mahasiswa kkn t ipb university hadirkan peta prasarana dan edukasi lingkungan di desa tarunajaya - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN-T IPB University Hadirkan Peta Prasarana dan Edukasi Lingkungan di Desa Tarunajaya

Mahasiswa KKN-T IPB University Hadirkan Peta Prasarana dan Edukasi Lingkungan di Desa Tarunajaya
images info

Mahasiswa KKN-T IPB University Hadirkan Peta Prasarana dan Edukasi Lingkungan di Desa Tarunajaya


Desa Tarunajaya yang terletak di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, dikenal sebagai salah satu desa dengan wilayah yang cukup luas. Secara administratif, desa ini terbagi menjadi tiga dusun yang terus mengalami dinamika pemukiman serta perkembangan fasilitas fisik untuk menunjang aktivitas harian masyarakat setempat.

Meski tergolong sebagai wilayah yang cukup strategis dan luas, Desa Tarunajaya selama ini belum memiliki sarana peta visual terbaru yang secara khusus menyajikan sebaran sarana dan prasarana umum secara lengkap.

Ketiadaan peta dasar ini kerap menjadi tantangan tersendiri, baik bagi perangkat desa dalam perencanaan tata ruang maupun bagi masyarakat umum yang membutuhkan informasi tata letak fasilitas publik. Sekretariat desa menyampaikan,

"Iya, di sini juga kebetulan peta belum di update. Kendalanya karena luasan desa yang tiap tahun kian mengecil akibat dari perluasan waduk Jatigede. Jadi, untuk menghitung luas desa secara akurat belum bisa dilaksanakan dengan batas minimal 3 tahun luasan desa tidak berubah. Paling untuk saat ini kami membutuhkan penitikan sarana dan prasarana desa saja."

Hasil GEOMAP Desa Tarunajaya (Sumber: Dokumen Pribadi)
info gambar

Hasil GEOMAP Desa Tarunajaya (Sumber: Dokumen Pribadi)


Menjawab tantangan tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University meluncurkan program kerja bertajuk GEOMAP selama periode pengabdian mereka sejak 8 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Inisiasi ini dirancang khusus untuk memetakan seluruh sarana serta prasarana fisik desa guna menghadirkan pemutakhiran data geospasial yang akurat dan mudah diakses oleh pihak pemerintahan desa.

Langkah awal pelaksanaan program GEOMAP ini diinisiasi melalui kegiatan eksplorasi langsung ke seluruh pelosok wilayah desa. Secara teliti, para mahasiswa menyisir setiap dusun untuk mencatat, mengidentifikasi, mendokumentasi ,dan menandai koordinat lokasi bangunan prasarana penting seperti fasilitas pendidikan, ibadah, kesehatan, hingga infrastruktur umum lainnya di lapangan.

Setelah data koordinat dari penjelajahan lapangan terkumpul, proses pengerjaan dilanjutkan dengan tahap integrasi dan pengolahan data geospasial. Tim mahasiswa mengunduh peta batas administrasi resmi Desa Tarunajaya menggunakan base data UniGeoPortal serta memanfaatkan citra satelit terkini guna menghasilkan pemetaan visual prasarana yang presisi dan informatif.

Sosialisasi Jejak Pohon dengan Siswa

Hasil GEOMAP Keseluruhan di Desa Tarunajaya (Sumber: UniGeoPortal)
info gambar

Hasil GEOMAP Keseluruhan di Desa Tarunajaya (Sumber: UniGeoPortal)


Saat melakukan survei pemetaan di lapangan, tim KKN-T IPB University juga mengamati ekosistem dan persebaran vegetasi lokal di sepanjang wilayah desa. Dari hasil pengamatan tersebut, teridentifikasi bahwa pohon sawo dan pohon mangga merupakan dua jenis tanaman buah yang paling dominan serta tumbuh subur di sekitar pemukiman warga Desa Tarunajaya.

Berangkat dari potensi vegetasi tersebut, para mahasiswa berinisiatif menggelar rangkaian sosialisasi edukatif bertajuk "Jejak Pohon". Aktivitas ini dilaksanakan secara intensif menyasar generasi muda di beberapa lembaga pendidikan setempat, meliputi SDN Ciduging, MI Tarunajaya, serta MTs Ma'arif Sukanagara, guna menanamkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati sejak dini.

Melalui sosialisasi ini, para siswa diajak untuk lebih mengenali jenis-jenis pohon di lingkungan sekitar serta memahami peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Metode pengenalannya dengan mengajak peserta untuk melalukan tagging' pada pohon yang hidup di sekitar lingkungan sekolah.

Edukasi ini menjadi kian krusial dan relevan mengingat Desa Tarunajaya sedang menghadapi tantangan periode kemarau panjang. Dengan demikian, kesadaran generasi muda untuk menjaga vegetasi dan kelestarian lingkungan menjadi kunci utama pencegahan kekeringan di masa mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KD
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.