Pelaksanaan pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri ditutup secara formal dengan kegiatan Lokakarya 2. Sebagai bagian rangkaian dalam 40 hari kegiatan KKN, mahasiswa IPB memaparkan berbagai program kerja yang telah terlaksana di desa tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh Perangkat Desa Jatirejo dan para ketua Rukun Tetangga (RT) serta Rukun Warga (RW). Lokakarya 2 dimulai dengan pemaparan laporan hasil tiga program kerja utama.

Program Literasi Keuangan dan Ketahanan Keluarga sukses dilaksanakan pada dua sasaran, yakni siswa SDN 1, 2, dan 3 Jatirejo serta para anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Tim KKNT IPB juga sukses melakukan Sosialisasi Ketahanan Keluarga melalui media peraga Rumah Ketahanan Keluarga pada delapan dusun di Desa Jatirejo.

Merespons kebutuhan Pemerintah Desa Jatirejo dan Karang Taruna Desa Jatirejo, tim KKNT mengadakan program Digitalisasi Desa yang terdiri atas Digitalisasi Administrasi serta Digitalisasi Karang Taruna. Melalui program ini, dihasilkan website Desa Jatirejo, sistem administrasi dan persuratan berbasis Microsoft Excel, dan akun media sosial karang taruna yang dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai daerah yang terkenal dengan keunggulan kacang metenya, KKNT IPB mengenalkan inovasi olahan kacang mete dalam bentuk susu. Inovasi ini sukses dilirik oleh Tim Penggerak (TP) PKK Desa Jatirejo dan menjadi inovasi unggulan dalam Lomba Desa Binaan tingkat Kecamatan Jatiroto.
“Tidak mudah, banyak sekali hambatan untuk melaksanakan hasil lokakarya. Kalian membutuhkan komitmen. Terkadang, kita juga harus berdiskusi dan rapat membahas tujuan hasil kalian KKN disini. Sebagai contoh, mungkin kegiatan yang dilaksanakan seperti membuat susu nantinya bisa kami implementasikan disini,” ujar Bu Iwan selaku Perangkat Desa Jatirejo.

Tidak hanya hasil pertanian, sebagai jawaban atas kebutuhan sehari-hari para ibu rumah tangga, KKNT IPB turut mengadakan Sosialisasi Pemilihan dan Penyimpanan Telur. Informasi pengolahan susu kacang mete dan pemilihan telur dihimpun dalam satu leaflet dan dibagikan kepada para partisipan yang berasal dari delapan dusun berbeda.

“Saat aku kecil, aku bercita-cita untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Ketika aku beranjak remaja, aku bercita-cita untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Kemudian, saat aku dewasa, aku bercita-cita membuat keluarga menjadi lebih baik. Saat aku menjelang senja, aku bercita-cita mengubah diriku menjadi lebih baik.”
“Bapak, Ibu, Njenengan. Menurut penulis, kalimat itu dituliskan karena dia tidak bisa mengubah dunia atau mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Maka, dia berusaha mengubah dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik. Sehingga ketika dirinya menjadi lebih baik, (hal tersebut) berefek pada keluarganya (yang menjadi) lebih baik. Mari kita bersama-sama mengubah diri kita menjadi lebih baik,” pungkas Bu Iwan sebagai penutup Lokakarya 2 KKNT IPB Desa Jatirejo.
Menghadirkan Momen Penuh Makna Bersama Warga Jatirejo

Desa Jatirejo dikenal dengan keramah tamahannya dalam menyambut pendatang baru, termasuk tujuh mahasiswa KKN yang menetap selama 40 hari di desa tersebut. Hari demi hari yang dilalui meninggalkan kesan bermakna dengan suka dan duka yang dirasakan bersama. Tim KKNT IPB melaksanakan malam perpisahan pada 12 Agustus 2026 di Pendopo Balai Desa Jatirejo.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat desa dari berbagai dusun. Malam perpisahan menjadi simbolisasi penutup rangkaian kegiatan KKNT IPB sekaligus menjadi momen bagi tim KKN untuk berpamitan kepada masyarakat Desa Jatirejo. Tidak hanya dihadiri oleh tim KKN dan perangkat desa, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat melalui berbagai penampilan yang telah dipersiapkan. Penampilan dari warga, perangkat desa, hingga tim KKNT IPB menjadi bagian dari malam yang mempertemukan berbagai pihak yang telah bersama-sama menjalani rangkaian kegiatan selama 40 hari.
Suasana malam perpisahan semakin hangat ketika ditayangkan video after movie yang merangkum perjalanan tim KKNT IPB selama berada di Desa Jatirejo. Berbagai momen selama pelaksanaan program, interaksi bersama masyarakat, hingga kegiatan sehari-hari yang dilalui bersama menjadi bagian yang ditampilkan dalam video tersebut.
Selain itu, turut ditayangkan kesan dan pesan dari Kepala Desa Jatirejo, Sekretaris Desa, Ketua TP PKK, serta delapan Kepala Dusun. Pesan yang disampaikan menjadi bentuk apresiasi sekaligus kenangan bagi tim KKNT IPB sebelum meninggalkan Desa Jatirejo.
Bagi tim KKNT IPB, malam perpisahan menjadi salah satu momen yang cukup mengharukan. Selama berada di Desa Jatirejo, tim merasakan secara langsung keramahan, kebaikan, serta kehangatan masyarakat yang membuat Desa Jatirejo terasa seperti rumah sementara. Berbagai pengalaman yang awalnya hanya direncanakan untuk berlangsung selama 40 hari pada akhirnya meninggalkan kenangan yang jauh lebih panjang.
Berakhirnya kegiatan KKN bukan berarti berakhir pula hubungan yang telah terjalin. Tim KKNT IPB berharap jalinan persaudaraan yang telah terbentuk bersama masyarakat Desa Jatirejo dapat terus terjaga meskipun mahasiswa nantinya kembali menjalani aktivitasnya di luar desa. Pertemuan selama 40 hari mungkin terbatas, tetapi kenangan dan hubungan yang terbentuk di dalamnya diharapkan tak lekang dan dibatasi oleh waktu.
Malam itu menjadi penanda bahwa perjalanan KKNT IPB di Desa Jatirejo telah sampai pada penghujungnya. Namun, bagi tim KKNT IPB, perpisahan bukanlah akhir dari sebuah hubungan, melainkan awal untuk tetap saling mengingat dan menjaga silaturahmi. Semoga pertemuan yang dimulai di Desa Jatirejo tidak berhenti sampai malam perpisahan, tetapi dapat menjadi awal dari pertemuan-pertemuan baik lainnya di kemudian hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


