Potensi desa dan ekonomi lokal Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, kini mulai diperkenalkan melalui media digital yang lebih terintegrasi.
Melalui program SICAKRA (Sistem Informasi Cangkring Reang), tim KKNT IPB 2026 menciptakan website resmi desa sekaligus plang informasi yang dilengkapi peta potensi dan kode QR. Sebagai desa pesisir, Desa Cangkring memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, terutama pada sektor perikanan dan wisata alam.
Tidak hanya itu, terdapat pula berbagai usaha masyarakat seperti depot hasil perairan dan produk UMKM olahan warga setempat, mulai dari hasil laut dan tambak hingga aneka olahan siap konsumsi.
Beragam potensi tersebut memiliki daya tarik bagi wisatawan sekaligus peluang untuk memperluas pasar produk lokal ke luar wilayah desa.
Dokumentasi pemaparan website desa bersama perangkat Desa Cangkring (Sumber: Dokumentasi pribadi)
Namun, sebelumnya berbagai potensi tersebut belum didukung oleh media informasi resmi yang terpusat dan dapat diakses masyarakat secara daring. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai wisata, usaha lokal, maupun fasilitas umum desa belum dapat dijangkau banyak masyarakat.
Kondisi ini turut membuat potensi yang sebenarnya dimiliki Desa Cangkring belum termanfaatkan secara optimal, baik untuk mendukung sektor pariwisata maupun memperluas jangkauan pasar produk UMKM setempat.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKNT IPB 2026 menginisiasi SICAKRA sebagai upaya memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan potensi yang ada di Desa Cangkring dengan lebih mudah dan efisien.
Program ini diawali dengan survei dan pemetaan lapangan untuk mengidentifikasi potensi desa secara menyeluruh. Tim KKNT IPB 2026 melakukan observasi langsung ke lokasi potensi wisata, depot-depot, dan sentra usaha warga, dilengkapi wawancara bersama pelaku usaha setempat.
Data yang berhasil dihimpun dari proses tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan konten website, sehingga informasi yang disajikan mencerminkan kondisi Desa Cangkring.
Program ini diwujudkan melalui pembuatan website berbasis Google Sites yang berfungsi sebagai pusat informasi terpadu desa.
Website ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh potensi Desa Cangkring, baik warga desa, calon wisatawan, maupun mitra usaha dari luar wilayah.
Tidak berhenti pada pembuatan website, program kerja SICAKRA juga dilengkapi dengan pembangunan plang informasi desa yang memuat peta potensi dan kode QR. Plang tersebut diresmikan bersama perangkat Desa Cangkring pada 11 Agustus 2026 dan ditempatkan di sebelah Balai Desa Cangkring.
Melalui kode QR yang terdapat pada peta tersebut, pengunjung dapat langsung mengakses website resmi desa hanya dengan memindainya menggunakan telepon genggam, tanpa perlu mengetik alamat website secara manual. Adanya peta desa tersebut membuat kepala desa dan perangkat desa lainnya merasa senang dan bangga.
"Terima kasih sudah membuat plang desa ini, semoga plang ini bermanfaat dan berdampak nyata untuk desa kami," ucap Said, Kepala Desa Cangkring.
Tidak hanya sekedar membuat situs dan plang desa, Tim KKNT IPB 2026 juga memberikan pencerdasan terkait pengelolaannya agar website tersebut dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan sebagai media informasi resmi Desa Cangkring.
Melalui SICAKRA, digitalisasi tersebut juga menjadi langkah awal dalam membangun media promosi desa yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Kehadiran website dan plang informasi desa ini diharapkan mampu meningkatkan jangkauan Desa Cangkring sebagai destinasi wisata sekaligus mendukung pemasaran produk UMKM unggulan masyarakat setempat. Dengan demikian, potensi yang selama ini belum banyak dikenal dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga desa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


