Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-72 Universitas Negeri Malang (UM), FEB UM menggelar program Doktor Mengajar di dua sekolah menengah atas di Bontang, yakni SMA Vidya Dahana Patra dan SMA Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), pada Selasa, 29 September 2026.
Dekan FEB UM, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., hadir langsung sebagai narasumber dalam rangkaian talkshow dan sesi berbagi pengalaman bersama para siswa di kedua sekolah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali di SMA Vidya Dahana Patra. Kunjungan ini memiliki makna tersendiri bagi Dr. Heny, sebab sekolah tersebut merupakan almamaternya.
Kedatangan rombongan FEB UM disambut oleh Ketua Harian Yayasan Vidatra, Siswanta, beserta Kepala SMA Vidya Dahana Patra, Budiriyanto, M.Pd. Bagi Dr. Heny, momen ini menjadi wujud bakti kepada sekolah yang telah membentuknya, sekaligus kesempatan untuk menginspirasi adik-adik tingkatnya.
Di hadapan para siswa, Dr. Heny mengenang masa-masanya sebagai siswa berprestasi di sekolah tersebut. Menurutnya, pengalaman dan capaian semasa SMA menjadi bekal penting yang menumbuhkan rasa percaya diri, ketekunan, dan kebiasaan belajar.
Bekal itulah yang terus ia bawa hingga menempuh pendidikan ke jenjang tertinggi, menjadi dosen, dan kini dipercaya menjabat sebagai Dekan FEB UM.
"Prestasi di SMA bukan akhir, tetapi modal awal. Apa yang kita bangun sejak sekarang akan menentukan langkah kita di masa depan," pesan Dr. Heny kepada para siswa.
Berbagi Kisah Anak Rantau di SMA YPK

Usai dari SMA Vidya Dahana Patra, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Yayasan Pupuk Kaltim. Jika di almamaternya Dr. Heny banyak bercerita tentang masa sekolah, di SMA YPK ia membagikan kisah perjalanan berikutnya, yakni ketika harus merantau jauh dari keluarga demi melanjutkan pendidikan.
Ia menuturkan bagaimana dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan belajar mandiri sejak usia muda. Masa-masa itu, katanya, tidak selalu mudah. Rasa rindu rumah, berbagai keterbatasan, hingga tantangan menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda menjadi bagian dari perjalanannya.
Namun, justru perjuangan itulah yang menempa karakternya hingga mampu meraih pendidikan tertinggi dan mengemban amanah di berbagai unit kerja di lingkungan UM.
"Merantau itu berat, tetapi dari sanalah kita belajar mandiri, kuat, dan menghargai setiap proses. Jangan takut, karena semua kesulitan itu akan membentuk kita," ujar Dr. Heny.
Dalam sesi tersebut, Dr. Heny juga membagikan sejumlah kiat bagi siswa yang kelak akan merantau. Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah meluruskan niat dan menetapkan tujuan yang jelas, agar semangat tetap terjaga ketika menghadapi masa-masa sulit.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga, sebab dukungan dan doa orang tua menjadi sumber kekuatan meski terpisah jarak.
Selain itu, Dr. Heny mendorong para siswa untuk membangun pertemanan yang positif di lingkungan baru. Pertemanan yang baik, kata dia, dapat membantu melewati rasa sepi sekaligus mempercepat proses adaptasi. Kemandirian juga perlu ditunjukkan lewat kemampuan mengelola waktu dan keuangan secara bijak.
"Jangan sampai keterbatasan membuat kita berhenti. Justru jadikan itu pemacu untuk berjuang lebih keras dan tetap fokus pada prestasi," tuturnya.
Di kedua sekolah, Dr. Heny konsisten mengajak para siswa untuk berani melangkah dan tidak ragu mengambil kesempatan demi masa depan mereka. Ia menegaskan bahwa keberanian yang disertai kerja keras dan konsistensi adalah kunci untuk meraih cita-cita setinggi apa pun.
Sesi talkshow di kedua sekolah berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias bertanya seputar strategi belajar, cara beradaptasi di lingkungan baru, hingga persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Bagian dari Rangkaian Dies Natalis ke-72 UM

Program Doktor Mengajar merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-72 UM yang menghadirkan para doktor dan akademisi UM ke sekolah-sekolah untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi bagi generasi muda.
Kunjungan ke dua sekolah dalam satu hari ini menjadi wujud komitmen UM dalam memperluas jangkauan edukasi dan motivasi bagi siswa di berbagai daerah.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan bagi siswa untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi; SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan membuka wawasan siswa dari berbagai daerah agar berani mengakses peluang pendidikan yang lebih luas; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui tips menjaga ketahanan mental selama merantau; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat sinergi antara UM dan sekolah-sekolah mitra di Bontang.
Melalui rangkaian kunjungan ini, para siswa SMA Vidya Dahana Patra dan SMA Yayasan Pupuk Kaltim diharapkan semakin terpacu untuk meraih prestasi, berani bermimpi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

