Desa Sumberagung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebagai wilayah yang memiliki beragam aktivitas pemanfaatan lahan, ketersediaan informasi mengenai penggunaan lahan menjadi salah satu hal yang penting untuk mendukung pemahaman masyarakat terhadap kondisi dan potensi wilayah desa.
Namun, informasi mengenai persebaran penggunaan lahan belum tersaji secara menyeluruh dalam bentuk peta yang mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Kelompok KKNT Inovasi IPB University Desa Sumberagung melaksanakan program kerja berupa pemetaan penggunaan lahan sebagai salah satu upaya untuk menyediakan informasi spasial mengenai kondisi wilayah desa.
Program pemetaan ini dilaksanakan selama rangkaian kegiatan KKNT Inovasi IPB University pada Juli–Agustus 2026. Kegiatan melibatkan mahasiswa KKNT IPB serta masyarakat dan perangkat Desa Sumberagung, khususnya dalam proses pengumpulan informasi dan verifikasi kondisi penggunaan lahan di lapangan.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kondisi wilayah dan pemanfaatan lahan yang tidak selalu dapat diketahui hanya melalui citra satelit.
Tahap awal kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit sebagai sumber data untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi wilayah Desa Sumberagung. Citra tersebut kemudian diinterpretasikan secara visual untuk mengidentifikasi objek dan pola penggunaan lahan.
Berdasarkan hasil interpretasi, dilakukan proses delineasi atau digitasi on-screen dengan memberikan batas pada area-area yang memiliki karakteristik penggunaan lahan yang berbeda.
Proses ini dilakukan secara bertahap agar batas antarwilayah penggunaan lahan dapat tergambarkan dengan lebih detail.
Setelah proses delineasi awal selesai, dilakukan observasi lapangan atau ground truth untuk melakukan verifikasi terhadap hasil interpretasi citra. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lahan serta melakukan konfirmasi kepada masyarakat mengenai jenis dan pemanfaatan lahan di beberapa lokasi.
Informasi dari masyarakat digunakan sebagai data pendukung untuk memastikan bahwa hasil pemetaan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara hasil interpretasi dengan kondisi sebenarnya, dilakukan penyesuaian dan penyempurnaan terhadap hasil delineasi.
Tahap selanjutnya adalah pengolahan data spasial. Pada tahap ini, hasil delineasi yang telah diverifikasi disusun dan diperbaiki sehingga setiap informasi penggunaan lahan dapat ditampilkan secara sistematis.
Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk peta penggunaan lahan Desa Sumberagung yang memuat informasi mengenai persebaran berbagai jenis penggunaan lahan di wilayah desa.
Proses pengolahan juga mencakup penyusunan tampilan peta agar informasi yang disajikan dapat dibaca dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat.
Selain menghasilkan peta dalam bentuk fisik, hasil pemetaan juga dikembangkan menjadi peta digital menggunakan Google My Maps. Peta digital tersebut memungkinkan informasi mengenai penggunaan lahan Desa Sumberagung untuk diakses secara lebih fleksibel.
Pengembangan dalam bentuk digital juga menjadi upaya untuk membuat hasil pemetaan tidak hanya berhenti sebagai luaran kegiatan KKNT, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media informasi yang dapat diakses kembali oleh masyarakat maupun pemerintah desa.
Hasil akhir dari program ini berupa peta penggunaan lahan Desa Sumberagung dalam bentuk fisik dan digital. Peta fisik disajikan sebagai media informasi spasial yang dapat ditempatkan di lingkungan desa, sedangkan peta digital memberikan alternatif akses informasi melalui perangkat yang terhubung dengan internet.
Dengan adanya kedua bentuk luaran tersebut, informasi mengenai kondisi dan persebaran penggunaan lahan di Desa Sumberagung dapat disampaikan dengan cara yang lebih visual, informatif, dan mudah dipahami.
Melalui program pemetaan penggunaan lahan ini, Kelompok KKNT IPB Univesity Desa Sumberagung berupaya memberikan kontribusi berupa penyediaan data spasial yang dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat dan pemerintah desa.
Peta yang dihasilkan diharapkan dapat membantu dalam mengenali kondisi wilayah, memahami persebaran penggunaan lahan, serta menjadi data pendukung dalam perencanaan dan pengembangan wilayah Desa Sumberagung.
Selain itu, adanya peta digital juga membuka peluang untuk melakukan pembaruan informasi secara berkala sehingga data penggunaan lahan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi wilayah desa.
Dengan demikian, kegiatan pemetaan penggunaan lahan tidak hanya berfokus pada pembuatan produk berupa peta, tetapi juga pada proses pengumpulan, verifikasi, dan penyajian informasi spasial yang relevan dengan kondisi Desa Sumberagung.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemanfaatan informasi spasial di tingkat desa serta mendukung pengelolaan potensi wilayah secara lebih terarah dan berbasis data.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


