Pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2026, telah dilaksanakan penanaman mangrove yang bertempat di kawasan pesisir Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan pesisir serta untuk mengurangi risiko abrasi yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Aksi pelestarian ini diselenggarakan secara khusus guna memperingati momentum Hari Mangrove Sedunia pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, dengan target penyebaran sebanyak 700 bibit pohon mangrove secara serentak di sepanjang garis pantai.
Aktivitas penanaman mangrove dilaksanakan secara kolaboratif oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL), Mahasiswa KKN-T IPB Eretan Kulon dan Mahasiswa KKN-T IPB Eretan Wetan, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pelajar, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi ini dilakukan untuk membangun kepedulian dan partisipasi aktif berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Kurang lebih sebanyak 350 peserta tampak sangat antusias memadati lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan penanaman mangrove ini. Kehadiran ratusan relawan tersebut membuktikan tingginya kepedulian kolektif terhadap pemulihan ekosistem laut dan pesisir utara Indramayu.
Sebelum kegiatan penanaman dimulai, seluruh peserta mendapatkan sosialisasi singkat mengenai manfaat mangrove bagi lingkungan pesisir. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai teknik penanaman bibit mangrove yang baik dan benar agar bibit dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.
Setelah sosialisasi selesai, peserta bersama-sama melakukan penanaman bibit mangrove pada titik lokasi yang telah ditentukan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti secara aktif oleh unsur pemerintah, mahasiswa, organisasi lingkungan, dan masyarakat setempat.
Ratusan bibit yang tertanam di sepanjang garis pantai tersebut ditata secara saksama oleh para peserta agar dapat berfungsi optimal sebagai pelindung alami dari hantaman ombak.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelestarian kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama.
Selain memberikan manfaat ekologis dalam membantu mengurangi abrasi dan menjaga habitat pesisir, aktivitas ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama antara mahasiswa KKN-T, masyarakat, organisasi lingkungan, dan pemerintah.
Publikasi serta dokumentasi yang baik atas rangkaian acara ini diharapkan mampu memantik inspirasi bagi wilayah pesisir lainnya di Nusantara untuk menggalakkan aksi konservasi serupa. Sinergi lintas sektor yang telah terjalin perlu terus dirawat demi menjaga kelestarian alam secara menyeluruh.
Dengan terlaksananya kegiatan penanaman mangrove ini, kawasan pesisir Eretan Kulon diharapkan menjadi lebih hijau, produktif, and terlindungi dari berbagai ancaman kerusakan pantai.
Program serupa juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan perawatan bibit mangrove yang telah ditanam.

Agenda pemantauan berkala serta perawatan intensif terhadap pertumbuhan tanaman telah disiapkan secara matang melalui koordinasi aktif antara warga dan pihak berwenang setempat.
Langkah berkelanjutan ini memastikan investasi hijau tersebut memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi seluruh masyarakat luas.
Keterlibatan aktif generasi muda dan pelajar dalam kegiatan ini mencerminkan keberhasilan transfer kesadaran lingkungan kepada penerus bangsa. Keberlanjutan upaya pelestarian ekosistem ini menjadi penentu masa depan wilayah pesisir Indramayu.
Semangat gotong royong yang terpancar sepanjang acara berlangsung dari pukul 07.00 pagi hingga siang hari menjadi modal sosial yang amat berharga bagi keberlanjutan program-program lingkungan di masa mendatang.
Keluasan manfaat dari aksi penanaman ini diharapkan mampu memulihkan fungsi ekologis sabuk hijau pantai secara bertahap dan menyeluruh demi masa depan lingkungan hidup yang jauh lebih baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


