi produk kerajinan yang menarik dan sederhana. Produk yang dibuat dalam kegiatan ini adalah kerajinan berbentuk gantungan kunci dan bros yang dapat digunakan sebagai aksesori dan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Kegiatan praktik dilakukan secara bersama-sama dan didampingi oleh mahasiswa KKN. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh peserta yang tidak hanya mengikuti Langkah-langkah yang sudah diberikan, namun mencoba mengembangkan bentuk dan kreativitas masing-masing. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru yang mudah diterapkan dan menggunakan bahan yang relatif sederhana dan dengan harga yang terjangkau.
Tidak hanya sampai di pembuatan kerajinan, mahasiswa KKN juga memberikan materi terkait branding produk kreatif. Peserta diperkenalkan pada pentingnya identitas produk, seperti nama, kemasan, dan tampilan produk.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman dasar mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kepada calon konsumen. Dikarenakan pesertanya adalah ibu-ibu PKK jadi pemanfaatan pemasaran dari mulut ke mulut dibantu dengan aplikasi WhatsApp lebih mudah dan efektif untuk dilakukan. Namun, pengenalan mengenai platform digital lainnya juga dilakukan untuk menambahkan wawasan ibu-ibu terkait perkembangan zaman.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 5 tentang Kesetaraan Gender, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Pelatihan ini memberikan ruang bagi ibu-ibu PKK untuk memperoleh pengetahuan baru dan keterampilan baru yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Keterampilan membuat kerajinan dan pengetahuan mengenai branding dapat menjadi salah satu bekal untuk mengembangkan produk kreatif yang memiliki potensi terhadap ekonomi. Meskipun kegiatan masih berada pada tahap pengenalan dan pelatihan, kemampuan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengeksplorasi peluang usaha berbasis kreativitas dan sumber daya yang mudah diperoleh.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti pada saat pelatihan selesai. Kerajinan kawat bulu dapat terus dikembangkan menjadi berbagai bentuk produk kreatif, sementara pengetahuan mengenai branding dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk melalui lingkungan sekitar maupun media digital.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari keterampilan sederhana. Dengan menggabungkan kreativitas, keterampilan, dan pemahaman mengenai pemasaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi ibu-ibu PKK untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan melihat peluang ekonomi dari produk kreatif yang mereka hasilkan.


