aiesec in unej kenalkan seni tari tradisional melalui kunjungan budaya ke sanggar tari sembagi arutala - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UNEJ Kenalkan Seni Tari Tradisional melalui Kunjungan Budaya ke Sanggar Tari Sembagi Arutala

AIESEC in UNEJ Kenalkan Seni Tari Tradisional melalui Kunjungan Budaya ke Sanggar Tari Sembagi Arutala
images info

Sumber: Dokumentasi Pribadi


AIESEC in UNEJ menghadirkan pelatihan tarian tradisional melalui proyek On The Map yang dilakukan di Sanggar Tari Sembagi Arutala untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesenian lokal. Kegiatan ini ditujukan kepada exchange participant dan panitia On The Map untuk mengasah kemampuan mereka dalam melakukan tarian tradisional.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman mengenai tarian tradisional yang diwariskan dari zaman dahulu untuk terus dilestarikan, sehingga budaya di Indonesia tidak memudar.

Pelatihan tarian tradisional dilakukan pada tanggal 10 Juli 2026 yang bertempat di Sanggar Tari Sembagi Arutala, Jember. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu mengenal lebih dekat dengan salah satu bentuk kebudayaan di Indonesia yang terus dilestarikan melalui pelatihan pada anak-anak muda di Jember.

Dengan begitu, mereka mendapatkan wawasan mulai dari latar belakang seni tari, karakteristik gerakan, makna yang terkandung dalam tarian, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan melalui kesenian tersebut.

Proyek On The Map mengajak para peserta khususnya exchange participant untuk melakukan kunjungan ke Sanggar Tari Sembagi Arutala untuk melestarikan budaya kesenian lokal melalui pelatihan tari agar dapat memberikan pemahaman yang lebih luas.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi exchange participant untuk mempelajari budaya baru, dan bisa menyesuaikan dengan perbedaan yang ada. Mereka juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Melalui hal itu, kegiatan tersebut menjadi apresiasi terhadap pelestarian budaya nasional, terutama di kalangan anak-anak muda untuk mengenal lebih mendalam mengenai kesenian tarian tradisional.

Pengalaman yang diberikan oleh panitia On The Map kepada exchange participant dapat mendorong mereka untuk dapat menghargai keberagaman budaya, sehingga mampu menciptakan toleransi yang kuat dalam mencapai perdamaian dunia dan memperkuat hubungan antarnegara.

baca juga

Peluang tersebut juga dapat menjadi wadah bagi exchange participant sebagai sarana edukasi budaya, agar dapat meningkatkan pemahaman tentang budaya global.

Sesi pada kegiatan ini dimulai dari Opening by MC, Dance exploration, QnA, Let's Moving Together, Content Marketing, dan Closing.

Banyak pembelajaran yang didapatkan melalui kunjungan ke Sanggar Tari Sembagi Arutala, mulai dari pemahaman gerakan tari dan latar belakang dari kesenian tersebut.

Mereka juga dapat meningkatkan wawasan tentang budaya yang ada di Indonesia, khususnya daerah Jember yang terus dilestarikan oleh beragam komunitas.

Generasi muda di Jember menjadikan kesenian tradisional sebagai kemampuan yang harus dikembangkan dan dikenalkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia agar dapat menjadi bagian dari identitas budaya.

Organization Committee President (OCP) On The Map, Ezra Prasetyo, menyampaikan bahwa kunjungan ke Sanggar Tari Sembagi Arutala dilakukan untuk memperkenalkan tarian tradisional Indonesia kepada exchange participant sebagai bentuk kekayaan budaya dan identitas budaya Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan pengalaman yang berkesan selama exchange participant berada di Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat mengenal lebih dekat tentang kesenian tari tradisional di Indonesia.

“Kunjungan ke Sanggar Tari Sembagi Arutala merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh proyek On The Map by AIESEC In UNEJ untuk meningkatkan wawasan generasi muda di Indonesia dan exchange participant tentang kesenian tari tradisional. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai sejarah dari tarian tradisional, dan menyaksikan secara langsung anak-anak yang tergabung dalam sanggar tari untuk menampilkan bakat mereka. Melalui pengalaman tersebut, kesenian budaya lokal dapat dilestarikan oleh generasi muda, dan dikenal oleh exchange participant,” ujarnya.

Sepemikiran dengan OCP On The Map, Local Committee Vice President of Incoming Global Volunteer 26.27, Nabila Shifa, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang untuk pertukaran perspektif antarbudaya yang dilakukan oleh exchange participant dengan pihak sanggar tari untuk saling berbagi mengenai budaya masing-masing.

baca juga

Dalam hal itu, exchange participant dapat beradaptasi dengan kesenian tradisional melalui aktivitas yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut.

Dengan begitu, kita dapat memberikan ruang belajar bagi exchange participant untuk meningkatkan kesadaran budaya.

“Kunjungan ini dilakukan oleh panitia On The Map dan exchange participant sebagai wadah pembelajaran bagi anak-anak muda mengenai kesenian lokal yang terus dilestarikan. Kegiatan ini dijadikan sebagai perspektif antar budaya yang dilakukan untuk mendorong pemahaman lintas budaya. Exchange participant dapat menjadikan hal tersebut sebagai wadah pembelajaran agar dapat menyesuaikan dengan perbedaan yang ada di Jember, sehingga dapat menciptakan toleransi yang kuat terhadap perbedaan budaya,” ujarnya.

AIESEC In UNEJ menciptakan komitmen yang kuat untuk terus menghadirkan berbagai program dan proyek positif bagi masyarakat. Mereka mengajak anak-anak muda sebagai agen perubahan melalui kontribusi pada kegiatan yang diselenggarakan oleh AIESEC In UNEJ.

Selain itu, pengembangan diri pada anak-anak muda dilakukan melalui seminar dan pelatihan, sehingga menjadi wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan potensinya.

Kunjungan ke Sanggar Tari Sembagi Arutala menjadi salah satu kegiatan yang memberikan manfaat luar biasa untuk meningkatkan pemahaman tentang kesenian tari tradisional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.