panduan aturan penulisan pangkat dan golongan pns yang benar - News | Good News From Indonesia 2026

Panduan Aturan Penulisan Pangkat dan Golongan PNS yang Benar

Panduan Aturan Penulisan Pangkat dan Golongan PNS yang Benar
images info

Panduan Aturan Penulisan Pangkat dan Golongan PNS yang Benar | Sumber: Wikimedia Commons @Revi dwi ana


Tata cara penulisan pangkat dan golongan PNS yang benar sangat penting untuk menjaga keabsahan serta kerapian dokumen kedinasan. Pengelolaan administrasi kepegawaian di Indonesia mewajibkan setiap aparatur sipil negara untuk tertib aturan penulisan.

Ketertiban penulisan ini mencerminkan sikap profesionalisme dan ketelitian instansi pemerintah. Dokumen resmi dapat dianggap tidak memenuhi standar administrasi jika penulisan identitas kepegawaian ini dibuat secara asal-asalan.

Aturan Dasar Penulisan Pangkat dan Golongan PNS

Langkah awal memahami struktur resmi kepegawaian adalah mengenal pembagian hirarki yang berlaku secara nasional. Sistem tingkatan ini terbagi menjadi empat jenjang utama, yaitu Golongan I hingga Golongan IV.

Aturan paling baku mendasarkan penulisan golongan menggunakan angka Romawi baku, seperti I, II, III, dan IV. Penggunaan angka biasa sangat dilarang demi menjaga kaidah persuratan resmi. Setelah angka Romawi, tingkat jenjang ditulis menggunakan huruf kecil tanpa spasi setelah garis miring. Kawan GNFI bisa melihat bentuk kombinasinya pada format baku seperti III/a, II/c, atau IV/b.

baca juga

Selain itu, nama jenjang wajib ditulis secara lengkap tanpa disingkat, misalnya Pembina Utama atau Penata Muda. Hal mendasar lainnya adalah tidak mencampur adukkan penulisan pangkat dengan jabatan kedinasan.

Keselarasan penulisan harus dijaga secara konsisten dari awal hingga akhir berkas resmi. Perubahan format di tengah dokumen dapat memberikan kesan yang kurang rapi dan tidak teliti.

Contoh Format Penulisan Pangkat dan Golongan PNS

Penerapan aturan ini dapat disesuaikan pada masing-masing tingkatan jenjang kualifikasi pendidikan. Pada Golongan I (Juru), penulisan diawali nama pangkat lalu diikuti golongan ruang.

Contoh penulisannya adalah Juru Muda (I/a), Juru Muda Tingkat I (I/b), Juru (I/c), dan Juru Tingkat I (I/d). Namun, penulisan Golongan I saat ini makin jarang ditemui pada rekrutmen pegawai baru.

Untuk Golongan II (Pengatur), contoh penulisannya mencakup Pengatur Muda (II/a), Pengatur Muda Tingkat I (II/b), Pengatur (II/c), dan Pengatur Tingkat I (II/d). Jenjang ini umumnya diisi oleh lulusan SMA hingga D3.

Pada Golongan III (Penata), format resminya meliputi Penata Muda (III/a), Penata Muda Tingkat I (III/b), Penata (III/c), serta Penata Tingkat I (III/d). Tingkatan ini paling sering dijumpai pada lulusan sarjana. Sementara itu, Golongan IV (Pembina) terdiri atas Pembina (IV/a), Pembina Tingkat I (IV/b), Pembina Utama Muda (IV/c), Pembina Utama Madya (IV/d), dan Pembina Utama (IV/e).

baca juga

Dalam surat kedinasan, penulisan identitas pegawai dicantumkan secara berurutan pada baris terpisah. Susunan lengkapnya diawali dari nama terang, pangkat beserta golongan ruang, lalu diakhiri jabatan. Sebagai gambaran penulisan dalam surat resmi, Kawan GNFI dapat menyusunnya sebagai berikut:

Dr. Ahmad Setiawan, M.Pd.

Penata Tingkat I (III/d)

Kepala Subbagian Akademik

Dengan menerapkan seluruh kaidah administrasi tersebut, penulisan dokumen dinas akan terlihat jauh lebih rapi, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Revaldy Maulana Latumeten lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Revaldy Maulana Latumeten.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.