legenda beruk gadang yang angkuh dan sombong cerita rakyat dari jambi - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Beruk Gadang yang Angkuh dan Sombong, Cerita Rakyat dari Jambi

Legenda Beruk Gadang yang Angkuh dan Sombong, Cerita Rakyat dari Jambi
images info

Legenda Beruk Gadang yang Angkuh dan Sombong, Cerita Rakyat dari Jambi | Wikimedia Commons/diego_cue


Legenda beruk gadang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Jambi. Legenda ini mengajarkan tentang bahaya dari sifat sombong dan angkuh dalam diri setiap orang.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda beruk gadang tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Legenda Beruk Gadang yang Angkuh dan Sombong, Cerita Rakyat dari Jambi

Disitat dari artikel Yova Sandra, "Folklor Lisan: Kumpulan Cerita Rakyat Kerinci" yang terbit di Jurnal Jambe, alkisah pada zaman dahulu di hutan Kerinci, hewan-hewan hidup selayaknya manusia. Mereka bisa berkomunikasi antara satu sama lainnya.

Di sana hiduplah seekor beruk gadang atau beruk besar. Karena memiliki tubuh yang besar, beruk ini menjelma menjadi hewan yang angkuh dan sombong.

Dirinya selalu pergi berkeliling hutan sambil membusungkan dada. Jika ada hewan lain yang dia temui, maka beruk gadang itu akan langsung menantangnya.

Pada suatu hari, beruk gadang pergi berkeliling seperti biasa. Dia pergi mengitari hutan dengan lincahnya.

baca juga

Setelah berkeliling cukup lama, beruk gadang ini merasa haus. Dia pun pergi ke sungai yang ada di hutan tersebut.

Di sana dia bertemu dengan seekor siput. Melihat ada hewan lain, beruk gadang ini langsung menantangnya.

Beruk gadang itu menantang siput berenang. Siapa yang sampai ke seberang terlebih dahulu akan jadi pemenang dan memiliki semua air di sungai itu.

Siput menerima tantangan tersebut dengan senang hati. Mereka pun langsung berlomba berenang menuju ke seberang.

Namun siput memiliki akal yang lebih cerdik. Dia bekerja sama dengan temannya yang sudah ada terlebih dahulu di seberang.

Ketika beruk gadang sampai, dia kaget melihat siput sudah santai di sana. Padahal siput yang dia jumpai ini berbeda dari sebelumnya.

Akhirnya beruk gadang tersebut kalah. Dirinya kembali melanjutkan perjalanan dengan kehausan.

Tidak jauh dari sana, dia melihat seekor burung cicap yang sedang minum air di bunga kemumu. Muncul lain sifat sombong dari beruk gadang.

Dia menantang burung cicap untuk cepat-cepatan minum di air kemumu itu. Pemenang dari perlombaan akan memiliki semua bunga kemumu yang ada di sana.

Burung cicap menerima tantangan dengan senang hati. Mereka pun kembali bersaing satu sama lain.

Namun lagi-lagi burung cicap lebih cerdik. Dia mematuk bagian bawah bunga kemumu, sehingga air di dalamnya keluar ke tanah.

Hal ini tentu tidak diketahui oleh beruk gadang. Sebab dia fokus menghabiskan air yang ada di dalam bunga kemumu.

Begitu selesai, beruk gadang langsung menoleh dengan angkuhnya. Dia yakin sudah memenangkan perlombaan tersebut.

Akan tetapi bunga cicap terlihat sudah santai begitu saja. Air kemumu yang ada di hadapannya sudah habis tidak tersisa.

Lagi-lagi beruk gadang mengalami kekalahan. Namun hal ini tidak membuat dirinya jera dan tetap sombong di hadapan semua hewan.

Beruk gadang kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini dia bertemu dengan seekor kancil yang tersohor kepintarannya.

baca juga

Kancil tahu akan sifat beruk gadang selama ini. Sebelum beruk gadang mendekat, dia sudah mengatur strategi untuk menghadapi hewan sombong tersebut.

Beruk gadang pun mendekat ke kancil yang tengah asik melihat seekor ular. Beruk gadang bertanya apa yang dilakukan kancil.

Dia pun menjawab tengah melihat ikat pinggang milik kakeknya. Kancil berkata tidak ada seorangpun yang boleh memakai ikat pinggang itu.

Mendengarkan hal tersebut, beruk gadang menjadi tertantang. Dirinya langsung mengambil ular tersebut dan melilitkannya di bagian pinggang.

Namun lama kelamaan lilitan itu makin keras. Ternyata ular tersebut sudah bangun dari tidurnya.

Akhirnya beruk gadang menjadi santapan gratis bagi ular tersebut. Sifat sombong dan angkuh yang dimiliki oleh beruk gadang ternyata membawanya ke ajal dan akhir hayatnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.