perkuat mental pelajar dan rasa percaya diri kkn uin walisongo gelar edukasi anti bullying di smp n 2 patebon - News | Good News From Indonesia 2026

Perkuat Mental Pelajar dan Rasa Percaya Diri, KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Anti-Bullying di SMP N 2 Patebon

Perkuat Mental Pelajar dan Rasa Percaya Diri, KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Anti-Bullying di SMP N 2 Patebon
images info

Foto Penyampaian Materi | Ahmad Abiyyah Izdihar


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa menggelar Seminar Anti-Bullying bertema “Bersama Cegah Bullying, Bangun Mental dan Percaya Diri” di SMP N 2 Patebon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami berbagai bentuk bullying, mengenali dampaknya, serta membangun keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Seminar tersebut menghadirkan Septiana Tahani sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Septiana mengajak para siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan memahami bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui perkataan, hubungan sosial, maupun penggunaan media digital.

“Kegiatan seminar ini mengajak para siswa agar menumbuhkan rasa peduli satu sama lain untuk tidak membully atau mengejek, baik mulai dari verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying,” ujar Septiana Tahani.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian siswa untuk berbicara ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying. Menurutnya, siswa tidak perlu menghadapi perundungan seorang diri. Mereka dapat meminta bantuan kepada pihak yang dipercaya, seperti guru, guru Bimbingan dan Konseling (BK), maupun orang tua.

“Turut menumbuhkan rasa berani lapor kepada pihak guru, BK, atau orang tua apabila sedang menjadi korban atau melihat temannya menjadi korban bullying,” lanjutnya.

baca juga

Menurut Septiana, keberanian untuk melapor merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Dengan adanya komunikasi dan kepedulian antarsiswa, tindakan bullying diharapkan dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi korban.

Melalui materi yang diberikan, para siswa juga diajak memahami bahwa candaan yang dilakukan secara berlebihan dapat berubah menjadi tindakan yang menyakiti orang lain. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kesadaran dalam menjaga ucapan, tindakan, serta sikap ketika berinteraksi dengan teman.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Endang Pramudyawardani selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMP N 2 Patebon. Ia menilai edukasi mengenai bullying penting diberikan kepada siswa sebagai pelengkap pendidikan formal yang mereka dapatkan di ruang kelas.

“Anak-anak memang perlu pendidikan materi seperti ini selain materi pendidikan formal yang ada di kelas. Karena bullying biasanya kerap terjadi semasa anak-anak hingga remaja, maka harapan saya setelah adanya kegiatan ini siswa kami mampu memahami dan mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari,” ungkap Endang.

Selain pemaparan materi, seminar juga memberikan ruang kepada siswa untuk bercerita dan berbagi pengalaman terkait bullying. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman yang pernah mereka alami sendiri maupun pengalaman yang mereka temui pada teman di lingkungan sekolah.

Sesi berbagi tersebut menjadi salah satu bagian yang mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam membicarakan persoalan bullying. Melalui pengalaman yang disampaikan, siswa dapat memahami bahwa perundungan dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, serta hubungan sosial seseorang.

Kegiatan ini juga mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun sekadar menjadi penonton ketika melihat tindakan bullying. Siswa diharapkan mampu menunjukkan kepedulian dengan memberikan dukungan kepada korban dan melaporkan kejadian kepada pihak yang dapat membantu.

Pencegahan bullying pada akhirnya membutuhkan peran bersama. Tidak hanya korban, guru, atau pihak sekolah, tetapi juga teman sebaya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga perkataan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang nyaman.

baca juga

Melalui Seminar Anti-Bullying ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa bersama SMP N 2 Patebon berupaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak dini.

Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah untuk membantu siswa membangun mental yang lebih kuat, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan keberanian untuk berbicara ketika menghadapi persoalan bullying, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, inklusif, dan saling menghargai bagi seluruh siswa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.