Kelompok KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Inovasi IPB University BANJARNEGARAKAB07 mengadakan program kerja dengan tema utama, yaitu GEMA MANDIRAJA WETAN: Menggerakkan Potensi Lokal, Mewujudkan Desa yang Mandiri, Sehat dan Berdaya. Salah satu program kerja yang terlaksana adalah GEMA LESTARI TANI & LINGKUNGAN di Bidang Peternakan.
Pada program kerja GEMA LESTARI TANI & LINGKUNGAN (Bidang Peternakan), mahasiswa KKNT Inovasi IPB University melakukan sosialisasi serta demonstrasi pembuatan silase rumput dan mineral blok. Acara ini diselenggarakan pada Senin, 27 Juli 2026 dan dihadiri oleh perwakilan masyarakat serta para peternak di Desa Mandiraja Wetan, Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.
Menurut BMKG (Juni 2026) dalam Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia, hasil pemutakhiran menunjukkan bahwa awal musim kemarau tahun 2026 di Indonesia umumnya maju atau lebih awal jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Curah hujan yang turun selama periode musim kemarau 2026 diprediksi umumnya pada kategori Bawah Normal atau lebih kering dari normalnya. Puncak musim kemarau diprediksi sebagian besar terjadi pada bulan Agustus 2026. Sementara itu, durasi musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dari normalnya.
Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dari normalnya, kelompok KKNT Inovasi IPB University menawarkan inisiatif berupa pembuatan pakan fermentasi, yaitu silase dari rumput odot. Rumput odot merupakan salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum) atau sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass. Tanaman ini mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah.
Mahasiswa KKNT Inovasi dari Fakultas Peternakan IPB University, Halif Akbar, memaparkan materi yang dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan silase rumput dibantu dengan anggota lain dari Fakultas Peternakan. Materi yang dibawakan mencakup definisi, manfaat, alat & bahan, cara pembuatan silase, cara pemberian silase ke ternak, dll.

Pembuatan silase rumput yang didemonstrasikan oleh Tim KKNT Inovasi dari Fakultas Peternakan IPB University | Foto: Dokumentasi Pribadi.
"Membuat silase tidaklah sulit. Kuncinya adalah menjaga kondisi fermentasi tetap baik, mulai dari pemilihan bahan hingga penyimpanan yang rapat sehingga kualitas pakan tetap terjaga," tutur Halif.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan mineral blok. Selia Nursyamsiah, anggota tim KKNT Inovasi dari Fakultas Peternakan IPB University, menjelaskan bahwa mineral blok bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan mineral ternak, meningkatkan nafsu makan ternak, mendukung kesehatan tulang & gigi, serta tumbuh kembang ternak.
Perubahan iklim menurunkan kuantitas dan kualitas hijauan pakan ternak yang berpotensi menimbulkan masalah kekurangan nutrisi pakan. Salah satu unsur gizi pakan yang perlu diperhatikan dalam menunjang reproduksi ternak adalah mineral. Ternak yang mengalami defisiensi mineral ditandai dengan ciri-ciri, seperti pertumbuhan ternak menjadi terhambat, konsumsi ransum menjadi menurun, osteoporosis (tulang keropos menyebabkan kelumpuhan), nafsu makan menurun, hewan mengunyah kayu; tulang; dan batu, serta pertumbuhan bulu kasar.

Pembuatan mineral blok yang didemonstrasikan oleh Tim KKNT Inovasi dari Fakultas Peternakan IPB University | Foto: Dokumentasi Pribadi.
Oleh karena itu, mineral blok menjadi salah satu solusi sebagai pelengkap nutrien dalam ransum ternak. Selia menjelaskan, “Kandungan mineral pada hijauan maupun konsentrat umumnya belum mencukupi kebutuhan ternak. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan mineral untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Mineral blok dikembangkan karena bahan-bahan pembuatnya mudah diperoleh, praktis dalam penggunaannya, serta dapat diberikan secara ad libitum sehingga ternak dapat mengonsumsi mineral sesuai dengan kebutuhannya.”
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan para peternak di Desa Mandiraja Wetan terhadap pentingnya penambahan asupan mineral bagi ternak ruminansia, serta langkah antisipasi yang dapat diterapkan para peternak dalam menghadapi perubahan iklim, khususnya musim kemarau. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan solusi praktis, murah, dan mudah dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pakan untuk hewan ternak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


