Tahun 2026, matahari siang meninggi di atas kepala ketika puluhan pasang tangan pemuda sudah sibuk memunguti sampah di sepanjang bibir Pantai Dangkal, Desa Worawari, Kabupaten Pacitan.
Karung-karung plastik yang dibawa peserta perlahan terisi oleh sampah plastik, puntung rokok, jaring bekas, hingga serpihan styrofoam yang selama ini mengotori pasir dan menepi bersama ombak. Dari kegiatan sederhana inilah, jejak kebaikan mulai tergores di Desa Worawari.
Kegiatan coastal clean up atau bersih-bersih pantai ini digagas atas respons atas keprihatinan bersama terhadap kondisi Pantai Dangkal yang kian dipenuhi sampah, baik yang terbawa arus laut maupun yang ditinggalkan pengunjung.
Komunitas karang taruna membentuk satu barisan untuk memunguti sampah dengan tangan dan alat seadanya.
Sampah Laut, Ancaman yang Sering Terabaikan

Sampah yang Ditemukan di Pesisir | Sumber: Forest Digest
Persoalan sampah di kawasan pesisir seringkali luput dari perhatian dibandingkan isu lingkungan lain yang lebih ramai diperbincangkan.
Padahal sampah plastik yang mengapung di laut dapat terurai menjadi mikroplastik yang mencemari rantai makanan, mulai dari ikan kecil hingga akhirnya kembali ke meja makan manusia.
Ekosistem terumbu karang dan padang lamun di sekitar pun turut terancam oleh tumpukan sampah yang terperangkap di dasar laut.
Desa Worawari, sebagaimana banyak desa pesisir lain di Indonesia, menghadapi tantangan serupa. Minimnya kesadaran sebagian pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, ditambah keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di kawasan wisata pantai, membuat persoalan ini terus berulang setiap tahun.
Kegiatan coastal clean up menjadi salah satu ikhtiar kecil, tetapi berdampak nyata untuk memutus rantai pencemaran tersebut, sekaligus menjadi momentum edukasi bagi masyarakat sekitar.
Gotong Royong sebagai Kunci Perubahan

Mahasiswa KKNT IPB University beserta Pemuda-pemudi Karang Taruna Gotong Royong di Pantai Dangkal | Foto: Dokumentasi KKNT IPB University Desa Worawari
Yang menarik dari kegiatan bersih-bersih Pantai Dangkal ini adalah semangat gotong royong yang menjadi napas utamanya. Tidak ada sekat antar penyelenggara kegiatan. Semua ikut tergerak dan turun tangan. Semua bahu bahu-membahu memunguti sampah lalu mengangkutnya ke titik pengumpulan untuk selanjutnya ditangani lebih lanjut.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga diselingi dengan FGD atau focus group discussion mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan pentingnya edukasi pendidikan tingkat lanjut seperti mengajak pemuda-pemudi agar mereka ingin melanjutkan jenjang pendidikannya yaitu kuliah.
Dalam edukasi ini juga para mahasiswa KKNT IPB University turut menyampaikan betapa pengaruhnya kuliah dalam jenjang karir masa depan.
Harapan besar pun terpancar dari wajah-wajah pemuda karang taruna yang hadir, mereka mendambakan aksi pelestarian ini bertransformasi menjadi agenda rutin yang berkelanjutan, melampaui sekadar kegiatan seremonial belaka.
Bagi mereka, partisipasi aktif generasi penerus merupakan pilar utama dalam menyemai rasa kepedulian serta kecintaan yang mendalam terhadap ekosistem pesisir sedini mungkin.
Dampak yang Melampaui Sehari

Kegiatan Focus Group Discussion yang berlangsung di Pantai Dangkal | Foto: Dokumentasi KKNT IPB University Desa Worawari
Meski kegiatan ini hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas, dampak dari kegiatan coastal clean up ini diharapkan tidak berhenti begitu saja. Pantai Dangkal yang kembali bersih menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.
Selain memperbaiki kondisi fisik pantai, kegiatan ini juga menumbuhkan kembali rasa cinta warga terhadap kampung halamannya sendiri.
Lingkungan pesisir yang asri tidak hanya sekadar berdampak pada aspek ekologis, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan perikanan.
Keindahan pantai yang ternoda sampah tentu akan menyurutkan minat para pengunjung, sementara para nelayan pun menanggung beban serupa kala biota laut terimbas polusi.
Dengan demikian, menjaga kebersihan pantai sejatinya adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup masyarakat pesisir itu sendiri.
Merawat Harapan di Garis Pantai

Kebersamaan dalam Kegiatan Coastal Clean Up di Pantai Dangkal | Foto: Dokumentasi KKNT IPB University Desa Worawari
Kegiatan coastal clean up di Pantai Dangkal, Desa Worawari, mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Dari tangan-tangan yang memunguti sampah, tumbuh harapan akan pesisir yang lebih lestari untuk anak cucu kelak.
Jejak kebaikan yang ditinggalkan di garis pantai ini semoga tidak lekang oleh waktu, melainkan terus menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sebab, menjaga laut sesungguhnya adalah menjaga masa depan itu sendiri.
Penulis adalah tim KKN Tematik IPB University 2026, Desa Worawari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, beserta Karang Taruna Desa Worawari yang turut aktif dalam kegiatan kesehatan dan lingkungan di Desa Worawari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


