Kawan, setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentu membutuhkan langkah awal. Sebelum program dijalankan, mahasiswa perlu memahami kondisi wilayah, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan membangun komunikasi dengan pemerintah desa. Hal tersebut menjadi bagian dari proses yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University di Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, mahasiswa KKNT IPB University melaksanakan Lokakarya I di Balai Desa Nanggulan pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa dan masyarakat melalui penyampaian hasil observasi lapangan serta rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Lokakarya I dihadiri oleh Kepala Desa Nanggulan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi agenda pemaparan program mahasiswa, tetapi juga menjadi forum untuk berdiskusi dan menyelaraskan rencana kegiatan dengan kondisi yang ada di Desa Nanggulan.
Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa mengidentifikasi bahwa Desa Nanggulan memiliki potensi yang besar di sektor pertanian dan peternakan. Sebagian besar wilayah desa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Aktivitas pertanian juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena banyak warga bekerja sebagai petani.
Begitupula pada sektor peternakan sapi dan kambing yang menjadi mata pencaharian pendukung warga. Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan mahasiswa dalam merancang program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga berusaha memanfaatkan potensi yang telah tersedia di lingkungan masyarakat.
Selain pertanian dan peternakan, mahasiswa juga melihat pentingnya pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan sumber daya lokal. Oleh karena itu, program kerja yang dirancang diarahkan pada beberapa aspek, mulai dari pertanian, peternakan, ketahanan pangan keluarga, hingga edukasi lingkungan.

Sambutan Kepala Desa Nanggulan pada Lokakarya I KKNT IPB | Tim KKNT IPB
Pada lokakarya ini, mahasiswa memaparkan empat program kerja utama yang telah disusun berdasarkan hasil observasi dan kondisi desa.
Program pertama adalah pengenalan dan praktik pembuatan Indigenous Microorganisms (IMO). Program ini diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan mikroorganisme lokal sebagai salah satu alternatif dalam mendukung kesehatan tanah dan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Program kedua berupa praktik pembuatan silase pakan ternak berbahan dasar jerami. Jerami merupakan hasil samping pertanian yang mudah ditemukan setelah musim panen. Melalui proses fermentasi, mahasiswa memperkenalkan alternatif pengolahan jerami agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan ternak.
Selanjutnya adalah budidaya ikan dalam galon yang dipadukan dengan penanaman sayuran. Program ini dirancang sebagai salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan dan galon bekas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan memadukan budidaya ikan dan tanaman, masyarakat diperkenalkan pada sistem akuaponik sederhana yang dapat diterapkan dalam ruang terbatas.
Terakhir merupakan program yang berfokus pada pengelolaan sampah melalui edukasi dan pembentukan bank sampah di sekolah. Program ini ditujukan untuk mengenalkan kebiasaan memilah sampah sejak usia dini. Melalui edukasi dan praktik sederhana, siswa diharapkan dapat memahami bahwa sampah memiliki jenis dan cara pengelolaan yang berbeda.
Pemaparan program dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Pemerintah desa, BPD, dan peserta yang hadir menyampaikan berbagai masukan serta tanggapan terhadap rencana program kerja yang telah dipresentasikan. Secara umum, program kerja KKN mendapatkan dukungan dari pemerintah desa dan BPD. Melalui Lokakarya I ini, diharapkan pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga memberikan manfaat bagi Desa Nanggulan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


