gerakan mandiri kelola sampah hadir di desa pulogading mahasiswa kknt ipb dorong pengelolaan sampah melalui incinerator sederhana - News | Good News From Indonesia 2026

Gerakan Mandiri Kelola Sampah Hadir di Desa Pulogading, Mahasiswa KKNT IPB Dorong Pengelolaan Sampah melalui Incinerator Sederhana

Gerakan Mandiri Kelola Sampah Hadir di Desa Pulogading, Mahasiswa KKNT IPB Dorong Pengelolaan Sampah melalui Incinerator Sederhana
images info

Kegiatan Sosialisasi & Pembuatan Insinerator Sederhana minim asap | Foto : Dokumentasi Pribadi


Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University Desa Pulogading menyelenggarakan program GEMAS (Gerakan Mandiri Kelola Sampah) bagi masyarakat Desa Pulogading, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada 8—9 Agustus 2026.

Aktivitas ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memperkenalkan alternatif pengurangan volume sampah melalui pemanfaatan incinerator sederhana.

Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Brebes 2025–2029, timbulan sampah di Kabupaten Brebes pada tahun 2024 mencapai 372.861,55 ton per tahun.

Data tersebut menunjukkan besarnya timbulan sampah yang perlu dikelola dan menjadi salah satu dasar pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat di tingkat desa, dalam upaya pengelolaan sampah.

Program GEMAS dirancang berdasarkan kepedulian terhadap kondisi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Desa Pulogading. Acara dilaksanakan selama 2 hari: sosialisasi pada 8 Agustus 2026 dan demonstrasi penggunaan incinerator sederhana pada 9 Agustus 2026.

baca juga

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Sosialisasi yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 diikuti oleh 38 masyarakat Desa Pulogading. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai permasalahan sampah, pentingnya pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah tangga.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai jenis sampah yang bisa dibakar atau tidak serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga proses pembakaran tetap aman.

Pada sesi sosialisasi, mahasiswa juga memperkenalkan konsep incinerator sederhana sebagai salah satu alternatif pengurangan volume sampah yang dapat dibakar secara terkendali.

Incinerator yang diperkenalkan terdiri atas ruang pembakaran, saluran udara, wiremesh sebagai penyangga sampah, dan cerobong sebagai jalur keluarnya gas hasil pembakaran.

Penjelasan tersebut diberikan agar masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan fasilitas, tetapi juga memahami prinsip dasar dan penggunaannya.

Memasuki hari kedua, 9 Agustus 2026, aktivitas dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan incinerator sederhana. Masyarakat diperlihatkan secara langsung tahapan pengoperasian incinerator, mulai dari persiapan bahan, penempatan sampah, proses penyalaan, hingga pengamatan selama pembakaran berlangsung.

Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya memastikan sampah yang digunakan dalam kondisi relatif kering dan melakukan pemilahan sebelum pembakaran.

Dalam demonstrasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa incinerator bukan merupakan fasilitas untuk membakar seluruh jenis sampah secara sembarangan. Beberapa jenis sampah, seperti baterai, limbah elektronik, limbah medis, dan bahan berbahaya lainnya perlu dipisahkan karena dapat menghasilkan dampak yang berbahaya apabila dibakar.

Pemilahan menjadi bagian penting agar penggunaan incinerator dapat dilakukan secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Ketua tim KKNT Inovasi IPB University Desa Pulogading, Muhamad Riko Adi Sulkhi, menjelaskan bahwa GEMAS dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah perlu diimbangi dengan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara tepat.

“Program GEMAS kami hadirkan sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Pulogading terhadap pengelolaan sampah. Kami tidak hanya membangun incinerator sederhana, tetapi juga memberikan sosialisasi dan demonstrasi agar masyarakat memahami cara penggunaannya serta mengetahui jenis sampah yang dapat dan tidak dapat dibakar. Harapannya, masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola sampah dan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab serta berkelanjutan." ujar Muhamad Riko Adi Sulkhi.

Melalui GEMAS, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University tidak hanya memperkenalkan sarana pengolahan sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah.

baca juga

Pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya dilakukan ketika sampah telah menumpuk, tetapi dimulai sejak dari sumbernya melalui pemilahan, pengurangan, dan pengolahan yang tepat.

Sebagai tindak lanjut, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan sarana yang telah diperkenalkan dengan tetap memperhatikan pemilahan dan keamanan dalam pengoperasiannya.

Keberlanjutan program juga diharapkan dapat dilakukan melalui pemeliharaan fasilitas dan penerapan kebiasaan pengelolaan sampah yang telah disampaikan selama kegiatan.

Melalui GEMAS, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berupaya menghadirkan solusi sederhana yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Selain itu, juga menjadi langkah awal dalam mendorong terwujudnya Desa Pulogading yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.