Pekalongannews, Bandung – Uang masuk belum tentu bertambah, tetapi kebutuhan terus berjalan. Harga bahan makanan naik, biaya sekolah harus dibayar, tagihan rumah tangga menunggu, sementara penghasilan keluarga tidak selalu mampu mengejar seluruh kebutuhan.
Situasi inilah yang kini dirasakan sebagian masyarakat. Ketika ruang keuangan semakin sempit, keluarga dipaksa memilih: mengurangi pengeluaran, mencari pemasukan tambahan, atau melakukan keduanya sekaligus.
makin tahu Indonesia Perjuangan sejumlah keluarga menghadapi tekanan biaya hidup, data menunjukkan inflasi Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kenaikan harga dapat ikut menekan pengeluaran rumah tangga.
Endang , ibu tiga anak, merasakan tekanan tersebut secara langsung. Bersama suaminya, ia mengandalkan usaha ayam bakar dan goreng sebagai sumber pendapatan utama keluarga.
"Masalahnya, harga ayam dan kebutuhan rumah tangga terus bergerak naik. endang juga tidak leluasa menaikkan harga jual karena harus mempertimbangkan kemampuan pelanggan," ujarnya.
Baca Selengkapnya

