warga babakan haur diajak rawat penghijauan desa bersama kkn nusantara - News | Good News From Indonesia 2026

Warga Babakan Haur Diajak Rawat Penghijauan Desa Bersama KKN Nusantara

Warga Babakan Haur Diajak Rawat Penghijauan Desa Bersama KKN Nusantara
images info

Foto: milik pribadi


Penghijauan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga memastikan tanaman dapat terus dirawat setelah kegiatan selesai. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 10 dalam mengajak warga Kampung Babakan Haur terlibat sejak awal program.

Menanam tanaman mungkin dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun, menjaga agar tanaman tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan membutuhkan perhatian yang lebih panjang. Karena itu, keberhasilan kegiatan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak tanaman yang berhasil ditanam, tetapi juga oleh keberlanjutan pemeliharaannya.

Gagasan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program Gerakan Penghijauan Desa oleh mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 10 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Kampung Babakan Haur, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Sebelum penanaman dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi penghijauan. Sosialisasi tersebut menjadi tahap awal untuk memperkenalkan rencana kegiatan sekaligus mengajak warga memahami pentingnya pemanfaatan lahan untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau dan tertata.

baca juga

Penghijauan Dimulai dari Komunikasi

Dalam sosialisasi, mahasiswa menyampaikan tujuan kegiatan kepada masyarakat serta memberikan informasi mengenai jenis tanaman yang akan ditanam dan teknis pelaksanaannya.

Komunikasi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui bukan hanya apa yang akan dilakukan, tetapi juga alasan di balik kegiatan tersebut. Lahan yang tersedia di sekitar lingkungan dapat dimanfaatkan sehingga keberadaan tanaman nantinya menjadi bagian dari lingkungan tempat masyarakat beraktivitas.

Pendekatan tersebut juga membuat program penghijauan tidak hanya menjadi kegiatan mahasiswa. Sejak tahap awal, masyarakat sudah diajak mengetahui dan memahami rencana yang akan dilakukan di lingkungannya sendiri.

penanaman bibit oleh tim KKN Nusantara

Warga Dilibatkan Sejak Penanaman

Keterlibatan masyarakat kemudian diarahkan pada proses penanaman dan pemeliharaan tanaman. Mahasiswa mengajak warga untuk ikut mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Bagi masyarakat, keterlibatan tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sementara bagi mahasiswa KKN, proses ini menjadi pembelajaran bahwa program penghijauan membutuhkan kerja bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka lebih panjang.

Penanaman juga bukan menjadi akhir dari kegiatan. Justru setelah tanaman berada di tanah, perhatian terhadap pemeliharaan menjadi hal yang tidak kalah penting.

Tanaman membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, masyarakat diajak untuk memiliki perhatian terhadap keberadaan tanaman di lokasi penghijauan sehingga kegiatan tidak berhenti sebagai dokumentasi program kerja mahasiswa.

Jangan Sampai Berhenti Setelah KKN Selesai

Salah satu hal yang ditekankan dalam perencanaan kegiatan adalah keberlanjutan. Mahasiswa berharap tanaman yang ditanam tidak hanya menjadi hasil kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat terus dirawat bersama oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke daerah asal masing-masing.

Hal tersebut menjadi penting dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN pada dasarnya memiliki batas waktu, sementara lingkungan tempat mereka melakukan pengabdian akan terus digunakan dan dihuni oleh masyarakat.

Karena itu, pelibatan warga sejak awal menjadi bagian dari upaya membangun rasa memiliki. Ketika masyarakat ikut mengetahui proses, terlibat dalam penanaman, dan memahami pentingnya pemeliharaan, keberadaan tanaman diharapkan tidak dipandang sebagai milik mahasiswa KKN semata.

baca juga

Merawat Lingkungan dari Lingkungan Sendiri

Gerakan penghijauan di Kampung Babakan Haur memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tidak harus selalu melalui kegiatan besar, kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui pemanfaatan lahan, penanaman, dan kebiasaan merawat tanaman secara bersama-sama.

Bagi Indonesia yang berwilayah pedesaan dengan karakter lingkungan yang beragam, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai upaya pelestarian lingkungan. Program yang melibatkan warga sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk terus dirawat setelah pihak penggagas tidak lagi berada di lokasi.

Melalui Gerakan Penghijauan Desa, mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 10 mencoba membawa gagasan tersebut ke lingkungan masyarakat Desa Cibungur. Bukan hanya menanam, tetapi mengajak warga ikut memikirkan apa yang terjadi setelah tanaman ditanam.

Sebab, penghijauan pada akhirnya bukan tentang siapa yang menanam pohon, melainkan siapa yang bersedia merawatnya. Dari Kampung Babakan Haur, semangat tersebut tumbuh melalui kerja sama sederhana antara mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat mereka hidup bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.