Jauh sebelum peradaban manusia dimulai, bumi telah menjadi rumah bagi berbagai makhluk prasejarah, salah satu yang paling fenomenal adalah dinosaurus. Hewan-hewan raksasa ini tumbuh, berkembang, dan menguasai daratan bumi dengan mengikuti dinamika alam serta unsur-unsur kehidupan di sekitarnya.
Dinosaurus pertama kali hadir pada era Mesozoikum, tepatnya pada periode Trias. Masa ini menjadi titik awal berjalannya kisah panjang kehidupan dinosaurus di muka bumi. Melansir dari National Geographic Indonesia, Amerika Selatan menjadi titik jelas kehadiran Dinosaurus pada akhir periode Trias. Terbukti dengan adanya fosil Eoraptor, si predator kecil, gesit, dan berjalan menggunakan dua kaki.
Kehadiran Eoraptor ini memberikan petunjuk mengenai dua percabangan utama dalam evolusi Dinosaurus, yakni kelompok Saurischia (berpinggul kadal) dan Ornithischia (berpinggul burung).
Kelompok Saurischia melahirkan dinosaurus pemakan daging (karnivora), pemakan segalanya (omnivora), serta beberapa jenis pemakan tumbuhan berleher panjang. Sementara itu, kelompok Ornithischia umumnya didominasi oleh Dinosaurus pemakan tumbuhan (herbivora).
Masa kejayaan Dinosaurus akhirnya sampai pada penghujung jalan di periode Kapur, yang merupakan tahap akhir dari era Mesozoikum. Merujuk pada laporan National Geographic Indonesia, fosil-fosil Dinosaurus terakhir yang ditemukan di benua Afrika menunjukkan bahwa populasi mereka sempat hidup sangat subur, aktif, dan beragam sebelum masa kepunahan.
Namun, seluruh kejayaan tersebut musnah dalam kurun waktu singkat ketika sebuah asteroid raksasa menghantam bumi. Dampak hantaman tersebut memicu bencana iklim global dan menyelimuti atmosfer bumi dalam kegelapan panjang yang memusnahkan mayoritas makhluk hidup.
Meskipun Dinosaurus pernah menguasai benua-benua besar di dunia, bagaimana dengan keberadaan mereka di Nusantara?
Dinosaurus Tidak Pernah ditemukan di Indonesia
Indonesia boleh memiliki peran dalam kehidupan bersejarah dengan adanya penemuan manusia purba seperti Meganthropus paleojavanicus atau hal-hal bersejarah lainnya dalam kehidupan awal bumi, tetapi tidak dengan fosilnya.
Mengutip dari Kompas.com dalam wawancar Ali Akbar, seorang arkeolog dari Universitas Indonesia, beliau menjelaskan bahwa pada era Mesozoikum, wilayah kepulauan Indonesia belum terbentuk sebagai daratan. Sebagian besar wilayah Nusantara pada masa itu masih berada di dasar lautan. Meski demikian, para ahli tidak menutup kemungkinan akan adanya peluang menemukan fosil reptil purba laut di dalam wilayah perairan Indonesia.
Memasuki Era Neozoikum, barulah daratan Indonesia mulai terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik. Sayangnya pada era tersebut, seluruh Dinosaurus di daratan bumi sudah punah puluhan juta tahun sebelumnya dan menjadi fosil yang nantinya kita temukan untuk dipelajari sebagai bagian dari mengetahui sejarah.
Meskipun tidak memiliki fosil lokal, publik Indonesia akhirnya mendapatkan kesempatan langka untuk menyaksikan peninggalan prasejarah ini secara langsung. Dilansir dari detikEdu, pada tahun 2026 Indonesia untuk pertama kalinya berhasil memamerkan fosil dinosaurus asli yang bernama Omeisaurus tianfuensis.
Fosil dinosaurus pemakan tumbuhan yang berasal dari Sichuan, China ini memiliki panjang tubuh lebih dari 20 meter. Momen bersejarah ini menjadi kali pertama bagi masyarakat Indonesia untuk melihat kerangka dinosaurus asli secara utuh, setelah sebelumnya hanya bisa menyaksikan bentuk replikanya saja.
Dinosaurus memang telah punah selama puluhan juta tahun yang lalu. Namun, catatan sejarah dan penemuan fosilnya senantiasa membuka wawasan baru mengenai evolusi planet bumi.
Kehadiran fosil Omeisaurus tianfuensis di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa hewan-hewan raksasa legendaris ini pernah benar-benar menguasai bumi jauh sebelum manusia ada.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

