Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Desa Kondangjajar mengawali rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan penjajakan dan observasi terhadap kondisi sosial serta potensi desa.
Tahapan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu mengoptimalkan sumber daya lokal yang dimiliki Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Sebelum program dilaksanakan, mahasiswa melakukan pengamatan langsung dan berdialog dengan berbagai unsur masyarakat. Penjajakan dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa, kelompok wanita tani (KWT), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), kader posyandu, PKK, pemuda, karang taruna, hingga masyarakat dari berbagai dusun.
Proses tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami kondisi desa secara lebih menyeluruh, termasuk potensi, permasalahan, kebutuhan, serta aktivitas masyarakat yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah sektor perikanan dan budidaya perikanan. Sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan dengan sumber daya perikanan, masyarakat Desa Kondangjajar memiliki peluang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang tersebut. Namun, pengembangan potensi tersebut juga perlu didukung oleh edukasi, pengelolaan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hasil observasi kemudian menjadi bahan pembahasan dalam Lokakarya I KKNT IPB University. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat untuk menyampaikan hasil penjajakan sekaligus mendiskusikan rancangan program yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Melalui forum tersebut, mahasiswa tidak hanya memaparkan program, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan menyelaraskan kegiatan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Lokakarya I dihadiri oleh PLT Kepala Desa Kondangjajar, Kepala Dusun Cikaler, Kepala Dusun Binangun, Kepala Dusun Garunggang, dan Kepala Dusun Kalensari. Turut hadir Ketua Pemuda, Ketua Karang Taruna, pengurus Posyandu dari empat dusun, pengurus PKK dari empat dusun, serta pengurus KWT Dewi Sri dan KWT Cinta Kasih. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi sejak tahap perencanaan program.

Berdasarkan hasil penjajakan dan diskusi, mahasiswa merumuskan lima program utama, yaitu Fish Buddies, Pilah Sampah dari Rumah (PILAR), Pionir Budidaya, Bunda Kreasi Anak Apresiasi (BUNAKSI), dan Pusat Aktivitas Kawasan Desa (PUSAKA). Kelima program tersebut memiliki sasaran dan bentuk kegiatan yang berbeda, namun dirancang dalam satu rangkaian pemberdayaan yang saling melengkapi.
Fish Buddies berfokus pada pengenalan dunia perikanan kepada anak-anak melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai ikan, lingkungan perairan, budidaya, serta pentingnya konsumsi ikan.
Sementara itu, PILAR diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah, terutama melalui pemanfaatan sampah organik yang dapat mendukung kegiatan budidaya maggot.
Program Pionir Budidaya memperkenalkan dasar-dasar budidaya perikanan kepada masyarakat, mulai dari pengenalan hingga pengelolaan kegiatan budidaya. BUNAKSI menjadi ruang yang menghubungkan ibu dan anak melalui kegiatan kreatif yang berkaitan dengan konsumsi dan pengolahan ikan. Adapun PUSAKA dirancang sebagai wadah aktivitas masyarakat yang dapat mendukung interaksi, kolaborasi, serta keberlanjutan kegiatan pemberdayaan di tingkat desa.
Perumusan kelima program tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKNT tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama mahasiswa berada di desa. Setiap program dirancang dengan mempertimbangkan potensi keberlanjutan serta kemungkinan untuk dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan program.
Melalui pendekatan berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat, KKNT IPB University berupaya mendorong penguatan kapasitas masyarakat Desa Kondangjajar melalui sektor perikanan, lingkungan, pendidikan, keluarga, dan aktivitas sosial.
Rangkaian penjajakan, observasi, hingga Lokakarya I menjadi fondasi awal dalam membangun program yang lebih kontekstual dan partisipatif. Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan warga diharapkan dapat membuka peluang bagi keberlanjutan program serta mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi Desa Kondangjajar secara mandiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


