Permasalahan stunting masih menjadi salah satu perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si. dalam penyambutan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University di Kantor Kecamatan Cilongok.
Dalam kesempatan tersebut, Hirawan menekankan bahwa stunting merupakan persoalan yang cukup serius di wilayah Kecamatan Cilongok. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan, khususnya pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Perhatian terhadap kelompok tersebut sejalan dengan berbagai upaya intervensi gizi di berbagai daerah yang menyasar wanita hamil, wanita menyusui, dan ibu balita sebagai kelompok sasaran utama dalam rangka pencegahan stunting, mengingat status gizi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan.
Periode seribu hari pertama kehidupan, yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dipahami sebagai masa kritis yang menentukan tumbuh kembang anak, sehingga kekurangan asupan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan berupa tubuh yang lebih pendek dari standar usianya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN IPB University di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menghadirkan program "Bumil Sehat, Busui Kuat, Balita Hebat" sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Rancamaya ini merupakan bagian dari rangkaian KKN IPB University yang berlangsung selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Program tersebut berfokus pada dua aspek utama, yaitu pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita serta keamanan pangan untuk mencegah foodborne disease.
Pada sesi pertama, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan, masa menyusui, dan periode pertumbuhan balita. Pemahaman mengenai kebutuhan gizi pada kelompok tersebut menjadi penting karena asupan makanan yang tepat berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pendekatan semacam ini juga ditemukan pada berbagai program edukasi gizi serupa di sejumlah daerah, yang pada umumnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan materi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting melalui metode ceramah, diskusi, maupun pembagian media cetak seperti leaflet.
Selain pemenuhan nutrisi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai keamanan pangan. Peserta diperkenalkan pada pentingnya menjaga keamanan makanan mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan atau foodborne disease.
Aspek keamanan pangan ini penting untuk ditekankan karena anak usia sekolah maupun balita termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit bawaan makanan akibat kontaminasi pangan di lingkungan rumah tangga, sehingga kebersihan dan cara penanganan pangan oleh anggota keluarga, khususnya ibu sebagai pengolah makanan, perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari pencegahan penyakit sekaligus dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
Untuk mendukung penyampaian materi, mahasiswa menggunakan leaflet dan presentasi PowerPoint (PPT). Materi disampaikan secara interaktif agar peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilengkapi dengan kuis berhadiah bagi tiga peserta dengan hasil terbaik. Kuis menjadi salah satu bentuk evaluasi sekaligus upaya menciptakan suasana edukasi yang lebih menarik dan mendorong peserta untuk aktif mengikuti kegiatan.
Program "Bumil Sehat, Busui Kuat, Balita Hebat" diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Rancamaya mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi dan keamanan pangan dalam keluarga. Edukasi tersebut juga menjadi salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak serta berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting.
Melalui program ini, mahasiswa KKN IPB University tidak hanya berupaya menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


