Desa Mata Pao adalah salah satu daerah yang berada di Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Sumatra Utara yang menceritakan tentang legenda asal usul Desa Mata Pao itu dulunya.
Bagaimana kisah di balik legenda asal usul Desa Mata Pao tersebut? Simak kisah lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Legenda Asal Usul Desa Mata Pao, Cerita Rakyat dari Sumatra Utara
Disitat dari artikel Mardiah Mawar Kembaren, dkk., "Cerita Rakyat Melayu Sumatra Utara Berupa Mitos dan Legenda dalam Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat" yang terbit di Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, dikisahkan pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah seorang datok yang dikenal dengan kesaktiannya. Datok tersebut bernama Datok Pao.
Selain sakti, Datok Pao juga memiliki harta kekayaan yang berlimpah ruah. Namun sayang, Datok Pao dikenal sebagai pribadi yang sombong.
Sering kali Datok Pao berbuat kasar pada masyarakat. Hal ini membuat banyak masyarakat yang membenci Datok Pao.
Meskipun demikian, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa atas perilaku Datok Pao tersebut. Kesaktian yang dia miliki sering kali digunakan untuk mencelakai masyarakat yang tidak dia sukai.
Sumber kekuatan Datok Pao ini terletak pada kaca mata hitamnya. Jika dia sudah memakai kaca mata tersebut, tidak ada seorangpun yang mampu melawannya.
Datok Pao juga memiliki seekor kuda yang sangat dia sayangi. Kuda tersebut bernama Si Putih, sesuai dengan warna yang dia miliki.
Sering kali Datok Pao menunggangi Si Putih untuk berkeliling kampung. Namun dia suka menabrak siapa saja yang menghalangi jalannya.
Datok Pao memiliki seorang pembantu yang selalu merawat Si Putih. Pembantunya tersebut bernama Ramli.
Suatu ketika, Ramli sedang menderita sakit. Meskipun demikian, dia tetap menjalankan tugasnya merawat Si Putih.
Saat sedang membersihkan Si Putih, tiba-tiba kuda itu menjilati Ramli. Ajaibnya sakit Ramli langsung hilang saat itu juga.
Namun sayang, Si Putih justru berganti menjadi sakit setelah menjilat Ramli. Hal ini kemudian diketahui oleh Datok Pao dan membuatnya marah besar.
Datok Pao kemudian berbuat kasar pada Ramli. Tidak hanya itu, dia juga mengusir pembantunya tersebut.
Ramli pun pergi meninggalkan kediaman Datok Pao. Untungnya dia ditolong oleh seorang ulama bernama Syekh Maulana Maghribi.
Sejak saat itu Ramli mengabdi pada Syekh Maulana Maghribi. Dia pun membantu apa saja yang bisa dilakukan untuk ulama tersebut.
Pada suatu hari, Syekh Maulana Maghribi dan Ramli tengah berjalan-jalan. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat seekor kuda putih yang berlari dengan kencang ke arah mereka.
Ternyata itu adalah Datok Pao yang tengah menunggangi Si Putih. Pada saat Si Putih hampir menerjang Syekh Maulana Maghribi, Ramli bergegas ke tengah dan menghalangi agar kuda itu tidak menyakiti sang ulama.
Akibatnya Si Putih berhenti tiba-tiba dan membuat Datok Pao jatuh. Kaca mata hitam yang dia gunakan pun terlempar dan menjadi rusak.
Emosi Datok Pao memuncak. Dirinya langsung mencabut pedang dan hendak menebas Ramli.
Namun saat dia melakukan hal itu, Si Putih tiba-tiba menabraknya. Akibatnya pedang Datok Pao tertancap ke Si Putih.
Si Putih pun mati seketika di sana. Begitu pula dengan Datok Pao yang kepalanya terbentur batu dan menemui ajalnya di sana.
Akhirnya tepat meninggalnya Datok Pao dan Si Putih ini dikenal dengan nama Desa Mata Pao. Sementara itu, makam Si Putih dikenal dengan nama Makam Keramat Kuda.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


