Pertanian menjadi salah satu aktivitas penting bagi masyarakat Desa Jogoroto. Dalam pelaksanaannya, berbagai tahapan budidaya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, termasuk proses penanaman benih.
Bagi petani, efisiensi dalam proses tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN-T Desa Jogoroto menghadirkan program Lestari Inovasi sebagai salah satu upaya memperkenalkan teknologi tepat guna bagi masyarakat tani. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jogoroto untuk mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah setempat.
Selama ini, proses penanaman benih secara manual masih membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Selain itu, proses penanaman dengan cara tersebut dapat menghasilkan jarak tanam yang kurang seragam. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari alternatif metode penanaman yang lebih praktis dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lahan.
Kawan GNFI, berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T bersama PPL Jogoroto melakukan diskusi untuk merumuskan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebiasaan bertani masyarakat.
Dari proses tersebut kemudian dikembangkan alat tanam benih langsung yang dikenal dengan istilah Tabela atau Tanam Benih Langsung.

Dokumentasi Uji Coba Alat & Pengamatan Jarak Tanam serta Jumlah Benih
Pengembangan alat ini menjadi bagian penting dalam program Lestari Inovasi karena teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat menjawab kebutuhan yang benar-benar ditemui dalam kegiatan pertanian.
Dengan konsep yang sederhana, alat Tabela diarahkan untuk membantu petani dalam proses penanaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada cara manual.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi pertanian tidak selalu harus berbentuk teknologi yang kompleks. Teknologi tepat guna yang sederhana pun dapat memberikan manfaat ketika dirancang berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan secara langsung bersama PPL dan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian perlu mempertimbangkan kondisi pengguna.
Sebuah inovasi tidak hanya dinilai dari bentuk atau cara kerjanya, tetapi juga dari sejauh mana inovasi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kegiatan sehari-hari.
Program Lestari Inovasi di Desa Jogoroto menjadi salah satu contoh kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga penyuluh dalam mengembangkan solusi bagi persoalan yang dihadapi petani. Melalui proses diskusi dan penyesuaian dengan kondisi setempat, alat Tabela diharapkan dapat membantu menciptakan proses penanaman yang lebih efisien dan seragam.

Dokumentasi Perancangan Alat Tabela bersama Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Jogoroto
Kehadiran inovasi semacam ini juga dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana dalam kegiatan pertanian. Jika penerapannya sesuai dengan kebutuhan petani, alat tersebut dapat menjadi alternatif yang membantu menghemat waktu dan tenaga pada tahap penanaman.
Pengalaman penggunaan di lapangan nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki atau dikembangkan.
Ke depan, inovasi seperti ini masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Penggunaan alat dapat terus dievaluasi berdasarkan pengalaman petani di lapangan, kemudian disesuaikan apabila ditemukan kebutuhan atau kendala baru.
Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan selama program KKN-T tidak berhenti sebagai kegiatan sementara, tetapi memiliki peluang untuk terus dimanfaatkan dan dikembangkan bersama PPL serta kelompok tani di Desa Jogoroto.
Pada akhirnya, kehadiran alat Tabela menjadi bagian dari upaya sederhana untuk mendukung efisiensi kegiatan pertanian di Desa Jogoroto. Sinergi antara mahasiswa, PPL, dan masyarakat menjadi kunci agar teknologi yang dikembangkan tetap berpijak pada kebutuhan nyata petani.
Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan KKN-T tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


