lahan terbatas manfaat tak terbatas budikdamber untuk pangan keluarga - News | Good News From Indonesia 2026

Lahan Terbatas, Manfaat Tak Terbatas: Budikdamber untuk Pangan Keluarga

Lahan Terbatas, Manfaat Tak Terbatas: Budikdamber untuk Pangan Keluarga
images info

(Foto bersama Tim KKNT IPB University dengan ibu-ibu PKK Desa Jombatan | Dokumentasi pribadi)


Ketahanan pangan masih menjadi salah satu persoalan yang penting bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah pedesaan. Ketersediaan pangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah bahan makanan yang tersedia, tetapi juga bagaimana setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, merupakan salah satu wilayah yang sebagian masyarakatnya memiliki aktivitas yang dekat dengan sektor pertanian. Hamparan sawah menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat desa. Namun, keberadaan lahan pertanian yang luas tidak selalu berarti setiap keluarga memiliki akses terhadap beragam sumber pangan, terutama sumber protein yang dapat diproduksi secara mandiri di lingkungan rumah.

Di sisi lain, tidak semua rumah memiliki lahan yang cukup luas untuk melakukan budidaya. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi sederhana yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang terbatas di sekitar rumah.

Salah satu alternatif yang diperkenalkan kepada masyarakat Desa Jombatan adalah Budikdamber, atau budidaya ikan dalam ember. Konsep ini menggabungkan budidaya ikan dengan tanaman dalam satu wadah sederhana. Ikan lele dibudidayakan di dalam ember, sementara kangkung ditanam pada bagian atasnya. Dengan demikian, satu instalasi dapat menghasilkan sumber protein sekaligus sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.

baca juga

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT Inovasi) IPB University yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Desa Jombatan. Melalui program tersebut, Tim KKNT Inovasi IPB University berupaya memperkenalkan Budikdamber sebagai salah satu alternatif sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pada Sabtu, 18 Juli 2026, kegiatan sosialisasi Budikdamber dilaksanakan di Balai Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Jombatan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan alternatif pemenuhan pangan keluarga yang dapat dilakukan dengan lahan terbatas.

Puluhan ibu PKK hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan instalasi Budikdamber sederhana. Para peserta diperkenalkan pada tahapan yang diperlukan, mulai dari mempersiapkan ember, memilih bibit lele, menanam kangkung, hingga melakukan perawatan dan pemanenan.

Media dan bahan yang digunakan dalam praktik juga diperlihatkan secara langsung kepada peserta. Dengan melihat dan mencoba proses pembuatannya, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana Budikdamber dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai cara perawatan ikan dan tanaman, kondisi lingkungan yang sesuai, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar budidaya dapat berjalan dengan baik. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap cara sederhana untuk menghasilkan pangan dari lingkungan rumah.

Budikdamber pada dasarnya tidak membutuhkan lahan yang luas. Sebuah ember dapat ditempatkan di halaman rumah atau ruang terbatas lainnya yang mendapatkan cukup cahaya. Konsep sederhana tersebut membuat budidaya dapat dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai kondisi tempat tinggal.

Bagi ibu-ibu PKK, kegiatan ini juga diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas produktif, tetapi dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga. Lele dan kangkung yang dihasilkan dapat menjadi tambahan sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Jika dilakukan secara berkelanjutan, hasil budidaya juga berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan tertentu.

Lebih dari sekadar mengajarkan cara memelihara ikan dan menanam sayuran, sosialisasi Budikdamber menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu rumah. Tidak selalu diperlukan lahan yang luas atau teknologi yang rumit untuk menghasilkan pangan. Dengan pengetahuan, kemauan, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia, ruang kecil pun dapat memberikan manfaat yang besar.

Melalui kegiatan ini, Budikdamber diharapkan dapat dipraktikkan oleh ibu-ibu PKK di rumah masing-masing dan menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Ke depannya, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan pendampingan dan berbagi pengalaman antarwarga sehingga Budikdamber tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan produktif di lingkungan masyarakat.

baca juga

Ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup, tetapi juga tentang bagaimana keluarga memiliki kemampuan untuk ikut menghasilkan pangan secara mandiri.

Bagi kawan-kawan yang ingin mencoba, Budikdamber dapat menjadi langkah sederhana untuk mulai memanfaatkan ruang di sekitar rumah sekaligus mendukung pemenuhan pangan keluarga.

Sebab, terkadang langkah menuju ketahanan pangan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa jadi, ia dimulai dari sebuah ember sederhana di halaman rumah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.