memadukan tradisi teknologi mahasiswa ipb bioteknologi ai malaysia - News | Good News From Indonesia 2026

Memadukan Tradisi dan Teknologi: Cara Mahasiswa IPB Olah Limbah dan Jajaki AI Pertanian di Malaysia

Memadukan Tradisi dan Teknologi: Cara Mahasiswa IPB Olah Limbah dan Jajaki AI Pertanian di Malaysia
images info

Potret MISA Agroecology Centre


Tantangan ketahanan pangan global menuntut dunia pertanian untuk beradaptasi cepat. Di satu sisi, ekosistem tanah memerlukan sentuhan alami yang bebas dari bahan kimia sintetis; di sisi lain, efisiensi pengelolaan lahan perkotaan membutuhkan bantuan inovasi modern.

Celah inilah yang dijembatani oleh empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Internasional IPB University Tim Malaysia 04 selama Empat pekan beraktivitas Bersama MISA Agroecology Centre, Gombak, Malaysia.

Tim yang beranggotakan Shahrulneeza Alvin Arlianto, Aditya Karuniawan Pratama, Satria Aziz Nur Muhammad Shidiq, dan Ramiro Izza Athallah Sesunan di bawah bimbingan langsung Hud Bin Sulaiman sekaligus Chairman MISA mengombinasikan dua pendekatan sekaligus: penerapanĀ bioteknologi organik berbasis ekonomi sirkular di lahan dan penjajakan teknologi cerdas berbasis AI serta urban farming di level pameran internasional.

baca juga

Kolase Kegiatan Agroecology Assistant
info gambar

Kolase Kegiatan Agroecology Assistant


Bioteknologi Lokal: Meracik Nutrisi dari Limbah Ikan dan Mikroorganisme Alami

Di lahan MISA Agroecology Centre, fokus utama tim mahasiswa IPB University adalah memperkuat kesuburan tanah tanpa bergantung pada pupuk sintetis. Mengusung konsep Agroecology Assistant, mahasiswa terlibat langsung dalam memproduksi nutrisi tanaman mandiri berbasis bahan-bahan sisa (zero-waste farming).

Salah satu formulasi utama yang dikembangkan adalah Fish Amino Acid (FAA), yaitu asam amino cair yang dihasilkan dari fermentasi sisa-sisa limbah ikan dengan gula. Selain FAA, mereka juga memproduksi Indigenous Microorganisms (IMO), yakni pembiakan mikroorganisme lokal pendegradasi tanah. Kombinasi keduanya terbukti mampu memberikan asupan nutrisi makro dan mikro yang optimal bagi tanaman sayur seperti kailan, pakcoy, selada, hingga edamame.

Tidak berhenti di sana, sistem ekonomi sirkular juga diterapkan pada pengelolaan limbah pertanian lainnya. Media tanam bekas budidaya jamur, limbah potongan kayu, dan sisa bambu diolah kembali melalui proses pengomposan untuk dijadikan media tanam baru pada 12 instalasi planter box yang dibangun tim di area MISA.

 Menjajaki Inovasi AI dan Urban Farming di ARCHIDEX 2026
info gambar

Menjajaki Inovasi AI dan Urban Farming di ARCHIDEX 2026


Sentuhan Masa Depan: Menjajaki Inovasi AI dan Urban Farming di ARCHIDEX 2026

Pengalaman praktis di lahan tanah lumpur makin lengkap saat tim berkesempatan menghadiri pameran arsitektur dan teknologi berskala internasional, ARCHIDEX Exhibition 2026 di Kuala Lumpur, bersama Chairman MISA, Hud Sulaiman.

Di pameran tersebut, mahasiswa mengamati secara langsung perkembangan teknologi pertanian perkotaan (urban farming), sistem hidroponik terintegrasi, penggunaan material ramah lingkungan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendesain ruang hijau dan efisiensi tata kelola energi.

Kehadiran di ARCHIDEX 2026 membuka perspektif baru bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang menjaga kelestarian alam secara konvensional, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mutakhir dapat diintegrasikan untuk mempermudah operasional dan meningkatkan daya dukung lingkungan di area perkotaan.

baca juga

Menuju Sistem Pangan yang Tangguh dan Berkelanjutan

Sinergi antara teknik ramah lingkungan berbiaya murah (low-cost organic technology) dan wawasan modern (high-tech urban farming) yang diperoleh para mahasiswa ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam agroekologi.

Melalui kombinasi pengetahuan ini, pengalaman KKNT IPB University di Malaysia tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian rutin, melainkan laboratorium ide untuk membangun sistem pertanian masa depan yang lebih efisien, mandiri, dan tangguh menghadapi krisis iklim global.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini membuktikan bahwa kedaulatan pangan sejati berawal dari aksi nyata di tingkat akar rumput. Dengan memberdayakan komunitas lokal melalui transfer pengetahuan teknologi sirkular secara langsung, mahasiswa IPB University bersama MISA telah menanam benih ketahanan pangan berkelanjutan yang dampaknya akan terus tumbuh dan berlipat ganda melampaui batas-batas negara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.