manfaatkan pekarangan hingga olah limbah kkn uin walisongo dorong lingkungan sehat di kebonharjo - News | Good News From Indonesia 2026

Manfaatkan Pekarangan hingga Olah Limbah, KKN UIN Walisongo Dorong Lingkungan Sehat di Kebonharjo

Manfaatkan Pekarangan hingga Olah Limbah, KKN UIN Walisongo Dorong Lingkungan Sehat di Kebonharjo
images info

Foto Praktik Bersama Warga Desa Kebonharjo (Sumber: Tim Media Harjakarsa)


Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kebonharjo menggelar Sosialisasi Lingkungan Sehat dan Pekarangan Rumah di Balai Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat dua materi utama, yakni Budi Daya Tanaman Pangan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair (POC).

Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang sehat sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan dan limbah rumah tangga secara lebih produktif.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa, Khaerunnisa Salsabila, mengatakan acara tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu melihat dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar rumah.

Menurutnya, lingkungan rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi ruang yang produktif apabila dimanfaatkan secara optimal.

baca juga

Pekarangan yang tersedia, baik dalam ukuran luas maupun terbatas, dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan. Sementara itu, limbah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna juga dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang sehat, memanfaatkan pekarangan, serta mengolah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Khaerunnisa.

Dalam aktivitas tersebut, Nona Siti Supadmi, S.P. selaku pemateri memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

Ia menekankan bahwa keterbatasan luas lahan tidak seharusnya menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan area di sekitar rumah.

Pekarangan, baik yang luas maupun sempit, tetap memiliki potensi untuk dimanfaatkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga. Melalui pemanfaatan yang tepat, masyarakat dapat menjadikan lingkungan rumah sebagai salah satu ruang untuk membudidayakan tanaman pangan.

“Harapannya, ibu-ibu mampu memanfaatkan pekarangan rumahnya, baik yang memiliki pekarangan luas maupun sempit. Tujuannya agar pekarangan rumah dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga,” kata Nona Siti Supadmi.

Selain membahas budi daya tanaman pangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair.

Materi tersebut memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa limbah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Pupuk Organik Cair yang dihasilkan dari pengolahan limbah tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan di lingkungan rumah.

Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan dan pengolahan limbah rumah tangga dapat dilakukan secara saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih produktif.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi dan teori. Untuk memberikan pemahaman yang lebih aplikatif, tim mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 turut mengajak para peserta untuk melakukan praktik bersama dalam pembuatan Pupuk Organik Cair dari limbah rumah tangga.

baca juga

Melalui praktik tersebut, peserta diajak mengenal secara langsung proses pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna. Keterlibatan langsung peserta dalam kegiatan praktik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan praktik bersama juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi karena masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan materi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan dari materi yang telah disampaikan.

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat mencoba kembali memanfaatkan limbah rumah tangga secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Melalui Sosialisasi Lingkungan Sehat dan Pekarangan Rumah, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa bersama Pemerintah Desa Kebonharjo berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan serta pengolahan limbah rumah tangga tidak hanya mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Namun, juga menjadi langkah sederhana dalam mendukung ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi keluarga secara mandiri serta mendorong terwujudnya lingkungan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.