Upaya untuk menciptakan dan mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, serta cerdas tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran penting pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas sejak usia dini.
Menyadari betul betapa krusialnya hal tersebut, KKN Tematik Keamanan Pangan dari IPB University turut ambil bagian secara langsung untuk memfasilitasi dan menyukseskan agenda kegiatan pelayanan Posyandu di Posyandu Kenanga X, Desa Leuwimekar, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kehadiran tim mahasiswa IPB University di tengah-tengah aktivitas rutin bulanan tersebut bukan sekadar hadir sebagai pengamat di lapangan semata.
Namun, mereka turun tangan secara langsung untuk bahu-membahu membantu para Bidan Desa dan Kader Posyandu dalam memberikan ragam pelayanan kesehatan dasar yang menyeluruh kepada para ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak di lingkungan desa setempat.
Keterlibatan aktif dari para mahasiswa KKNT IPB University ini merupakan sebuah wujud integrasi yang sangat nyata antara fokus program Keamanan Pangan dengan isu kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam mendukungi dan menyukseskan upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Dalam alur pelaksanaannya, para mahasiswa mengambil peran aktif di berbagai pos pelayanan kesehatan melalui penerapan mekanisme sistem lima meja Posyandu.
"Kami berbagi tugas untuk membantu kelancaran acara. Ada yang bertugas di meja pendaftaran, membantu menimbang berat, mengukur tinggi badan balita, mengukur Tekanan Darah ibu hamil dan lansia, hingga membantu kader mencatat hasil pengukuran di buku KIA atau KMS (Kartu Menuju Sehat)," ujar Rosvita, salah satu perwakilan mahasiswa KKNT IPB University, saat memaparkan pembagian tugas dan peran mereka di lapangan.
Tidak hanya berhenti pada pemenuhan tugas teknis dan administratif, momen berkumpulnya para ibu rumah tangga dalam kegiatan Posyandu ini juga dimanfaatkan secara sangat optimal oleh tim mahasiswa KKNT untuk menyisipkan pesan-pesan edukatif yang penting.
Para mahasiswa secara komunikatif memberikan penyuluhan serta edukasi singkat mengenai betapa pentingnya penerapan praktik keamanan pangan di tingkat rumah tangga.
Edukasi tersebut secara khusus menyoroti aspek kebersihan serta higienitas dalam tata cara penyiapan Makanan Pendamping ASI (MPASI), agar sajian makanan untuk anak dapat terhindar dari bahaya kontaminasi bakteri yang berpotensi memicu timbulnya penyakit diare serta gangguan penyerapan nutrisi gizi pada proses tumbuh kembang anak.
Ketua Posyandu Kenanga X Desa Leuwimekar, Yayah, menyambut hangat dan merasa amat terbantu atas kehadiran para mahasiswa IPB University dalam menyokong agenda pelayanan bulanan tersebut.
"Alhamdulillah, pelayanan Posyandu hari ini berjalan lebih cepat dan tertib karena dibantu adik-adik dari IPB. Edukasi tentang kebersihan makanan yang mereka sampaikan juga sangat pas, karena kadang gizi makanannya sudah bagus, tapi kalau cara masaknya kurang bersih, anak tetap bisa sakit," tuturnya penuh apresiasi atas keikutsertaan mahasiswa.
Partisipasi aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Posyandu ini membuktikan secara nyata bahwa program kerja KKNT Keamanan Pangan IPB University tidak hanya berfokus menyasar para pelaku UMKM semata, melainkan juga turut menjangkau langsung sektor vital kesehatan keluarga di tingkat tapak.
Sinergi yang terbangun dengan begitu apik antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh warga desa ini diharapkan dapat memperkuat pondasi utama kesehatan dan gizi generasi penerus di Desa Leuwimekar secara berkelanjutan di masa depan.
(Penulis: Tim Publikasi KKNT Keamanan Pangan IPB University, Desa Leuwimekar)
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


