monumen bahari tegal menapaki jejak kekuatan maritim indonesia pascakemerdekaan - News | Good News From Indonesia 2026

Monumen Bahari Tegal, Menapaki Jejak Kekuatan Maritim Indonesia Pascakemerdekaan

Monumen Bahari Tegal, Menapaki Jejak Kekuatan Maritim Indonesia Pascakemerdekaan
images info

Dok. Igho (Wikimedia)


 

Di kota pesisir Pantura Jawa Tengah ini, pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Keamanan Rakyat Laut atau BKR Laut didirikan, organisasi yang kemudian menjadi cikal bakal TNI Angkatan Laut.

Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dengan luas bangunan 5.000 meter persegi, terletak di Jalan Sangir No. 7, Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, dalam satu kompleks dengan Pantai Alam Indah (PAI). Artinya, berkunjung ke sini bisa sekaligus menikmati suasana pantai tanpa perlu pindah lokasi.

Di luar ruangan, berjajar alutsista TNI AL asli yang sudah dipensiunkan namun masih bisa diamati dari jarak dekat. Tank, kendaraan tempur, pesawat militer, torpedo, dan ranjau laut ada di sini.

 

Sekilas Mengenai Monumen Bahari Tegal

Secara geografis, kota ini memang berada di pesisir utara Jawa Tengah dan sudah lama menjadi kota pelabuhan yang penting. Tapi lebih dari soal lokasi geografis, Tegal punya catatan historis langsung dalam pembentukan kekuatan maritim Indonesia pascakemerdekaan.

Pendirian BKR Laut di Tegal pada masa awal kemerdekaan menjadi titik yang kemudian berkembang menjadi angkatan laut nasional seperti yang dikenal hari ini. Monumen Bahari hadir sebagai penanda fisik dari peran tersebut, sekaligus menjadi ruang edukasi publik tentang sejarah pertahanan maritim Indonesia.

Di sekitar kawasan kota Tegal sendiri, jejak sejarah TNI AL juga bisa ditemukan di tempat lain, termasuk Danlanal di sebelah selatan Kantor Pos Besar dan Monumen Yos Sudarso di depan Kantor DPRD Kota Tegal.

 

Daya Tarik Utama Monumen Bahari Tegal

Di area luar ruang Monumen Bahari, pengunjung bisa melihat langsung koleksi alutsista asli yang pernah digunakan TNI Angkatan Laut.

Koleksinya mencakup kendaraan tempur tank PT 76, kendaraan tempur Pintam BRDM, pesawat udara Nomad N-22, meriam darat, buoyancy, lampu navigasi, jangkar dan rantai, ranjau tanduk, serta torpedo MK 44. Semua benda ini dipajang di area terbuka dan bisa dilihat dari dekat.

Di dalam ruangan monumen, terdapat miniatur kapal-kapal perang TNI AL dalam ukuran yang cukup detail, termasuk KRI Nanggala 402, KRI Diponegoro 365, KRI Macan Tutul, KRI Clurit, dan KRI Dewa Ruci.

Kehadiran miniatur KRI Nanggala 402 punya makna tersendiri mengingat kapal selam legendaris itu tenggelam pada April 2021 dalam kecelakaan yang menggetarkan seluruh negeri.

Nilai utama dari Monumen Bahari ada pada fungsi edukatifnya yang terbuka untuk umum. Anak-anak yang berkunjung ke sini bisa melihat langsung wujud nyata dari alat pertahanan yang selama ini hanya dikenal dari buku atau layar televisi.

 

Akses Menuju Monumen Bahari Tegal

Monumen Bahari berlokasi di Jalan Sangir No. 7, Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Akses masuk ke monumen ini melalui pintu utama kawasan Pantai Alam Indah, dengan bangunan monumen yang memanjang sebelum area utama pantai.

Dari Stasiun Tegal, jarak ke kawasan Pantai Alam Indah sekitar 3 hingga 4 kilometer dengan waktu tempuh 10 hingga 15 menit menggunakan becak, ojek, atau kendaraan pribadi.

Dari ruas Tol Trans Jawa pintu masuk Tegal, perjalanan ke pusat kota membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Kota Tegal juga dilalui jalur bus antarkota Pantura sehingga mudah dicapai dari Semarang, Pekalongan, maupun Brebes.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Monumen Bahari Tegal terbuka setiap hari bersamaan dengan jam operasional kawasan Pantai Alam Indah. Tiket masuk ke kawasan ini sudah termasuk akses ke area pantai dan monumen, dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang tergantung hari kunjungan.

Fasilitas di kawasan ini meliputi area parkir, warung makan dan kios di kawasan Pantai Alam Indah, toilet, serta area terbuka yang luas untuk berkeliling dan berfoto.

Monumen Bahari cocok untuk Kawan GNFI yang sedang di Tegal dan ingin wisata yang tidak biasa, menggabungkan sejarah maritim dengan suasana pantai dalam satu kunjungan.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Monumen Bahari?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.