mengapa warga rela patungan demi sound horeg pertanyaan ini mendorong mahasiswa universitas negeri malang um gagas ekonomi horeg - News | Good News From Indonesia 2026

"Ekonomi Horeg," Gagasan dari Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM)

"Ekonomi Horeg," Gagasan dari Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM)
images info

Naila Putri


Kawan GNFI tentu sudah tidak asing lagi dengan fenomena sound horeg yang kerap mewarnai berbagai perhelatan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Suara dentuman dari pengeras suara berukuran raksasa ini memang selalu berhasil mencuri perhatian masyarakat luas.

Meski kerap dinilai terlalu keras oleh sebagian pihak, perhelatan sound horeg nyatanya selalu dipadati oleh ribuan pengunjung dan mendapat dukungan yang sangat kuat dari warga lokal. Di balik berbagai sudut pandang yang muncul, fenomena ini turut memperlihatkan adanya perputaran ekonomi warga serta tingkat partisipasi gotong royong yang sangat tinggi di tingkat desa.

Melihat fenomena sosial yang unik dan kompleks ini, sekelompok peneliti muda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) tergerak untuk melakukan sebuah penelitian ilmiah. Riset ini diinisiasi oleh Naila Salma Putri Sagita, Angeline Graciela Wongso, Bima Priyo Utomo, Muhammad Rizqy Setiado, dan Anggun Putri Lestari, dengan bimbingan dosen pendamping Naufal Dzakwana Muhammad. Tim peneliti dari FEB UM ini hadir untuk mengkaji lebih dalam mengenai alasan utama yang menggerakkan masyarakat secara sukarela mendukung penuh keberlangsungan acara tersebut dari waktu ke waktu.

baca juga

Dalam analisis ekonomi tradisional, keputusan seseorang umumnya diasumsikan berdasarkan kalkulasi untung-rugi materi secara rasional semata. Namun, dalam konteks sound horeg, warga lokal justru rela mengalokasikan tenaga, waktu, hingga dana swadaya secara mandiri demi suksesnya perhelatan di lingkungan mereka.

Berangkat dari fenomena ini, tim peneliti FEB UM menggagas sebuah kerangka pemikiran konseptual yang dinamakan "Ekonomi Horeg". Kerangka kerja lokal (indigenous framework) ini dirancang khusus untuk membedah motif di balik kontribusi sukarela masyarakat, baik dalam bentuk finansial maupun non-finansial.

Melalui gagasan "Ekonomi Horeg", tim peneliti berupaya memetakan berbagai faktor pendorong sosial dan ekonomi seperti keterikatan emosional komunal, solidaritas antarwarga, hingga tata kelola di tingkat lokal. Secara akademis, riset ini bertujuan untuk memperkaya literatur ilmiah di bidang ekonomi perilaku (Behavioral Economics) dan studi kebudayaan festival komunal.

Kehadiran kerangka konseptual ini diharapkan mampu memberikan perspektif teoretis baru mengenai bagaimana modal sosial masyarakat dapat bertransformasi menjadi kekuatan utama penopang kegiatan berbasis komunitas.

Tidak hanya berkontribusi pada ranah akademis, riset ini juga diharapkan mampu menjadi rujukan strategis bagi para pemangku kebijakan dan pemerintah daerah. Informasi serta rekomendasi dari kajian ini dapat dimanfaatkan untuk merumuskan tata kelola festival berbasis komunitas (community-based management) yang berkelanjutan dan harmonis.

Dengan demikian, pemerintah dapat menyusun regulasi yang seimbang antara memberi ruang bagi ekspresi kebudayaan dan potensi ekonomi warga, sembari tetap memprioritaskan ketertiban, keselamatan, serta kenyamanan lingkungan publik.

baca juga

Studi ilmiah ini dilaksanakan dalam rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia serta fasilitasi penuh dari Universitas Negeri Malang. Saat ini, tim peneliti tengah berjuang menyelesaikan seluruh rangkaian tahapan riset. Mereka sangat mengharapkan doa serta dukungan dari Kawan GNFI agar langkah riset ini dapat berjalan lancar hingga mampu membawa hasil terbaik di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Bagi Kawan GNFI yang penasaran dan ingin menyimak perjalanan serta pembaruan informasi mengenai kegiatan riset ini, Kawan dapat mengunjungi dan mengikuti akun Instagram resmi mereka di @horegonomy. Mari kita bersama-sama mendukung karya dan inisiatif positif dari para peneliti muda Indonesia dalam mengkaji fenomena sosial di sekitar kita!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BU
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.