cegah kriminalitas mari bersama jagajakarta di ruang publik - News | Good News From Indonesia 2026

Cegah Kriminalitas, Mari Bersama #JagaJakarta di Ruang Publik

Cegah Kriminalitas, Mari Bersama #JagaJakarta di Ruang Publik
images info

Foto oleh dapiki moto di Unsplash


Terkadang, ada rasa waswas yang muncul ketika seseorang harus pulang larut malam di Jakarta. Jalan yang biasanya ramai kemudian mulai sepi, beberapa ruasnya juga terasa gelap.

Dalam situasi seperti ini, perjalanan pulang yang seharusnya biasa saja bisa terasa berbeda. Kita mulai lebih sering melihat sekitar dan mempercepat perjalanan kendaraan ketika melewati jalan yang sepi.

Jika kita melihat data dari Polda Metro Jaya yang menunjukkan sepanjang periode 1 hingga 22 Mei 2026 terdapat 1.283 laporan kejahatan. Kasus yang dilaporkan terdiri atas 651 pencurian dengan pemberatan, 396 pencurian biasa, 209 pencurian kendaraan bermotor, dan 27 pencurian dengan kekerasan.

Dari laporan tersebut, polisi mengungkap 870 tempat kejadian perkara dan berhasil menangkap 173 tersangka.

Angka tersebut memberi gambaran bahwa kejahatan di ruang publik masih menjadi masalah yang sangat memprihatinkan. Jakarta dengan aktivitas jutaan orang yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain ini, membuat kebutuhan terhadap rasa aman menjadi semakin penting.

baca juga

Barangkali kita juga perlu melihat di mana kejahatan bisa terjadi dan mengapa sebuah tempat menjadi sasaran. Jalan yang minim penerangan, ruang yang sepi, dan kurangnya pengawasan, memberi peluang lebih besar bagi pelaku untuk bertindak. 

Berdasarkan pengalaman ke pengalaman yang pernah terjadi, rasanya pemerintah perlu mengetahui terkait titik-titik rawan dan waktu yang sering digunakan untuk melakukan kejahatan, serta jenis kejahatan yang paling banyak muncul. Informasi ini kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah yang lebih tepat sasar.

Pemprov DKI Jakarta menempatkan keamanan sebagai salah satu prioritas dan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, terutama kepolisian. Pemerintah menyiapkan berbagai bantalan sosial yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu langkah yang sedang dikembangkan adalah integrasi CCTV. 

Selama ini kamera pengawas dimiliki oleh berbagai pihak dan dikelola dalam sistem yang terpisah. Melalui integrasi, kamera CCTV dapat digunakan dalam sistem berbagi pakai. Tujuannya agar kondisi di lapangan dapat dipantau dengan lebih cepat.

Saat ini terdapat 7.314 titik CCTV di area publik yang berpotensi diintegrasikan. Pada tahap awal, sebanyak 3.362 kamera dapat dimanfaatkan oleh Polda Metro Jaya. Pemerintah menargetkan penambahan 16.781 CCTV pada 2027. Jika target tersebut tercapai, terdapat potensi 24.095 titik kamera yang terintegrasi.

Teknologi ini tentu perlu ditempatkan porsinya sebagai alat bantu. Kamera tidak dapat menggantikan kehadiran manusia. Data dari kamera tetap membutuhkan petugas yang mampu membaca situasi dan mengambil keputusan dengan cepat. Perlindungan privasi warga juga perlu menjadi bagian dari sistem pengawasan tersebut. Dengan begitu, teknologi dapat digunakan untuk menjaga keamanan tanpa mengabaikan hak kita sebagai warga.

baca juga

Pada Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta telah membuka akses CCTV secara real-time di 50 titik kepada masyarakat. Warga dapat melihat kondisi sejumlah lokasi melalui laman publik CCTV Jakarta. Langkah ini dapat membantu warga memantau situasi lalu lintas dan ruang publik. Pada saat yang sama, masyarakat mendapat ruang untuk ikut mengawasi kondisi Jakarta. CCTV dapat diakses pada laman https://jakcctv.jakarta.go.id/publik 

Keterlibatan warga menjadi penting karena keamanan Jakarta tidak mungkin dibebankan hanya kepada pemerintah dan aparat saja. Kita hidup di lingkungan yang sama, menggunakan ruang yang sama. 

Peran kita sebagai warga sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana. Ketika melihat fasilitas keamanan yang rusak, kita dapat melaporkannya. Ketika melihat situasi yang mencurigakan, kita dapat menghubungi pihak berwenang.

Kita tidak perlu serta merta selalu mengambil tindakan sendiri. Keamanan akan lebih terjaga ketika informasi sampai kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.

Kasus perusakan CCTV di Pejompongan pada akhir Agustus lalu menjadi peringatan bagi semua. CCTV memiliki fungsi untuk membantu mencegah kriminalitas, memantau pelayanan publik, dan mendukung pengaturan lalu lintas. Merusaknya berarti mengurangi salah satu alat yang digunakan untuk menjaga kepentingan masyarakat. 

Menjaga keamanan merupakan salah satu peran yang bisa kita dilakukan dengan membangun kepedulian di lingkungan sekitar. Kita dapat mengenali kondisi jalan di sekitar tempat tinggal, saling mengingatkan ketika ada situasi yang perlu diperhatikan sehingga ruang interaksi warga akan lebih mudah diawasi.

Jakarta mungkin tidak akan pernah menjadi kota tanpa kejahatan. Namun, peluang terjadinya kejahatan dapat terus ditekan. Rasa aman dapat kita dibangun, mulai dari cara kita membaca situasi, memperbaiki pengawasan, hingga membuka ruang bagi warga untuk ikut berpartisipasi.

Kadang kita hanya perlu untuk sedikit lebih peduli, waspada, dan melapor ketika melihat sesuatu yang tidak semestinya. Menjaga fasilitas adalah tanggungjawab kita bersama. Mulai dari langkah-langkah kecil itu, harapannya ruang aman di Jakarta dapat tumbuh dengan baik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.