Syukur memiliki arti penting dalam kehidupan. Dengan bersyukur orang akan menyadari kenikmatan yang dia dapatkan dalam hidup. Perayaan kemerdekaan yang setiap tahun kita lalui, hanya sekedar menjadi tradisi jika kita tidak pernah benar-benar mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia.
Tentu saja untuk bersyukur tidak cukup sekedar mengucapkan terimakasih, melainkan ada caranya.
Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia
Bersyukur berarti berterima kasih. Dalam agama, khususnya di Islam, bersyukur berarti berterima kasih kepada Allah SWT atas karunia, kenikmatan, dan situasi yang didapatkan. Situasi merdeka adalah karunia dna kenikmatan, karena bisa lepas dari tekanan dan penjajahan. Mustahil bagi bangsa yang terjajah, bisa hidup aman dan damai, menentukan nasibnya sendiri, serta mencapai kemajuan yang berarti.
Setidaknya ada empat cara kita bisa mensyukuri kemerdekaan Indonesia, yaitu:
1. Menyadari Nilai dan Tujuan Kemerdekaan Indonesia
Konon katanya tiga ratus tahun lebih, bangsa ini hidup dibawah cengkraman penjajah asing. Selama itu pula kekayaan alam Indonesia dikuras habis, manusia-manusianya dibodohkan, dibuat tidak sadar jika sedang dijajah. Penduduk pribumi dipaksa menanam komoditas tani yang menguntungkan penjajah, dipaksa menjualnya dengan harga murah apabila tidak maka akan dirampas, dipaksa kerja rodi (kerja paksa) membangun jalan, rel kereta api, dsb.
Tidak ada yang namanya pendidikan bagi pribumi, kelaparan dan penyakit tidak dihiraukan, hak-hak politik ditiadakan, semuanya apa kata penjajah. Merasa ditindas, rakyat kemudian bergolak memperjuangkan kemerdekaannya.
Gelora perjuangan itu menghasilkan konfrontasi berbagai peperangan dengan penjajah sampai pada masa revolusi kemerdekaan. Dapat dibayangkan betapa sulit dan sengsaranya hidup di masa penjajahan dan peperangan.
Dan perjuangan panjang bangsa Indonesia telah sampai pada kemerdekaannya. Para pendiri bangsa telah bersepakat membentuk pemerintahan Republik Indonesia yang bertujuan untuk: (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia (pembukaan UUD ‘45). Sungguh mulia tujuan pendirian bangsa ini, di dalamnya terkandung nilai-nilai universal dan kemajuan bagi semua kelompok. Para pendiri telah menyadari bahwa Indonesia ini bhineka, terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan golongan, yang harus bersatu dalam kesepakatan/konsensus nasional yang tertuang dalam Pancasila dan semboyan bhineka tunggal ika.
2. Memuji dan Mengucap Terima Kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa
Patut diingat bahwa kemerdekaan ini adalah atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka sudah selayaknya kita mengucap segala puji dan terimakasih sebesar-besarnya kepada-Nya. Dia-lah yang mengabulkan doa-doa kemerdekaan rakyat Indonesia yang tertindas.
KebesaranNya-lah yang kerap kali diteriakkan manakala umat Islam berperang melawan penjajah. Dan dengan pertolonganNya, Indonesia bisa memproklamirkan kemerdekaannya di tengah situasi yang kritis. Setelah proklamasi, penjajah Belanda kembali ingin menguasai Indonesia. Bersama tentara sekutu mereka kembali ke Indonesia.
Terjadi insiden-insiden yang memantik pertempuran besar di Surabaya, Bandung, Medan, Ambarawa, dsb., bergolaklah perang revolusi kemerdekaan. Belanda yang merasa yakin akan kemenangannya, dengan sepihak melakukan agresi militer dua kali. Ibu Kota RI (Yogyakarta) jatuh, Presiden, Wakilnya, dan beberapa Menteri ditahan dan dibuang ke Bangka. Terbentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi Sumatera.
Perlawanan gerilya masih terjadi, tapi Belanda sudah menguasai hampir seluruh kota besar Indonesia. Nasib Republik sudah di ujung tanduk. Tapi beruntunglah, pelanggaran Belanda justru membuahkan simpati kepada Indonesia dari dunia Internasional. Di Konferensi Meja Bundar, kedaulatan negara Indonesia diakui. Merdeka!
3. Memperingati dan Mengenang Jasa Para Pahlawan Kemerdekaan Indonesia
Ucapan terimakasih dan pujian berikutnya layak disanjungkan kepada para pahlawan. Putra putri pertiwi yang bergerak membela diri, karena kemerdekaan baginya adalah harga mati. Mereka dari beragam profesi, beragam status sosial, beragam suku, beragam agama, beragam kelompok organisasi, beragam pemikiran, bahkan berbeda dalam strategi perjuangan kemerdekaan.
Namun tujuannya satu, yaitu Indonesia merdeka. Apapun mereka korbankan, tak terhitung berapa nyawa telah melayang, gugur sebagai pahlawan, bahkan sebagian besar adalah pahlawan tak dikenal. Sungguh besar jasa mereka terhadap Republik ini, jasa yang harus dikenang dan diperingati oleh generasi-generasi selanjutnya.
4. Menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya.
Maka sebagai generasi Indonesia yang hidup di masa sekarang, wujud nyata dari mensyukuri nikmat kemerdekaan adalah: (a) Menjaga/mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, yang salah satunya dapat dilakukan dengan turut menjaga dan menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) dalam kehidupan sosial dan beragama, sebagai komitmen dari pengakuan dan penerimaan akan kemajemukan Indonesia yang merdeka dan bersatu; (b) Mengisi kemerdekaan dengan turut serta/peduli pada pembangunan masyarakat Indonesia sebagaimana yang telah diamanahkan para pendiri bangsa.
Sebab bangsa ini masih jauh dari tujuannya. Rasa keadilan untuk melindungi segenap elemen bangsa seringkali ternodai dengan aksi main hakim sendiri, dan mafia peradilan. Kesejahteraan bersama sulit tercapai karena masih membudayanya KKN. Kecerdasan anak bangsa terabaikan dengan adanya praktik kotor pendidikan. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk membangun masyarakat Indonesia sesuai bidang dan keahlian masing-masing.
Pilihan membangun masyarakat adalah wujud nyata mensyukuri kemerdekaan. Mungkin terdengar normatif tapi itulah cara hidup. Maka ambillah semangat juang para pahlawan, kaum revolusi, apa yang sudah kamu ikrarkan untuk bangsamu adalah janji yang harus diperjuangkan. Pada akhirnya kemerdekaan mengajarkan kita untuk menjaga warisan, Indonesia merdeka, Indonesia yang beragam dan bersatu dalam ikrar kebhinekaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


