Festival Onrust 2026 resmi dibuka pada 17 Oktober 2026 dengan mengusung tema โJelajah Onrust Sehari, Sejuta Cerita Bahariโ. Kegiatan yang diselenggarakan Unit Pengelola Museum Kebaharian DKI Jakarta bersama Maritim Muda Nusantara dan mitra CSR ini bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah dan potensi wisata bahari Jakarta.
Festival yang digelar bertepatan dengan Hari Kebudayaan Nasional tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat Pulau Onrust, salah satu kawasan bersejarah di Kepulauan Seribu yang menyimpan jejak perjalanan maritim Indonesia selama lebih dari empat abad.
Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Sejarah
Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Retno Setiawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan warisan sejarah serta kebudayaan.
โTugas hari ini adalah memastikan bahwa cita-cita tersebut tidak hanya berhenti sampai dengan kita saja, tapi juga terus hidup dan dipahami serta diwariskan kepada anak cucu kita di masa depan,โ ujarnya.
Ia berharap museum dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah, kebudayaan, pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci agar pengetahuan sejarah tidak hanya tersimpan di museum, tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat.
Jelajahi Jejak Sejarah dan Peninggalan Pulau Onrust
Melalui Festival Onrust, pengunjung diajak menelusuri berbagai kisah Pulau Onrust yang pernah menjadi pusat aktivitas maritim pada masa VOC, pangkalan angkatan laut Hindia Belanda, hingga lokasi karantina jemaah haji pada masa lalu.
Berbagai peninggalan sejarah di pulau tersebut, mulai dari sisa bangunan benteng, struktur penampungan air, hingga makam-makam bersejarah, menjadi bukti perjalanan panjang Pulau Onrust dan kehidupan masyarakat yang pernah menghuninya.
Antusiasme masyarakat terhadap festival ini juga terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 300 hingga 400 orang, meskipun kapasitas peserta dibatasi sesuai daya tampung kapal. Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa wisata sejarah dan bahari memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menelusuri Jejak VOC dan Bangunan Kolonial di Pulau Onrust
Pulau Onrust memiliki posisi penting dalam sejarah maritim Jakarta. Pada masa VOC, pulau ini berfungsi sebagai galangan dan tempat perbaikan kapal, kawasan pergudangan, serta bagian dari sistem pertahanan untuk melindungi Batavia.
Salah satu daya tariknya adalah sisa-sisa pondasi bangunan dan struktur benteng yang menggambarkan fungsi strategis pulau tersebut pada masa kolonial. Pengunjung juga dapat mengenal berbagai peninggalan bangunan yang dikaitkan dengan aktivitas pertahanan dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Selain itu, terdapat struktur pelabuhan atau kolam kuno yang dalam catatan sejarah setempat dikaitkan dengan aktivitas VOC sejak awal abad ke-17. Peninggalan tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas kapal dan perdagangan yang pernah berlangsung di pulau ini.
Sejarah Pulau Onrust juga berkaitan dengan perkembangan pelayaran internasional. Kisah perbaikan kapal James Cook pada 1772 menjadi salah satu narasi sejarah yang menambah daya tarik pulau tersebut sebagai bagian dari jaringan pelayaran pada masa lampau.
Bangunan Karantina Haji menjadi Saksi Sejarah Perjalanan Jemaah

Reruntuhan Bangunan Barak Haji
Selain menjadi pusat aktivitas maritim, Pulau Onrust pernah difungsikan sebagai tempat karantina jemaah haji pada masa kolonial. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari sistem pemeriksaan kesehatan jemaah yang kembali dari perjalanan ibadah haji.
Sisa-sisa bangunan dan barak karantina menjadi pengingat perjalanan panjang jemaah haji Indonesia ketika transportasi laut masih menjadi sarana utama untuk menuju Tanah Suci.
Sejarah tersebut memperlihatkan bahwa Pulau Onrust tidak hanya memiliki keterkaitan dengan perdagangan dan pertahanan, tetapi juga menyimpan kisah keagamaan, kesehatan masyarakat, serta kehidupan sosial pada masa lampau.
Jejak sejarah karantina haji juga menjadi potensi pengembangan wisata edukasi. Melalui penelusuran situs-situs tersebut, pengunjung dapat memahami tantangan perjalanan haji pada masa lalu sekaligus mengenal perkembangan pelayanan kesehatan bagi jemaah.
Makam Bersejarah dan Temuan Arkeologi Ungkap Kehidupan Masa Lalu

Makam Cornelis Willwmse Vogel
Pulau Onrust juga memiliki makam-makam bersejarah yang menyimpan cerita tersendiri. Salah satunya adalah makam Maria van de Velde, yang berdasarkan catatan sejarah setempat lahir pada 1693. Makam ini dikenal karena nisannya terbuat dari batu alam dan memiliki tulisan puitis yang dikaitkan dengan ungkapan kesedihan orang terdekatnya.
Selain itu, terdapat makam yang dikaitkan dengan Kartosuwiryo, tokoh pendiri gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Namun, identitas makam tersebut masih menjadi bahan diskusi sehingga memerlukan verifikasi melalui penelitian sejarah lebih lanjut.
Berbagai ekskavasi arkeologi di Pulau Onrust juga menemukan sisa-sisa struktur bangunan, penampungan air bersih, pecahan keramik, wadah air, serta benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Struktur penampungan air bersih menjadi salah satu temuan penting karena menunjukkan upaya penghuni terdahulu dalam memenuhi kebutuhan dasar di tengah lingkungan pulau yang dikelilingi air laut. Ketersediaan air tawar menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Temuan-temuan arkeologi ini memberikan gambaran mengenai cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungan sekaligus menjadi sumber pengetahuan untuk pengembangan wisata sejarah dan edukasi.
Para Peserta Rasakan Pengalaman Belajar Sejarah di Pulau Onrust
Salah satu peserta festival, Alma Syifaย dari MNC University, mengaku mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru melalui kunjungannya ke Pulau Onrust. Kesempatan melihat langsung bangunan-bangunan bersejarah di pulau tersebut memberikan pengalaman berbeda dalam memahami perjalanan sejarah dan kebudayaan maritim Indonesia.
Melalui Festival Onrust 2026, Alma tidak hanya memperoleh informasi sejarah, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung peninggalan masa lalu yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui buku atau cerita.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap wisata sejarah dan warisan budaya Jakarta.
Museum Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat
Selain kegiatan di Pulau Onrust, Festival Onrust 2026 turut menghadirkan rangkaian pameran untuk mendekatkan museum kepada masyarakat. Pameran karya puisi dan fotografi hasil kunjungan komunitas ke Pulau Onrust diselenggarakan di lantai dua Museum Bahari.
Retno juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar-museum dan masyarakat dalam memperluas akses terhadap pengetahuan sejarah.
Festival Onrust 2026 diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sejarah, kebudayaan, dan laut Indonesia. Melalui kegiatan ini, Pulau Onrust tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang belajar bersama untuk memahami identitas maritim dan menjaga warisan budaya bagi masa depan.


