Kampung Dolanan Sidowayah Klaten kini tampil menawan sebagai ruang terbuka yang menghidupkan kembali tradisi Nusantara di tengah arus modernisasi. Terletak di tengah asrinya lanskap pedesaan, kawasan wisata edukasi ini mengajak anak-anak hingga generasi muda untuk sejenak tidak menggunakan gawai dan merasakan kembali kegembiraan interaksi sosial yang autentik melalui ragam permainan tradisional.
Bagi Kawan GNFI yang rindu permainan di masa kecil, keberadaan kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar arena bermain outdoor. Kampung Dolanan hadir sebagai ruang sosial bagi tumbuh kembang anak dengan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep pembelajaran lingkungan yang reflektif serta edukatif.
Diresmikan Agustus 2026, Ini Kampung Dolanan Sidowayah
Wajah baru Kampung Dolanan Sidowayah ini diresmikan secara resmi pada Sabtu (22/08/2026) pekan lalu.
Berlokasi di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kawasan ini merupakan hasil penataan ulang (rebranding) dari tempat permainan yang telah berdiri bertahun-tahun.
Menurut data Prokopim Klaten, peresmian penuh kehangatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Rektor UNS, Bupati Klaten, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Dengan mengusung tagline baru "Bersemi", kawasan Kampung Dolanan Sidowayah di Klaten ini diharapkan menjadi sarana interaktif tempat bermain dan belajar yang aman serta kondusif bagi anak-anak, remaja, ataupun dewasa.
Memadukan Konsep Budaya, Sains, dan Pemberdayaan Masyarakat
Destinasi wisata budaya di Klaten ini memadukan pengenalan siklus air dengan pelestarian permainan tradisional Indonesia seperti congklak, gobag sodor, hingga egrang.
Inisiatif di Kampung Dolanan Sidowayah bertujuan agar permainan tradisional Indonesia tidak tergerus zaman dan tetap diingat dan diperkenalkan hingga generasi penerus.
Selain itu, tempat ini menjadi ajang efektif untuk mengajarkan anak-anak bersosialisasi secara langsung. Lewat berbagai permainan tradisional, Kawan GNFI dapat melihat langsung bagaimana anak-anak melatih kemampuan berinteraksi, bekerja sama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Cara Kampung Dolanan Pangkas Screen Time Anak
Upaya pembatasan screen time kini menjadi perhatian wajib dan serius para orang tua. Di era serba canggih saat ini, terlalu banyak scrolling media sosial seperti TikTok dan Instagram, atau bermain game online seperti PUBG, Mobile Legends, dan Free Fire dapat memicu lonjakan dopamin instan secara terus-menerus.
Kecanduangan gadget ini rentan menurunkan tingkat fokus, mengurangi daya pikir kritis, serta memaparkan anak pada informasi dangkal bertimeline pendek.
Hadirnya kampung dolanan menjadi solusi konkret untuk mengalihkan perhatian anak dari layar gawai.
Lewat keasyikan permainan tradisional, anak-anak diajak menikmati interaksi nyata, baik bersama keluarga melalui Family Package maupun permainan bersama dan bersosialisasi dengan pengunjung lainnya.
Baca juga: Ada Fosil Laut Purba di Atas Bukit, Perbukitan Bayat di Klaten Bakal Jadi Destinasi Geopark Terbaru
Kolaborasi UNS dan Aqua Hadirkan Destinasi Edukasi
Kiprah dan kesuksesan rebranding Kampung Dolanan Sidowayah Klaten ini tidak lepas dari sinergi kuat lintas sektor. Kawasan edukasi ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Universitas Sebelas Maret (UNS), Aqua (PT Tirta Investama), serta PT Mustika Ratu Tbk yang turut berfokus pada program pemberdayaan perempuan desa.
Integrasi antara kearifan lokal, sains, dan pemberdayaan masyarakat menjadikan Kampung Dolanan Sidowayah Klaten sebagai contoh nyata pemajuan budaya yang berkelanjutan penting dan relevan untuk masa depan generasi bangsa.
Hadirnya permainan tradisional di Kampung Dolanan Sidowayah menjadi pengingat berharga bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk sejenak memangkas screen time pada smartphone dan kembali merayakan interaksi nyata dengan sesama serta lingkungan sekitar.
Ruang positif seperti ini tentu perlu kita jaga bersama keberadaan fasilitas umumnya, seraya mendorong pemerintah untuk terus memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai wadah ramah keluarga untuk bersantai, berkumpul, menikmati pemandangan segar tanpa polusi atau membaca buku dengan nyaman.
Ragam keunikan Kampung Dolanan ini pada dasarnya adalah pintu masuk untuk mengenali keberagaman budaya tradisional Nusantara.
Mari lanjutkan penjelajahan inspiratif Kawan GNFI mengenai destinasi dan kebudayaan Indonesia lainnya melalui artikel-artikel menarik di Good News From Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


