Dari berbagai program yang dijalankan Kelompok KKN Tematik Inovasi (KKNT Inovasi) IPB University SUBANGKAB13 selama lebih dari sebulan di Desa Bojongloa, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, CERIA (Cerdas, Empati, Ramah, Inspiratif, dan Aktif) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak maupun mahasiswa.
Program yang digagas oleh delapan mahasiswa IPB University, yaitu Gabriel Jel Blessly Aipassa, Lusi Rahmawati, Emirriza Mithwa Ramdhan, Adinda Maudy Maulidya, Agies Amalia Putri Layka, Yasmin Alya Rahma, M. Ibnu Fadhil, dan Siti Tsabita Balqis, di bawah bimbingan Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.T., ini dilaksanakan selama periode KKN pada 6 Juli hingga 14 Agustus 2026.
CERIA menyasar siswa sekolah dasar di SDN Bojongloa, SDN Cisaat, dan SDN Karangmanggung dengan fokus pada penanaman nilai anti-perundungan, adab dan kesantunan, pola hidup bersih dan sehat, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Ketika Karakter Anak Desa Perlu Ruang untuk Tumbuh
Berdasarkan survei awal melalui wawancara dengan tim KKN UIN Bandung yang sebelumnya bertugas di Desa Bojongloa, penguatan karakter dan kepedulian lingkungan pada anak masih diperlukan. Cerita warga mengenai hubungan antardesa yang belum sepenuhnya harmonis juga menunjukkan pentingnya menanamkan nilai toleransi, kesantunan, dan kepedulian sejak usia sekolah.

Dokumentasi Kegiatan CERIA Hidup Sehat
Atas dasar tersebut, CERIA dirancang dalam empat subprogram yang saling melengkapi, yaitu CERIA Berteman, CERIA Bersikap, CERIA Hidup Sehat, dan CERIA Menjaga Bumi. Seluruh kegiatan menggunakan pendekatan interaktif melalui permainan, video, praktik, diskusi, dan bermain peran agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi turut terlibat dalam proses belajar.
“Kami nggak mau anak-anak cuma jadi penonton yang duduk dengar materi. Makanya hampir semua sesi CERIA kami buat sambil main, sambil nonton video, sambil praktik langsung. Biar mereka yang aktif, bukan cuma kami yang bicara,” ujar Gabriel Jel Blessly, penanggung jawab CERIA Berteman dan CERIA Menjaga Bumi.
Empat Wajah CERIA
CERIA Bersikap dilaksanakan pada 20, 22, dan 23 Juli 2026 dengan melibatkan 60 siswa kelas 4 dan 5 dari tiga sekolah. Melalui animasi, permainan, dan bermain peran, siswa belajar mengenai adab, kesantunan, serta cara meminta tolong dan meminta maaf dengan baik. Kegiatan ditutup dengan “Pohon Kebaikan”, tempat siswa menuliskan pengalaman atau komitmen melakukan kebaikan sebagai bentuk refleksi.
CERIA Hidup Sehat dilaksanakan bersamaan dengan CERIA Bersikap dan menyasar 60 siswa kelas 4. Siswa diperkenalkan pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Materi disampaikan melalui video, praktik langsung, permainan, dan tanya jawab. Tim juga meninggalkan poster “6 Langkah Cuci Tangan yang Tepat” sebagai pengingat di sekolah.
CERIA Berteman dilaksanakan pada 27, 29, dan 30 Juli 2026 dengan melibatkan 81 siswa kelas 5 dan 6 dari tiga sekolah. Melalui materi, video, drama edukatif, permainan, dan post test, siswa diajak mengenali bentuk dan dampak perundungan serta memahami cara meresponsnya dengan tepat.
CERIA Menjaga Bumi dilaksanakan pada tanggal yang sama dengan CERIA Berteman dan menyasar 81 siswa kelas 5 dan 6. Siswa belajar membedakan sampah organik, anorganik, dan B3, kemudian mempraktikkan upcycling dengan mengubah sampah kering menjadi karya kolase.
Antusiasme yang Melampaui Ekspektasi
Kehadiran tim KKN disambut antusias oleh anak-anak Bojongloa. Mereka tidak hanya aktif mengikuti kegiatan di kelas, tetapi juga mulai menunjukkan kedekatan dengan mahasiswa melalui sapaan, lambaian tangan, hingga pelukan.
Kedekatan tersebut berlanjut di luar sekolah. Beberapa anak rutin datang ke posko untuk mengobrol, bermain, atau melihat mahasiswa mempersiapkan kegiatan. Posko yang awalnya menjadi tempat beristirahat perlahan berubah menjadi ruang berkumpul yang dipenuhi tawa anak-anak.

Dokumentasi Kebersamaan Mahasiswa KKNT IPB University Berrsama Anak-Anak Desa Bojongloa
Hubungan tersebut membuat CERIA berkembang menjadi lebih dari sekadar program mengajar. Proses belajar bahkan berlanjut di posko melalui pendampingan membaca bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan. Bagi mahasiswa, semangat anak-anak untuk terus belajar menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama KKN.
Lebih dari Sekadar Angka
Keempat subprogram CERIA berhasil terlaksana dengan persentase capaian sebesar 95%. Siswa mampu menjelaskan bentuk dan cara menyikapi perundungan, mempraktikkan cara meminta maaf dan meminta tolong dengan santun, melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar, serta menghasilkan karya kolase dari sampah anorganik.
Namun, capaian CERIA tidak hanya terlihat melalui indikator kegiatan. Keberanian anak-anak untuk bercerita, kebiasaan baik yang mulai dibawa ke kehidupan sehari-hari, serta hubungan personal yang terjalin dengan mahasiswa menjadi hasil yang tidak mudah diukur. Bahkan, sebagian anak masih menjalin komunikasi dengan anggota tim setelah kegiatan berakhir.

Dokumentasi kebersamaan mahasiswa KKNT IPB University bersama anak-anak Desa Bojongloa
Harapan yang Ditinggalkan
Tim KKNT SUBANGKAB13 berharap nilai anti-perundungan, adab dan sopan santun, kebiasaan hidup bersih, serta kepedulian lingkungan yang diperkenalkan melalui CERIA dapat terus dipraktikkan oleh anak-anak. “Pohon Kebaikan” dan poster cuci tangan yang ditinggalkan di sekolah diharapkan menjadi pengingat sederhana untuk mempertahankan kebiasaan tersebut.
Pada akhirnya, CERIA bukan hanya meninggalkan pengetahuan dan pengalaman belajar bagi anak-anak Bojongloa, tetapi juga membangun kedekatan yang membuat perpisahan terasa berat. Bagi delapan mahasiswa yang menjalankannya, Bojongloa tidak sekadar menjadi tempat pengabdian, melainkan ruang untuk belajar, berbagi, dan menciptakan kenangan yang akan terus dibawa setelah KKN berakhir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


